Indonesia | English | Arabic
Rabu, 26 November 2014
Anda di : UMM >> Berita >> Berita Persyarikatan Muhammadiyah

Berita Persyarikatan Muhammadiyah

Malik Fadjar: Pengelolaan PTM Diharapkan Kedepankan Manajemen Dengan Baik

Selasa, 04 September 2012 | 20:39:06 WIB | Dibaca: 1167

facebook umm twitter umm delicious umm digg umm icon print preview 1638  icon pdf 1638  doc 1638 Berita Persyarikatan icon ps 1638

 

Jakarta - Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Prof. Dr. H. Abdul Malik Fajar mengharapkan pengelola Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM) mengedepankan manajemen yang baik dalam mengelola perguruan tinggi guna melahirkan generasi baru.

Penegasan tersebut disampaikan Malik Fajar saat memberikan tausiyah pada acara Silaturahim Idul Fitri 1433 H Keluarga Besar Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. HAMKA (UHAMKA) pada (3/9) di Auditorium UHAMKA, Limau.

Menurut mantan Menteri Pendidikan Nasional tersebut, UHAMKA sebagai salah satu PTM telah membuktikan diri sebagai PTM yang mendapat kepercayaan luas masyarakat. Karena UHAMKA yang telah berusia 55 tahun dikelola dengan manajemen yang baik.

Ditambahkan Malik Fajar, selain dikelola dengan manajemen yang baik, pengelola PTM juga harus mengedepankan kekompakan, kebersamaan dan menghindari konflik.

“Sepanjang pengamatan saya, UHAMKA merupakan salah satu PTM yang yang cukup besar dan maju. Oleh karenanya dalam kesempatan silaturahim Idul Fitri ini saya mengajak segenap civitas akademika UHAMKA untuk terus menjaga kekompakan, kebersamaan dan menghindari konflik dalam memajukan amal usaha Muhammadiyah ini,”ujar Malik Fajar.

 

Taufik Ismail Soroti Persoalan Bangsa

Sementara itu Budayawan Taufik Ismail tampil membawakan 7 buah puisi diantaranya berjudul, “Seseorang Mencari Kejujuran”,  “Rindu Kami Pada Akhlak Mulia”, “Kami Muak dan Bosan”, “Puisi Bertanya” dan “Cahaya Al Qur’an”.

Lewat puisi-puisinya yang dibacakan sekitar 30 menit, Taufik Ismail menyoroti berbagai persoalan bangsa seperti, maraknya korupsi yang dilakukan pejabat, kemerosotan akhlak anak bangsa, dan mudahnya rasa amarah dalam kehidupan sehari-hari.

Menurut Taufik Ismail munculnya persoalan-persoalan bangsa itu diakibatkan hilangnya rasa malu dalam diri masyarakat Indonesia dan munculnya sikap men-Tuhankan uang dalam kehidupan.

Rektor UHAMKA Prof. Dr. Suyatno, M.Pd. menegaskan Silaturahim Idul Fitri 1433 Hijriyah ini diharapkan lahirnya kekuatan-kekuatan baru dalam lingkungan civitas akademika UHAMKA. Sehingga dengan kekuatan baru tersebut dapat mewujudkan visi UHAMKA menuju kampus utama.

 




Terkomentari