Cetak Agen Perubahan Sosial, UMM Bekali Mahasiswa Konsep Socio-ecopreneurship

Author : Administrator | Rabu, 02 Oktober 2019 14:03 WIB | Times Indonesia - Times Indonesia

 

TIMESINDONESIA, MALANG – Berkembangnya komunitas di tatanan sosial masyarakat menuntut mahasiswa sebagai agen perubahan untuk meningkatkan kualitas SDM masing-masing. Untuk mencapainya, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) berikan pembekalan tentang konsep Socio-ecopreneurship.

Wakil Rektor I UMM Prof Dr Syamsul Arifin Msi menjelaskan, socio-ecopreneur hadir di era sekarang sebagai salah satu peluang yang menjanjikan. Peluang tersebut harus mampu ditangkap dan dikembangkan secara maksimal.

“Socio-ecopreneur merupakan generasi baru wirausaha yang menyoroti peran mahasiswa dan masyarakat sebagai agen perubahan sosial,” katanya saat menjelaskan latar belakang penyelenggaraan Nationwide University Network in Indonesia (NUNI) 2019.

Melalui tema besar Menyiapkan Milenial Menjadi Socio-Ecopreneurship, pihaknya yakin dengan gagasan itu, dapat menghasilkan individu yang memiliki motivasi dan dorongan diri dengan kesadaran sosial dan komitmen sosial yang tinggi.

“Salah satu aksi yang dapat dilakukan yakni dengan membiasakan dan melibatkan generasi muda dengan gagasan socio-ecopreneurship,” jelas Syamsul di ruang kerjanya, Selasa (1/10/2019) siang.

Kesadaran sosial dan komitmen sosial yang tinggi, sambung Syamsul, harus dilengkapi dengan dorongan kuat untuk memenuhi kebutuhan sosial dengan menerapkan prinsip-prinsip ilmu dan kepekaan, empati, pembuatan ide, membuat prototype dan kesediaan membantu sesama.

Agenda ini akan diisi dengan Student Camp, Presidential Forum, NUNI Meeting dan Networking Dinner. Sementara untuk materi Student Camp memenuhi tentang design thinking untuk problem solving terhadap permasalahan yang dihadapi Usaha Kecil Menengah (UKM) dengan basis kewirausahaan.

Peserta Student Camp NUNI 2019 adalah dari mahasiswa yang terdiri dari 21 universitas dengan total 63 peserta. Student Camp akan diadakan di wilayah binaan UMM, yakni Kampung Hijau “Tempenosaurus”, Desa Beji, Kota Batu, 2-4 Oktober mendatang.

Materi Presidential Forum berisi kebijakan-kebijakan di lingkup pendidikan tinggi untuk pengembangan perguruan tinggi. Peserta Presidential Forum adalah seluruh rektor perguruan tinggi yang menjadi anggota NUNI. Sedangkan peserta NUNI Rector Meeting adalah pimpinan perguruan tinggi anggota NUNI. Sedangkan peserta NUNI Staf Meeting adalah staf masing-masing perguruan tinggi anggota NUNI.

UMM ditunjuk sebagai tuan rumah penyelenggaraan NUNI 2019. Hal ini, kata Syamsul, tak lepas dari kiprah UMM yang senantiasa mengabdikan diri pada masyarakat.

“Terutama melalui konsep eko-wisata atau pemanfaatan potensi daerah dengan tujuan mensejahterakan masyarakat. Kampung Hijau “Tempenosaurus” yang dijadikan venue penyelenggaraan Student Camp 2019 sebagai percontohan pendampingan yang dilakukan UMM,” ujarnya.

Sebelum Kampung Hijau “Tempenosaurus”, UMM pernah melakukan pendampingan di salah satu wilayah kumuh di Kota Malang, yakni Kampung Jodipan.

Gerakan tersebut digelar melalui branding Kampung Warna-Warni Jodipan (KWJ). Pendampingan yang berangkat dari praktikum mahasiswa Ilmu Komunikasi ini berhasil menaikkan taraf hidup masyarakat hingga keberhasilannya dilirik mancanegara.

 

Melalui konsep Socio-ecopreneurship yang dikenalkan kepada generasi milenial termasuk mahasiswa diharapkan mampu mencetak agen perubahan sosial bagi bangsa dan negara. (*)

Shared:

Komentar

Tambahkan Komentar


characters left

CAPTCHA Image