Indonesia | English | Arabic
Senin, 21 April 2014
Anda di : UMM >> Berita >> Berita Persyarikatan Muhammadiyah

Berita Persyarikatan Muhammadiyah

Syamsul Anwar: Ulama Tarjih Harus Menguasai 4 Kompetensi Dasar

Senin, 03 September 2012 | 07:59:59 WIB | Dibaca: 1313

facebook umm twitter umm delicious umm digg umm icon print preview 1628  icon pdf 1628  doc 1628 Berita Persyarikatan icon ps 1628

 

Yogyakarta- Pendidikan Ulama Tarjih Muhammadiyah (PUTM) Pimpinan Pusat Muhammadiyah adalah lembaga pendidikan kader yang bertujuan untuk mencetak generasi baru ulama Muhammadiyah. Di masa-masa yang akan datang, ulama Muhammadiyah harus menguasai 4 kompetensi agar mampu membimbing masyarakat dengan kebutuhan dan problematika yang semakin komplek. Demikian disampaikan oleh Prof. Dr. H. Syamsul Anwar, M.A., Ketua Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah dalam pidatonya pada acara Wisuda Thalabah dan Thalibat PUTM PP Muhammadiyah, Sabtu, 14 Syawal 1433 H / 1 September 2012.

 

Lebih jauh, beliau menjelaskan, 4 kompetensi itu menjadi syarat kader ulama Muhammadiyah di masa kini dan mendatang. Pertama, minimal harus menguasai dengan baik satu cabang ilmu, khususnya ilmu agama Islam; kedua, harus mempunyai tingkat kesalihan tertentu dalam kehidupan individunya; ketiga, harus memiliki keterlibatan dalam masyarakat, karena ulama berasal dari masyarakat, mengabdi untuk masyarakat dan menjadi pemimpin masyarakat, khususnya dalam hal keagamaan; keempat, menguasai ilmu alat, yakni bahasa, baik itu bahasa Arab karena sumber-sumber rujukan ilmu agama sebagian besar menggunakan bahasa Arab maupun bahasa Inggris karena sebagai gerakan modernis Muhammadiyah harus mampu mengantisipasi globalisasi yang sangat sulit dilakukan tanpa kemampuan bahasa Inggris. Lebih dari itu, ulama Muhammadiyah harus pula mempunyai kemampuan dalam ilmu falak atau hisab.

 

Di samping itu, Drs. H. Syukriyanto AR., M.Hum, Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, dalam sambutannya menyampaikan bahwa Muhammadiyah sudah semestinya tidak berhenti pada teologi al-Maun yang dirintis oleh KH Ahmad Dahlan saja. Hal ini karena sebagai gerakan tajdid, Muhammadiyah harus mampu menggali dari kitab suci al-Qur’an sebagai petunjuk hidup bagi manusia dan orang bertaqwa. Dari al-Qur’an yang berisi 30 juz, 114 surat dan 6200 lebih ayat tersebut, Muhammadiyah harus mampu menciptakan teologi-teologi baru, misalnya teologi bisnis, politik, kebudayaan dan ilmu pengetahuan. Di situlah diharapka peran ulama Muhammadiyah.

 

Wisuda thalabah angkatan IX dan thalibat angkatan I (2009-2012) ini dilaksanakan bersamaan dengan Penyerahan Ijazah Alumni PUTM Angkatan 2003-2006. Setelah selesai pendidikan di PUTM, para thalabah dan thalibat akan menjalani masa pengabdian selama 2 tahun, baik di PUTM, Persada UAD, Madrasah Mu’allimin Muhammadiyah dan Madrasah Mu’allimaat Muhammadiyah Yogyakarta, sambil menyelesaikan studi S-1 di UAD dan UMY.




Terkomentari

    Agenda