PET/CT Scan Mendeteksi Kanker Lebih Akurat

Author : Administrator | Rabu, 15 Maret 2017 14:37 WIB

Berita Ilmiah

advertorial, CNN Indonesia

Jakarta, CNN Indonesia -- Pemeriksaan kesehatan secara menyeluruh menjadi langkah awal yang tepat dalam mendeteksi berbagai penyakit, khususnya kanker. Sebagai rumah sakit swasta di Indonesia yang mendedikasikan diri sebagai comprehensive cancer centre, MRCCC Siloam Hospitals Semanggi telah menghadirkan teknologi terbaru dalam kedokteran nuklir yang dapat mendeteksi kanker dengan lebih akurat, yaitu PET Scan. Spesialis Kedokteran Nuklir dan Kepala Departmen Bagian Kedokteran Nuklir MRCCC Siloam Hospitals Semanggi, dr. Hapsari Indrawati Sp KN menjelaskan, Positron Emission Tomography (PET) Scan merupakan pemeriksaan/pemindaian yang dapat menggambarkan fungsi metabolisme molekul sel dengan menginjeksi tubuh pasien menggunakan cairan radiofarmaka FDG (Fluorodeoxyglucose). PET dengan radiofarmaka FDG akan mendeteksi aktivitas metabolik dari sel-sel tubuh, seperti sel-sel kanker yang mempunyai aktivitas metabolik berlebih.

Pemindaian menyeluruh

PET/CT Scan menggunakan kombinasi penggunaan radiofarmaka dan sinar X dosis rendah yang nantinya menghasilkan citra 3D dari ujung kepala sampai ujung kaki. Hasilnya dapat memperlihatkan di organ mana terdapat aktivitas metabolik tertinggi yang mencurigakan dan mengarah pada keganasan.

“PET/CT Scan memiliki empat fungsi. Pertama, digunakan dalam mendiagnosis keganasan kanker. Kedua, untuk mengetahui penyebaran kanker sehingga akan diketahui cara pengobatannya. Ketiga, sebagai evaluasi respon terapi. Jadi, dengan alat ini akan terlihat apakah pengobatan yang sedang diterapkan ke pasien memberikan respons yang baik atau tidak. Keempat, re-staging. Misalnya, seseorang yang telah dinyatakan bebas dari kanker selama beberapa tahun, tapi kemudian dokter mencurigai adanya kekambuhan,” jelas Hapsari.

Berdasarkan pengalaman, Hapsari berbagi cerita bahwa alat ini membantu terutama dari segi terapi. “Dokter onkologi akan memilih obat kanker baru bahkan mengganti obat kanker jika hasil terapi dianggap tidak memberikan respons sehingga pasien dapat ditangani secara lebih efektif.

Keamanan optimal

Cara kerja PET/CT Scan bermula dengan menginjeksi tubuh pasien dengan cairan radiofarmaka, yakni 18F-FDG. Cairan inilah yang berfungsi sebagai tracer (alat penelusur) molekul sel kanker.

Hapsari memaparkan bahwa FDG memiliki unsur menyerupai glukosa sehingga dapat digunakan untuk melacak kanker. Ciri-ciri kanker salah satunya adalah perlu energi yang banyak untuk tumbuh dan berkembang. Energi ini biasanya didapat dari glukosa.

“Jadi nanti dilihat sel mana yang mengambil glukosa lebih banyak akan dinilai dan dibandingkan dengan bagian yang mengambil glukosa secara normal. Intinya 80–90% keganasan kanker mengambil energinya dari glukosa untuk berkembang. Sementara itu, 20% keganasan kanker bukan berasal dari glukosa,” terangnya.

Cairan FDG tak bisa bekerja sendiri. Oleh karena itu, digandeng oleh isotop 18 Flour. Cairan inilah yang menjadi pengikat FDG agar pemindaian dapat bekerja optimal.

Meski tubuh pasien diinjeksi cairan radiofarmaka, risiko yang berkaitan dengan PET/CT- Scan sangat minimal. Kuantitas radiasi sangat rendah dan FDG akan dengan cepat meluruh sehingga radioaktif akan hilang dalam beberapa jam saja.

Berkaitan dengan komposisi radioaktif, FDG yang tersisa di dalam tubuh pasien akan keluar dari tubuh melalui urine. Dalam waktu 110 menit atau hampir 2 jam, baik pasien, anggota keluarga pasien, maupun orang lain di sekeliling pasien minim risiko terkena paparan radioaktif karena paparan radiasinya pasti sudah sangat kecil dan aman.

“Di MRCCC Siloam ini mempunyai bagian kedokteran nuklir dengan segala fasilitas pendukung yang menjaga keamanan sehingga jangan khawatir dengan radiasi. Bagian PET/CT Scan terletak di area tersendiri. Kamar dan toilet bagi pasien yang telah diinjeksi 18F-FDG pun tersedia khusus,” papar Hapsari. 

Kedokteran nuklir

PET/CT Scan berada di naungan kedokteran nuklir. Tak banyak rumah sakit di Jakarta yang memilikinya. Di MRCCC Siloam Hospitals Semanggi tim kedokteran nuklir terdiri atas 6 dokter spesialis, yang telah mendalami bidangnya dengan menempuh pendidikan hingga ke luar negeri, antara lain Jerman dan Korea. Ada pula yang memiliki pengalaman bekerja sebagai dokter nuklir di Jepang.

MRCCC Siloam Hospitals Semanggi adalah salah satu dari tiga rumah sakit di Indonesia yang telah dilengkapi fasilitas pemeriksaan kesehatan dengan PET/CT Scan. Keunggulannya, MRCCC Siloam Hospitals Semanggi memiliki alat PET/CT Scan terkini dengan teknologi yang lebih canggih dan akurat, serta merupakan comprehensive cancer center yang terintergrasi. Dengan demikian, MRCCC Siloam Hospitals Semanggi hadir menjadi one stop solution yang memiliki fasilitas kesehatan dan dokter spesialis lain yang lengkap sehingga pasien tidak perlu berpindah-pindah rumah sakit, bahkan tak perlu pergi berobat keluar negeri.
(adv/adv)

Sumber: http://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20170313113556-307-199668/pet-ct-scan-mendeteksi-kanker-lebih-akurat/
Shared:

Komentar

Tambahkan Komentar


characters left

CAPTCHA Image