Sinematografi - Sutradara Amerika Berbagi Ilmu di UMM

Author : Administrator | Minggu, 09 Februari 2014 12:25 WIB | Wawasan - Wawasan

MALANG – Sebanyak 30 mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), belajar ilmu sinematografi yang diasuh langsung oleh sutradara asal Amerika Serikat (AS) Richard Pearce. Kegiatan ini, merupakan bagian dari kerja sama UMM dengan Kementrian Luar Negeri Amerika Serikat, dan School of Cinematic Arts, University of Sothhern California (USC). 

Kerja sama ini diselenggarakan selama dua bulan penuh, dalam bentuk American Indonesian Film Connect Indonesian Tour 2014. Kegiatan tersebut, diawali dengan acara American Corner, yang bertajuk American Film Showcase (AFS). Menurut Staf Information Resource Centre Konsulat Jenderal AS Surabaya, Christian Simanullang, kegiatan AFS ini diharapkan dapat menginspirasi pencinta film Indonesia, agar bisa lebih banyak berkarya. Kegiatan ini, menurutnya tidak hanya diisi dengan pemutaran film dan diskusi saja. 

Tetapi, juga diisi dengan kegiatan workshop pembuatan film. “Para peserta diminta langsung terjun ke lapangan, untuk membuat film dokumenter tentang kehidupan masyarakat sekitar,” katanya. Sutradara asal AS, yang juga pernah meraih grand prizedalam Festival Film Brazil itu, langsung memandu kegiatan workshop tersebut. Workshop diisi konsep dan wawasan tentang dunia perfilman. Dia juga, langsung mengajak para peserta workshop ke Alun-alun Merdeka Kota Malang, untuk praktik pembuatan film dokumenter. 

Dia mengaku, saat ini untuk membuat film dokumenter sangatlahmudah. Kondisitersebut, juga didukung dengan hadirnya berbagai macam kamera dengan harga yang terjangkau. “Saat ini, tinggal semuanya pintar-pintar saja menggali realitas kehidupan masyarakat, sebagai bahan yang diangkat dan didokumentasikan untuk film,” ka-tanya. 

Menurut Duta Besar AS untuk Indonesia Robert O Blake, tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memberikan peranan besar kepada anak-anak muda dan masyarakat sipil dari berbagai ragam kebudayaan, sehingga dapat membentuk masa depan mereka sendiri. “Melalui film dokumenter, kita semuanya bisa memahami permasalahan dunia dengan lebih baik,” tandasnya.

Sumber: http://koran-sindo.com/node/364554
Shared:

Komentar

Tambahkan Komentar


characters left

CAPTCHA Image