Kunjungan Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang Dalam Rangka Sosialisasi Kebijakan Fiskal

Author : Administrator | Kamis, 23 Januari 2014 12:02 WIB | Wawasan - Wawasan

Kunjungan Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang Dalam Rangka Sosialisasi Kebijakan Fiskal

 

Jakarta (22/1): Bertempat di ruang Aula lantai 2 Gedung R.M. Notohamiprodjo Kementerian Keuangan, Badan Kebijakan Fiskal  (BKF) kembali menerima kunjungan mahasiswa dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Muhammadiyah Malang pada Rabu 22 Januari 2014. Pada kesempatan ini Universitas Muhammadiyah Malang memilih tema “ Program JKN Sistem Jaminan Sosial Nasional(SJSN) dan Green Economy Policy”. Acara ini dibuka oleh Lukas Lantip Ciptadi, Kepala Bagian Umum, Sekretariat Badan, BKF. Dalam sambutan pembukanya Kepala Bagian Umum memberikan ucapan selamat datang di Kementerian Keuangan bagi semua rombongan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang. Kepala Bagian Umum  juga sedikit memberikan gambaran umum mengenai struktur organisasi dan fungsi unit-unit yang ada di BKF sebagai pengantar diskusi. Kepala Bagian Umum meminta pada mahasiswa untuk tidak segan-segan menanyakan apa saja yang ingin diketahui karena di acara ini bisa langsung bertemu dengan ahli yang kompeten dibidangnya. Kemudian acara di lanjutkan dengan sambutan perwakilan Universitas Muhammadiyah Malang oleh Dosen Universitas Muhammadiyah Malang yang mengucapkan terima kasih atas terselenggaranya acara ini, walapun harus berjuang menerjang banjir dan menembus macet semoga sebanding dengan ilmu dan wawasan yang akan diperoleh rombongan mahasiswa karena bisa menimba ilmu langsung ke narasumber yang berkompeten dan instansi pembuat kebijakan publik yang terpercaya. Selanjutnya acara dilanjutkan dengan foto bersama sebelum masuk dalam sesi diskusi.

Sesi selanjutnya dilanjutkan dengan acara diskusi dimana sebagai Moderatornya adalah Adrianus Dwi Siswanto, Peneliti Pusat Kebijakan Risiko Fiskal, BKF. Sebagai pembicara pertama Ronald Yusuf, Kepala Subbidang Resiko Ekonomi, Pusat Kebijakan Resiko Fiskal, BKF dan pembicara kedua Joko Tri Haryanto, Kepala Subbidang Sektor Industri, Pusat Kebijakan Pembiayaan Perubahan Iklim dan Multilateral, BKF.

Pembicara pertama, Ronald Yusuf memaparkan tentang Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN)  Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN). Dimana terdapat 5 program jaminan sosial (Jamsos) dalam SJSN BPJS yaitu jaminan kesehatan (JKN), jaminan kecelakaan kerja (JKK), jaminan hari tua (JHT), jaminan pensiun (JP), dan jaminan kematian (JKm). BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan mulai efektif berjalan pada 1 Januari 2014 sedangkan program jamsos lainnya paling lambat tanggal 1 Juli 2015. BPJS Kesehatan, merupakan transformasi dari PT Askes, sedangkan  BPJS Ketenagakerjaan merupakan transformasi dari PT Jamsostek. Selain itu Ronald juga menjelaskan manfaat program Jamsos, Besarnya Iuran, Model Bisnis BPJS menurut UU BPJS, Cara menjadi peserta, Alur Pelayanan Kesehatan, Proses penentuan besaran iuran serta Pertanyaan yang sering ditanyakan oleh masyarakat terkait BPJS.

Pembicara kedua Joko Tri Haryanto, memaparkan bahwa Green Economy adalah ekonomi yang lebih bertanggung-jawab karena memperhatikan kondisi lingkungan yang berkelanjutan. Pemerintah bisa mengambil peran dalam pelaksanaan Ekonomi hijau salah satunya  melalui Peran Kebijakan Fiskal yang mendukung upaya konservasi dan perlindungan Sumber Daya Alam (SDA), Peran ini dipilih untuk mendukung arah kebijakan pembangunan berkelanjutan yang diyakini dapat mempertahankan tingkat pertumbuhan ekonomi yang relatif tinggi untuk jangka menengah dan panjang. Pemerintah berupaya mendorong perubahan perilaku dari masyarakat, komunitas, dan pihak perusahaan untuk menurunkan aktifitas yang merusak lingkungan dan sebaliknya mendorong peningkatan aktifitas yang berdampak pada pemulihan lingkungan. Adapun materi yang dibahas yaitu Isu-isu penting dalam pengelolaan SDA,  Rencana Aksi  Nasional Gas Rumah Kaca (RAN GRK), Isu Pendanaan Rencana Aksi Gas Rumah Kaca, overview Exiting Dana Publik dan Isu Pendanaan Rencana Aksi Daerah Gas Rumah Kaca (RAD GRK).

Pada akhir diskusi diberikan satu sesi khusus tanya jawab antara peserta dan pembicara untuk mendalami materi yang telah dipaparkan oleh pembicara. Sesi ini berlangsung cukup seru dengan banyaknya pertanyaan yang disampaikan mahasiswa dan pemberian doorprize oleh para pembicara bagi peserta yang dapat menjawab dan memberikan pertanyaan yang dinilai bagus oleh pembicara. Acara sosialisasi kebijakan fiskal ini  diakhiri dengan pertukaran cinderamata dari Badan Kebijakan Fiskal dan Universitas Muhammadiyah Malang.

Sumber: http://www.fiskal.depkeu.go.id/2010/edef-konten-view.asp?id=2014012309290062282616
Shared:

Komentar

Tambahkan Komentar


characters left

CAPTCHA Image