Butuh Waktu Lama Esemka Jadi Mobnas

Author : Administrator | Jum'at, 24 Februari 2012 00:00 WIB | Suara Karya - Suara Karya

UMM dalam Berita Koran Online

Masih membutuhkan waktu yang lama dan panjang untuk menjadikan mobil Esemka sebagai mobil nasional (mobnas). Selain harus lolos izin, untuk menjadi mobnas harus memenuhi sedikitnya tiga kriteria, yakni desain harus dibuat dalam negeri, pemegang merek juga dari dalam negeri, serta diproduksi di dalam negeri.

"Untuk menjadikan Esemka sebagai mobnas, masih membutuhkan waktu lama. Seperti mobil City Car Tawon, membutuhkan waktu hingga lebih dari lima tahun untuk menyelesaikan prototipe sehingga bisa benar-benar menjadi mobnas," ujar Ketua Bidang Pemasaran dan Komunikasi, Asosiasi Industri Aoutomotive Nusantara (Asia Nusa), Dewa Yuniardi, di sela-sela pameran mobnas di Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Kamis (23/2).

 

Menurut Dewa, besarnya kandungan lokal dalam produk tidak menjadi masalah. Justru yang terpenting adalah pemegang merek. Jika sudah memegang merek, maka mereka bisa membangun pabrik mobil di luar negeri. Saat ini ada sembilan merek mobil yang sudah masuk kategori mobnas.

Disinggung mengenai kualitas mobnas dengan mobil buatan Jepang dan Eropa yang memenuhi pasar dalam negeri, Dewa Yuniardi mengatakan, untuk bersaing memang sulit. Sebab, Indonesia sudah terlalu lama dimonopoli asing.

"Mobnas harus berada di luar pasar mobil-mobil tersebut, seperti Tawon dan Komodo. Mobil Tawon bermain di pasar angkutan umum sehingga bisa lebih teruji, sedangkan Komodo tidak bermain di pasar umum, tetapi di daerah pedesaan dan pegunungan," katanya.

Sementara itu, untuk mendukung riset pengembangan mobil Esemka, UMS telah membentuk tim riset yang mendampingi sekolah SMK untuk mengembangkan komponen dan desain mobil Esemka. UMS melakukan pendampingan di 23 SMK di Indonesia.

 

Seperti yang telah dikembangkan dari Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) yang telah berhasil mengembangkan mobil bahan bakar gas. Konsumsi bahan bakar gas lebih irit jika dibandingkan dengan bahan bakar minyak (BBM). Dengan 1 kg gas elpiji, mobil Esemka mampu menempuh perjalanan sejauh sekitar 40 kilometer. (Endang Kusumastuti)

Sumber: http://www.suarakarya-online.com/news.html?id=297924
Shared:

Komentar

Tambahkan Komentar


characters left

CAPTCHA Image