Penguatan Pendidikan Karakter, Mendikbud Dorong Seniman Masuk Sekolah

Author : Administrator | Selasa, 21 Februari 2017 11:51 WIB | Okezone - Okezone

UMM dalam Berita Koran Online

Foto: Istimewa

Jurnalis : Susi Fatimah

JAKARTA - Dalam rangka program Penguatan Pendidikan Karakter (PPK), Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy mengajak para seniman dan budayawan untuk masuk ke sekolah.

Para seniman dan budayawan tersebut, menurutnya, dapat memberikan inspirasi dan motivasi kepada para siswa untuk lebih mencintai seni dan budaya Indonesia, khususnya film nasional.

“Ini cara yang pas agar anak-anak lebih mencintai film nasional, dengan mendekatkan mereka kepada pemegang perannya yaitu seniman dan budayawan,” ujar Muhadjir dalam pembukaan Rapat Paripurna Badan Perfilman Indonesia (BPI) tahun 2017 di Jakarta, baru-baru ini.

Muhadjir mengatakan, untuk membangun masyarakat cinta film nasional dapat dibangun sejak dini. Anak-anak dapat diajarkan kepekaannya mengapresiasi terhadap karya-karya anak bangsa.

“Kemdikbud melalui program Penguatan Pendidikan Karakter yang menjadi amanat Bapak Presiden Joko Widodo, akan mencoba membangun kepekaan mengapresiasi terhadap karya anak bangsa, termasuk karya film nasional,” tuturnya dalam siaran pers, Selasa (21/2/2017).

Lebih lanjut ia menjelaskan, melalui program Penguatan Pendidikan Karakter (PPK), khususnya pada pendidikan dasar sekolah diajak untuk melakukan kegiatan belajar mengajar tidak hanya di dalam kelas.

“Para guru bisa mengajak siswanya untuk nonton film nasional. Dari hasil menonton tersebut bisa mengajak para siswa untuk membahas ulang terkait film tersebut, serta meminta kesan dari isi filmnya, dan biarkan siswa mengekspresikan ulang apa yang telah ditontonnya,” katanya.

Selain itu, mantan Rektor Universitas Muhamadiyah Malang itu juga mendorong BPI untuk membantu pemerintah dalam membangun masyarakat cinta film nasional.

“Membangun literasi perfilman atau membangun masyarakat cinta film nasional sangat penting dilakukan. Jika kultur di masyarakat masih belum cinta kepada film nasional, maka akan sulit juga bagi dunia perfilman, khususnya terhadap simbiosis produksi film dengan penontonya,” ujarnya.

Penyelenggaraan Rapat Paripurna BPI yang didukung oleh Pusat Pengembangan Perfilman (Pusbang Film) Kemdikbud ini bertujuan untuk memilih kepengurusan baru yang sebelumnya telah berlangsung pengurusan di bawah pimpinan Kemala Atmojo tahun 2014-2017. Di dalam Rapat ini juga akan dibahas berbagai permasalah penting yang menyangkut pengembangan perfilman Indonesia, termasuk di antaranya perubahan anggaran dasar dan naggaran rumah tangga BPI, dan program kerja BPI untuk kepengurusan periode selanjutnya.

 

Turut hadir dalam rapat tersebut, Sekretaris Jenderal Kemdikbud Didik Suhardi, Kepala Pusbang Film Maman Wijaya, serta organisasi kegiatan perfilman, organisasi usaha perfilman, organisasi profesi perfilman, dan organisasi pendidikan perfilman. Tercatat ada 45 organisasi akan terlibat dalam RP BPI ini, dari Aceh sampai Papua, dari organisasi-organisasi yang telah puluhan tahun membangun perfilman Indonesia, seperti KFT (Karyawan Film dan Televisi), PPFI (Persatuan Perusahan Film Indonesia), dan PARFI, sampai organisasi-organisasi yang jauh lebih muda seperti APROFI (Asosiasi Produser Film Indonesia), IFDC (Indonesian Film Director’s Club), RAI (Rumah Aktor Indonesia), serta komunitas-komunitas film yang berperan besar dalam pengembangan perfilman di masyarakat seperti JKFB (Jaringan Kerja Film Banyumas) dan Kineforum-DKJ.

Sumber: http://news.okezone.com/read/2017/02/21/65/1624076/penguatan-pendidikan-karakter-mendikbud-dorong-seniman-masuk-sekolah
Shared:

Komentar

Tambahkan Komentar


characters left

CAPTCHA Image