Mahasiswi UMM Jadi Presiden ASEAN Youth Leaders Association

Author : Administrator | Kamis, 04 Juni 2015 12:22 WIB | Okezone - Okezone

Lutfiya Al-Qarani mahasiswi UMM yang menjadi Presiden AYLA (foto: UMM)

Lutfiya Al-Qarani mahasiswi UMM yang menjadi Presiden AYLA (foto: UMM)

JAKARTA – Lutfiya Al-Qarani mahasiswi jurusan Hubungan Internasional angkatan 2013 Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) telah membuktikan diri meraih sejumlah prestasi. Yang terbaru, ia terpilih sebagai Presiden ASEAN Youth Leaders' Association (AYLA) Indonesia 2015.

Dikutip dari laman umm.ac.id, terpilihnya Lutfiya sebagai Presiden AYLA Indonesia dilatari keterlibatan aktifnya dalam berbagai proyek pengembangan pemuda ASEAN, khususnya di bidang penegakan hak asasi manusia.

Sebelum menjadi Presiden AYLA, Lutfiya semula menjabat Director of Press Freedom and Media Center di organisasi international tersebut sejak berdiri pada 14 Februari 2014. Menariknya, Lutfiya juga menjadi salah satu inisiator berdirinya AYLA bersama 14 pemuda lainnya yang berasal dari berbagai negara ASEAN.

Karena inisiasinya yang proaktif dalam pengembangan pemuda ASEAN pula, ia beberapa kali menjadi delegasi Indonesia dalam berbagai kegiatan internasional.

Beberapa di antaranya yaitu International Youth Leaders Summit 2014 yang diadakan oleh Universitas De La Salle Manila, Filipina, International Youth Peace Festival 2014 yang diadakan oleh Global Youth Peace dan Gandhi Foundation di India, serta ASEAN University Youth Summit 2015 yang diadakan oleh Universiti Utara Malaysia.

“Karena AYLA itu beranggotakan para pemuda se-ASEAN, maka saya harus sering berkomunikasi dengan mereka, tak hanya via online,” kata mahasiswi yang pernah menjadi aktivis Dewan Anak Lombok Barat kala SMP ini.

Selain itu, Lutfiya juga menjadi sebagai juara satu mahasiswa berprestasi (Mawapres) tingkat Kopertis 7 pada 12 Mei 2015. Lutfiya menjuarai Mawapres setelah bersaing dengan delegasi mahasiswa terbaik dari 45 perguruan tinggi swasta (PTS) se-Jawa Timur.

Hobi menulis, Lutfiya bahkan memiliki karya buku yang diterbitkan sebelum ia menginjak bangku kuliah. Tiga buku tersebut merupakan hasil kompetisi menulis yang ia ikuti saat SMA dan semuanya terbit pada 2012.

Salah satu buku yang diterbitkan yakni keterkaitan dengan UMM, padahal saat itu ia masih menjadi siswa di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Mataram. Buku hasil karyanya diterbitkan UMM Press dengan judul “Jika Aku Menjadi Guru Inspiratif”.

Selain buku tersebut, ia juga menulis di buku “Chocolate, I Love It” (Metakata, 2012) dan “Simfoni Balqis” (Kedutaan Besar Yaman, 2012). Buku yang disebutkan terakhir bahkan merupakan hasil dari kompetisi menulis internasional, yaitu International Writing Competition yang diadakan oleh Kedutaan Besar Yaman. Buku ini bahkan telah diterjemahkan dan diterbitkan dalam lima bahasa.

“Saya punya motto; take action, miracle happen, no action, nothing miracle. Lakukan sesuatu, maka keajaiban akan datang, karena jika tidak melakukan apa-apa maka takkan ada keajaiban,” tandasnya penuh semangat.

Sumber: http://news.okezone.com/read/2015/06/04/65/1160006/mahasiswi-umm-jadi-presiden-asean-youth-leaders-association
Shared:

Komentar

Tambahkan Komentar


characters left

CAPTCHA Image


Shared: