Kisah Risa Urano, Mahasiswi Cantik yang Rela Cuti Kuliah Setahun di Jepang Demi Bisa Belajar Bahasa

Author : Administrator | Rabu, 11 September 2019 13:27 WIB | Tribun News - Tribun News

 

 

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Risa Urano, 21, mahasiswa Keio University Jepang merupakan salah satu peserta program BIPA (Bahasa Indonesia Bagi Penutur Asing) di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) bersama beberapa rekannya dari berbagai negara, Senin (9/9/2019).

Selama setahun ke depan, ia akan belajar di kampus putih ini.


"Saya cuti kuliah di Keio untuk program ini. Saya baru selesai semester 3 di Jepang. Kalau ini sudah selesai, setahun lagi saya kuliah di semester IV," jelas Risa pada TribunJatim.com usai acara pembukaan program ini.


 

Untuk ini, ia dibiayai pemerintah Indonesia lewat Kemendikbud di program Darmasiswa. Ke Indonesia, bukan hal pertama.

Sebelumnya juga pernah belajar bahasa dan budaya Indonesia di Universitas Satya Wacana Salatiga dan di Makasar.

Ia berharap, kemampuan Bahasa Indonesia makin baik jika ia satu tahun belajar bahasa Indonesia di negara ini.

"Di Jepang, saya kuliah di Fakultas Lingkungan dan Informasi. Tapi di sana boleh mengambil mata kuliah lain yang diminati. Misalkan saya belajar Bahasa Indonesia. Saya juga suka psikologi dan filosofi. Kalau mahasiswa fakultas saya ingin ambil bisnis, ekonomi atas psikologi juga boleh," paparnya.

 

Dikatakan secara umum ia suka tinggal di Indonesia karena personality orangnya. "Suka menolong. Di Jepang juga ada mau menolong tapi tidak setiap waktu seperti di Indonesia. Saya kaget sekali," jelasnya.

Ini membuatnya terkesan secara pribadi. Soal makanan di Malang, ia juga suka meski tak terlalu suka yang manis dan pedas. "Saya makan Mie Setan level satu saja sudah tidak bisa, hahaha," ceritanya disambung tawa. Tapi bakso dan nasi goreng jadi favoritnya.

 

Sementara Kepala UPT BIPA UMM Dr Arif Budi Wurianto MSi menyatakan ada sebanyak 23 mahasiswa asing yang belajar di UMM.

Mereka dari dua program pemerintah yaitu 15 orang ikut program Darmasiswa Kemendikbud dan delapan orang dari program KNB (Kemitraan Negara Berkembang) dari Kemenristekdikti. Asal negaranya beragam antara lain Hongaria, Korea Selatan, Jepang, Vietnan, Thailand.

"Semua biaya hidup, asuransi dll dibantu pemerintah lewat APBN," jelas Arief.

Ditambahkan untuk yang Darmasiswa adalah non degree karena belajar budaya dan bahasa Indonesia. Sedang KNB adalah degree.

Bisa ikut jenjang S1 atau S2. Untuk ikut KNB, maka mereka harus belajar Bahasa Indonesia selama setahun dulu. Selama di Indonesia, mereka ditemani buddy atau teman sebaya mahasiswa. Sebelum dapat kos, mereka akan tinggal di asrama UMM.


 

Shared:

Komentar

Tambahkan Komentar


characters left

CAPTCHA Image