Indonesia | English | Arabic
Kamis, 30 Oktober 2014
Anda di : UMM >> Berita >> Berita Persyarikatan Muhammadiyah

Berita Persyarikatan Muhammadiyah

IMM Jatim Gelar Bedah Buku Teror & Demokrasi dalam I’dad & Jihad

Senin, 28 Januari 2013 | 14:16:16 WIB | Dibaca: 1158

facebook umm twitter umm delicious umm digg umm icon print preview 2291  icon pdf 2291  doc 2291 Berita Persyarikatan icon ps 2291

 

Surabaya-Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Surabaya bekerjasama dengan Bidang Keilmuan DPD IMM Jatim mengadakan acara Bedah Buku “Teror & Demokrasi dalam I’dad (Persiapan) dan Jihad (Perang)”. Acara ini menghadirkan Prof. Abdul Munir Mulkhan sebagai penulis buku tersebut dan Prof. Dr. Zainuddin Maliki sebagai pembedah.

 

Menurut Arif Hanafi dari IMM Cabang Surabaya pada sambutannya mengungkapkan, dalam berbicara demokrasi tidak akan lepas dari dunia barat,.perang suci bagi para ahli jihad adalah dalam bentuk fisik sedangkan perang dunia barat adalah perang kritis. “Harapannya dengan bedah buku ini kita dapat menggugah kesadaran kritis, kritis terhadap bagaimana memahami jihad yang benar,” jelasnya di aula Universitas Muhammadiyah Surabaya, Sabtu (26/01/2013).

 

Bagi kaum radikal menurut Munir Mulkhan, jihad kecil adalah menuntut ilmu dan perang, jihad besar adalah menahan hawa nafsu, dan hal tersebut sebenarnya kurang tepat. “Mereka menggunakan dasar Qur’an surat At-Taubah ayat 5-6 sebagai dasar untuk jihad yang berarti perang,” ujar mantan Komisioner Komnas HAM ini.

 

Lebih lanjut menurut Munir Mulkhan, nasionalisme adalah bagian dari kejahatan dunia barat, karena nasionalisme Islam menjadi terpecah belah. “Lebih jahat lagi demokrasi, karena telah merampas hak kedaulatan Tuhan,” ucapnya yang juga mantan sekretaris Pimpinan Pusat Muhammadiyah.

 

Sementara itu Prof. Dr. Zainuddin Maliki yang juga mantan rektor Universitas Muhammadiyah Surabaya berpendapat, bahwa ada kelompok mainstream dan kelompok teralineasi. “Kelompok mainstream adalah kelompok yang memandang jihad terbesar adalah jihad melawan hawa nafsu, sedangkan kelompok teralineasi dalam hal ini kelompok radikal, adalah kelompok yang menganggap jihad tidak ada yang lain selain perang fisik,” terangnya.

 

“Saya tidak setuju dengan gerakan radikal yang berujung pada kerasan. Dalam hal ini terror akan mengakibatkan trauma dan kebencian, sehingga kekerasan yang dilakukan oleh kelompok radikal, hanya akan menghasilkan kekerasan baru,” pungkasnya.

 

Buku dengan judul Teror & Demokrasi dalam I’dad (Persiapan) dan Jihad (Perang) tersebut merupakan hasil penelitian Prof. Dr.Abdul Munir Mulkhan bersama dengan Prof. Dr. Bilveer Singh, dan merupakan salah satu dari 3 buku yang ditulis. Dua buku lain yang ditulis bersama adalah : Demokrasi di Bawah Bayang-Bayang N11: Dilema Politik Islam Dalam Peradaban Modern, dan Jejaring Radikalis medan Jejak Sang Pengantin Bom Bunuh Diri.

 

Bedah buku ini rencananya akan berlangsung di beberapa kota di Jawa Timur yaitu Malang, Jember, Sumenep, Tuban, Bojonegoro, Lamongan, Nganjuk, Kediri, dan berakhir di Ponorogo pada 1 Februari 2013. (mac, mona)




Terkomentari

    Agenda