Jelajah Tahura Djuanda

Author : Administrator | Selasa, 20 Januari 2015 18:42 WIB | Surya - Surya

Sandi Iswahyudi

Mahasiswa Jurusan Ilmu dan Teknologi Pangan Fakultas Pertanian Peternakan Universitas Muhammadiyah Malang

@SandiIswahyudi

AKHIR tahun 2014 lalu, bersama Aji, Akbar, Dekna, Mona, dan Ima, kami menyusuri wisata Tahura Djuanda, di Bandung, Jawa barat. Perjalanan bermula dari kawasan Maribaya, yang di dalamnya terdapat Curug Omas, pusaran air, parade monyet, dan kuliner khas. Rasa  segar, sejuk, tenang, dan damai langsung terasa ketika kami memasuki lokasi ini.

Di sini sempatkan untuk menyewa tikar untuk alas bersantai, merasakan sensasi jagung dan ketan bakar. Anda bisa piknik, melukis, hingga meneliti. Bonus tambahan yang tidak setiap jam ada adalah parade monyet yang meloncat dari satu pohon ke pohon lainnya. Bahkan mereka saling kejar-kejaran berebut makanan yang di dapat dari pengunjung.

Puas bersantai dan bermain-main, kami bergerak ke situs Gua Belanda dan Jepang. Dulu area Tahura ini dijadikan tempat strategis bagi penjajah untuk berperang atau bertahan dari musuh. Jarak dari Curug Omas menuju Gua Belanda sekira lima kilometer, bisa ditempuh dengan ojek atau jalan kaki.

Menurut sejarah Gua Belanda dibangun pada 1906 sebagai terowongan penyadapan aliran air Sungai Cikapundung untuk pembangkit listrik tenaga air oleh Bandoengsche Electriciteit Maatschappif. Pada 1918 terowongan beralih fungsi untuk kepentingan militer dengan beberapa ruang di sayap kiri dan kanan terowongan utama.

Setelah itu ke Gua Jepang berjarak dua kilometer. Sepanjang perjalanan suasana sangat indah, sejuk, dan memesona. Kami menikmati daun-daun berguguran seperti di musim gugur negara empat musim.

Gua ini merupakan salah satu dari puluhan gua yang tersebar di seluruh Indonesia, yang umumnya dibuat tahun 1942-1945. Ketika masa pendudukan Jepang, Kota Bandung merupakan markas salah satu dari tiga kantor besar di Pulau Jawa. Puas berfoto di Gua Jepang, kami bisa terus mengikuti jalan, untuk menuju bermacam fasilitas lainnya. Di sini akan ditemukan area outbound, taman bermain anak-anak, tempat untuk santai, museum, dan kuliner. Tertarik?

Sumber: http://surabaya.tribunnews.com/2015/01/20/jelajah-tahura-djuanda
Shared:

Komentar

Tambahkan Komentar


characters left

CAPTCHA Image