Mensos: Kalau Mau Cerdas Mahasiswa Jangan Pakai Narkoba

Author : Administrator | Senin, 05 September 2016 14:43 WIB | Okezone - Okezone

Foto: Syaiful Islam/Okezone

SURABAYA - Peredaran narkoba di negeri ini sangat mengkhawatirkan. Hampir semua lini di kalangan masyarakat sudah dimasuki narkoba, tak terkecuali di universitas. Adapun targetnya ialah para mahasiswa, yang merupakan generasi penerus bangsa.

Dengan kondisi tersebut, Menteri Sosial (Mensos) RI, Khofifah Indar Parawansa, mengajak mahasiswa untuk menjauhi narkoba. Menurutnya, mahasiswa jangan sampai mencoba-coba terhadap narkoba karena bisa ketagihan dan itu dapat berbahaya.

"Kalau mau cerdas mahasiswa jangan sampai coba-coba pakai narkoba, sekali coba akan ketagihan, maka sama saja dengan menjemput kematian sendiri," terang Khofifah saat menghadiri pembukaan pengenalan studi mahasiswa baru di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Senin (5/9/2016).

Menurut Khofifah, berdasarkan data dari Badan Narkotika Nasional (BNN), sebanyak 5,9 juta orang tercatat sebagai penyalahgunaan narkoba. Adapun belanja untuk narkoba menyentuh angka Rp72 triliun.

"Maka dari itu sampaikan pada teman mahasiswa lain supaya jangan mengonsumsi narkoba. Karena bisa berakibat fatal. Jangan dikira kampus aman dari peredaran narkoba, malah justru dijadikan peluang karena dinilai aman. Sehingga mahasiswa harus menjauhi narkoba dan waspada," ungkapnya.

Ia menambahkan, mahasiswa juga menanamkan revolusi karakter bangsa. Mahasiswa harus berakhlakul karimah, sehingga nantinya akan menjadi para pemimpin yang baik di negeri tercinta ini.

"Mudah-mudahan nanti dari UMM tidak hanya jadi Menteri Pendidikan, tetapi bisa menjadi menteri ekonomi karena di sini ada Fakultas Ekonomi," ujar mantan anggota DPR RI ini di hadapan ribuan mahasiswa baru.

Sementara itu, Ketua Umum PP Muhammaddiyah, Haedar Nashir, yang juga menghadiri pembukaan pengenalan studi mahasiswa baru di UMM, menyatakan ilmu jangan dijadikan sebuah menara, tetapi pembawa rahmatan lil alamin.

"Mahasiswa juga bisa membagun karakter bangsa. Apalah artinya bangsa pandai tapi lemah dan luruh akhlaknya. Kepandaian akan jadi predator, jika tidak dipondasikan dengan akhlak. Jadilah sosok yang gigih dan mandiri, dan dicontoh orang lain," ujar Haedar. (afr)

(sus)

 


Sumber: http://news.okezone.com/read/2016/09/05/65/1481590/mensos-kalau-mau-cerdas-mahasiswa-jangan-pakai-narkoba
Shared:

Komentar

Tambahkan Komentar


characters left

CAPTCHA Image


Shared: