Indonesia | English | Arabic
Sabtu, 19 April 2014
Anda di : UMM >> Berita >> Berita Persyarikatan Muhammadiyah

Berita Persyarikatan Muhammadiyah

Yunahar Ilyas : Muhammadiyah tidak Tergantung dari Pemerintah dan Bantuan Luar Negeri

Senin, 10 September 2012 | 20:39:15 WIB | Dibaca: 2026

facebook umm twitter umm delicious umm digg umm icon print preview 1675  icon pdf 1675  doc 1675 Berita Persyarikatan icon ps 1675

Medan, 10 September 2012 – Muhammadiyah tidak tergantung dari bantuan pemerintah dan luar negeri. Muhamamdiyah sudah membiasakan diri untuk mengembangkan persyarikatan dengan bertumpu kepada kemampuan warganya sendiri. Tergantung kepada bantuan pemerintah dan luar negeri akan membuat Muhammadiyah tidak mandiri.

 

Penegasan itu disampaikan Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Prof. Dr. Yunahar Ilyas Lc. MA didepan ribuan warga persyarikatan kota Medan saat berlangsungnya silaturahim Syawal 1433.H. Acara diselenggarakan di depan bangunan Muhammadiyah Center Kota Medan yang sedang dalam proses pembangunannya. Muhamamdiyah Center diharapkan akan melengkapi fasilitas Muhammadiyah di Kota Medan.

 

Jelas Yunahar Ilyas, saat ini ada kecenderungan LSM dan Ormas yang menggantungkan hidupnya dari pemerintah dan bantuan luar negeri. Namun, biasanya bantuan itu selalu mengikat dan menjadikan LSM dan Ormas tunduk pada sipemberi bantuan. Kata Yunahar, Muhammadiyah sejak didirikan KHA Dahlan sudah selalu bersikap mandiri. “Muhammadiyah selalu memulai dari yang kecil-kecil, sedikit demi sedikit, karena itulah kondisi warganya. Satu langkah usaha Kita ada sembilan langkah pertolongan Allah,” kata Yunahar.

 

Memberi ilustrasi, seandainya hari ini KHA Dahlan kembali hadir dan kemudian ditanya, apa komentarnya tentang Muhammadiyah ? Pasti, KHA Dahlan akan mengatakan Muhammadiyah sudah begitu besar. Karena KHA Dahlan sesungguhnya tidak mendesain Muhammadiyah menjadi sebuah organsiasi yang sebesar saat ini. Kekuatan warga Muhammadiyah adalah modal utama dalam membesarkan semua amal usahanya. “ Dengan modal utama itulah, Muhammadiyah tidak pernah berhenti berkarya,” tegas ketua PP Muhammadiyah itu.

 

Silaturrahim Muhammadiyah Kota Medan yang selenggarakan PDM Kota Medan, Ahad (9/9) dihadiri beberapa tokoh Muhammadiyah, seperti H. Ibrahim Sakti Batubara, Drs. Darussalam Pohan, mewakili Walikota Medan, Anggota DPR-RI, Drs. Sarwo Eddi, Ketua PW Muhammadiyah Sumut, Syah Affandin , Ketua PW PAN Sumut, Pimpinan Daerah, Cabang dan Ranting Muhammadiyah, Aisyiyah dan ortom se-Kota Medan.

 

Walikota Medan yang diwakiliki Asisten Kesmas Drs. Darussalam Pohan MAP menjelaskan kerjasama yang baik antara Pemko Medan dengan Muhammadiyah dan diharapkan kerjasama itu akan mempercepat pembangunan kota ini menjadi kota metropolitan yang relejius. Kata Darussalam, banyak amal usaha Muhammadiyah yang telah menjadi pelengkap infrastruktur kota ini.

 

Ketua PW Muhammadiyah Sumut, Drs, Sarwo Eddi menyambut baik rencana Walikota Medan yang akan menjadikan Kota Medan sebagai kota metropolitian yang relejius. Untuk menjadikan Medan sebagai kota metropolitan menjadi domain walikota namun untuk menjadikan Medan kota yang relejius akan menjadi domainnya Muhammadiyah, kata Sarwo Eddi. Sedangkan

 

Ketua PD Muhammadiyah Kota Medan, Drs. Adri K menjelaskan berbagai rencana strategis yang sedang dilakukan Muhammadiyah termasuk membangun Muhammadiyah Center yang membutuhkan anggaran Rp 1,4 miliar. Silaturahim Muhamamdiyah Kota Medan kemudian berhasil mengumpulkan infaq melalui gerakan amal saleh sebesar Rp 68 juta untuk meneruskan pembangunan Muhammadiyah Center. *** shd-mpisu




Terkomentari

    Agenda