Mahasiswa HI UMM Luncurkan Delapan Buku

Author : Administrator | Rabu, 11 Mei 2016 14:38 WIB | Wawasan - Wawasan

UMM dalam Berita Koran Online

MALANG – Sebanyak delapan buku diterbitkan mahasiswa Hubungan Internasional (HI) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) tahun ini.

Buku-buku itu merupakan antologi tulisan mahasiswa HI angkatan 2013 yang mengikuti mata kuliah Komunikasi Internasional. Kemarin bukubuku tersebut diluncurkan dan dibedah dalam acara bertema “Dinamika Media Era 2K” di Theater UMM Dome.

Terbitnya kedelapan buku tersebut merupakan hasil tugas perkuliahan yang dinilai memiliki bobot dan perspektif menarik. “Sayang sekali jika keresahan mereka tentang peran media di dunia internasional hanya dijadikan lembaran- lembaran tugas yang tujuannya hanya mendapatkan nilai akademik saja,” ujar Nurudin, dosen Ilmu Komunikasi UMM dalam rilisnya kemarin.

Ketika ditawari membuat buku, para mahasiswa antusias. Nurudin kemudian menyerahkan sepenuhnya pada mahasiswa terkait tema bukubuku yang digarap. “Akhirnya, mereka sepakat membuat buku- buku bertema peran media dalam merespons fenomenafenomena internasional saat ini,” katanya.

Delapan buku antologi yang diterbitkan, yaitu Menilik Peran Media di Balik Fenomena Islamophobia karya Abul Nizam Al Zanzami dkk, Entertainment Temtations karya Aulia Syahirah dkk, dan #Hastagkarya Insyira dkk. Ada pula buku berjudul Diplomassa karya Agni Amiliandani dkk, buku Gelombang Informasi dan buku #generasimerunduk karya Bagus P dkk.

Judul lainnya, yaitu What Social Media Did To Change the World karya Ahmad Fauzan Zaman dkk serta Human Laundrykarya Dewi Dilla dkk. Di setiap buku yang diterbitkan, ada 15 mahasiswa terlibat dalam penggarapannya. Salah satunya Agni Amiliandini.

Menurut Agni, dirinya bersama teman-temannya menerbitkan buku berjudul Diplomassa didasari atas pengamatannya terhadap konflik- konflik yang terjadi di dunia internasional.

Agni menerangkan, konflik tersebut selama ini diselesaikan dengan dua jalur, yakni state actor dan non-state actor (orang-orang profesional). Menurutnya, kedua jalur diplomasi tersebut kurang efektif. Kini, muncul cara baru dalam berdiplomasi, yakni melalui media massa.

maman adi saputro


Sumber: http://www.koran-sindo.com/
Shared:

Komentar

Tambahkan Komentar


characters left

CAPTCHA Image