Dosen Universitas Muhammadiyah Malang Buat Software Perancangan Kurikulum dan Silabus

Author : Administrator | Senin, 23 Oktober 2017 16:10 WIB | Surya - Surya

UMM dalam Berita Koran Online

SURYAMALANG.COM, LOWOKWARU - Membuat perancangan kurikulum pendidikan tinggi ataupun silabus mata kuliah bukanlah hal mudah untuk dilakukan. Terutama bagi para dosenmuda yang tidak memiliki dasar pendidikan pengajaran.

Kesulitan yang dialami para dosen muda itu menggerakkan dosen Universitas Muhammadiyah Malang, Galih Wasis Wicaksono SKom MCS dan Nur Putri Hidayah untuk membuat software perancangan kurikulum dan silabus.

"Semua dosen yang mengampu mata kuliah wajib membuat silabus untuk tiap mata kuliah. Sementara dosen baru tentu mengalami kesulitan saat penyusunannya, terutama yang tidak memiliki kemampuan pedagogis yang lebih dikuasai oleh lulusan Fakultas Ilmu Pendidikan," tutur Nur pada SURYAMALANG.COM, Senin (23/10/2017).

Kata yang disusun dalam silabus bukanlah sekadar kata sembarangan, namun harus sesuai dengan apa yang harus dicapai oleh mahasiswa.

"Misalnya kata 'memahami' ternyata tidak bisa sembarang digunakan dan harus disesuaikan dengan capaian yang ingin diraih," lanjut dosen Fakultas Hukum itu.

Dalam software yang diberi nama Lective itu, telah terdapat daftar kata kerja operasional lengkap dengan kesesuaian dengan capaian yang akan diraih.

"Selain itu juga ada contoh metode pembelajaran dan cara menyusun konten metode pembelajaran. Jadi dosen atau pengguna lain hanya tinggal memilih sesuai dengan kebutuhan mata kuliahnya. Jika kurang paham, kami juga sediakan video simulasi metode pembelajarannya," terangnya.

Sedangkan untik penyusunan kurikulum pendidikan tinggi, Lective menyediakan template yang sesuai dengan kebijakan terbaru dari Kementrian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi.

"Sulitnya membuat kurikulum pendidikan tinggi itu bukan hanya saat penyusunannya, tapi juga waktu dan dana besar yang dibutuhkan untuk riset, tracer study, hingga workshop. Sementara, kebijakan dari Kementrian bisa berubah lagi sewaktu-waktu," katanya.

Saat ini, Lective sudah digunakan oleh 96 dosen UMM dan luar UMM.

"Responnya sangat bagus karena dosen muda kan tidak sedikit dan mereka rata-rata kurang memahami pembuatan silabus mata kuliah. Jadi mereka sangat antusias," tutupnya.

Sumber: http://suryamalang.tribunnews.com/2017/10/23/dosen-universitas-muhammadiyah-malang-buat-software-perancangan-kurikulum-dan-silabus
Shared:

Komentar

Tambahkan Komentar


characters left

CAPTCHA Image