Guru Besar UMM: Kodrat Muhammadiyah Adalah Melawan Kekerasan

Author : Administrator | Sabtu, 14 Maret 2015 23:44 WIB | Surya - Surya
Guru Besar UMM: Kodrat Muhammadiyah Adalah Melawan Kekerasan
SURYA.co.id/Adrianus Adhi

Guru Besar Sosiologi Agama Universitas Muhammadiyah Malang, Prof Dr Syamsul Arifin, meneken buku yang baru diluncurkannya, di Hotel UMM Inn, Malang, Sabtu (14/3/2015). Sent from Windows Mail

SURYA.co.id | MALANG - Guru Besar Sosiologi Agama Universitas Muhammadiyah Malang, Prof Dr Syamsul Arifin Msi menuliskan pemikirannya dalam buku berjudul ‘Studi Islam Kontemporer: Arus Radikalisasi dan Multikulturalisme di Indonesia’.

Syamsul megnupas isu-isu keagamaan terkini seperti konflik, radikalisme, dan hak asasi manusia (HAM). Topik-topik ini, menurutnya, menarik dikaji terlebih isu tersebut kini sedang hangat diperbincangkan.

"Dalam buku ini, saya mengkaji isu-isu tersebut dengan menawarkan satu perspektif yang disebut multikulturalisme," ujar Syamsul dalam acara bedah bukunya di Hotel UMM Inn, Sabtu (15/3/2015) siang.

Dalam acara bedah buku tersebut juga hadir pakar studi agama sebagai pembedah dan pembanding, yakni dari program officer The Asia Foundation Dr Budhy Munawar-Rachman. Selain itu, ada pula tiga akademisi dari UMM, yaitu Prof Dr Ishomuddin, Prof Dr Tobroni, dan Dr Moh Nurhakim.

Acara peluncuran dan bedah buku itu hasil kerja sama dengan The Asia Foundation, Pusat Studi Agama dan Multikulturalisme (Pusam) Program Pascasarjana UMM (PPs UMM).

Peluncuran buku diselingi pemutaran film berjudul “World Interfaith Harmony Week: Building Peace in Ambon Islands” yang ditujukan sebagai upaya diseminasi gerakan perdamaian di dunia.

Film pendek ini menceritakan tentang fenomena konflik dan resolusi di Ambon yang melibatkan sejumlah tokoh perdamaian di Indonesia dan dunia. Syamsul juga terlibat di dalamnya.

Sumber: http://surabaya.tribunnews.com/2015/03/14/guru-besar-umm-kodrat-muhammadiyah-adalah-melawan-kekerasan
Shared:

Komentar

Tambahkan Komentar


characters left

CAPTCHA Image