Berikan Kuliah Umum di UMM, Mensos Sampaikan Kesepakatan SDGs

Author : Administrator | Senin, 05 September 2016 06:54 WIB | Metro TV News - Metro TV News

Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa menghadiri pembukaan Perkenalan Mahasiswa Baru (Permaba) Universitas Muhammadiyah Malang (Foto:Dok.Kemensos)

 

Metrotvnews.com, Malang: Menteri Sosial (Mensos) Khofifah Indar Parawansa menghadiri pembukaan Perkenalan Mahasiswa Baru (Permaba) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Di sana, Khofifah diminta memberikan kuliah umum kepada mahasiswa baru UMM.


 Dalam kuliah umumnya, Khofifah menyampaikan kesepakatan Sustainable Development Goals (SDGs) yang dicanangkan oleh Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) tahun lalu, di mana pengentasan kemiskinan menjadi tujuan utama seluruh bangsa.
 
Di hadapan ribuan mahasiswa baru dan jajaran akademisi UMM, Khofifah mengingatkan agar ‎ merekonstruksi gerakan kemahasiswaan harus bersinergi dengan untuk memberantas kemiskinan.
 
Dirinya pun mengingatkan kaidah dalam agama Islam tentang semangat memberantas kemiskinan. ‎ "Seringkali saya ingin sampaikan dalam kaidah agama kita (Islam), kalau tidak ingin orang itu kafir, maka janganlah dia dibikin fakir. Kalau tidak ingin mereka kufur, jangan dibikin fakir," kata Khofifah di DOME UMM, Malang, Senin (5/9/2016).
 
Tidak hanya soal memberantas kemiskinan, poin lain yang diangkat oleh Khofifah yaitu mengenai kesenjangan di seluruh aspek. Baik itu sosial, pendidikan, dan ekonomi.‎ "Kesenjangan antara masyarakat di kota dan di desa, seringkali ada kesenjangan antara kaya dan miskin dan lain sebagainya," ungkap dia.‎

Berikutnya, lanjut Khofifah yakni global partnership. UMM, sebut Khofifah, sudah mengembangkan program kerja sama dengan pihak luar dalam hal pendidikan. Namun, dirinya mengingatkan agar kampus putih untuk memperkuat global partnership global yang telah dilakukan. Sehingga, dapat memberikan efek positif bagi UMM dan bangsa Indonesia ke depannya.

"Artinya global partnership harus dikuatkan. ‎Kalau sekarang perkembangan sudah dijalankan, maka penguasanya juga harus dilakukan," sebut dia.

 

 

Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa menghadiri pembukaan Perkenalan Mahasiswa Baru Universitas Muhammadiyah Malang (Foto:Metrotvnews.com/Anggitondi Martaon)


Selain itu, ‎poin terakhir yang disinggung oleh Khofifah yaitu mengenai pendidikan yang layak bahkan perguruan tinggi. Khofifah menyampaikan, hingga saat ini pendidikan tinggi masih dianggap mustahil bagi sebagian orang tua di Indonesia.


 Hal itu dilihatnya langsung ketika memantau pencairan dana Program Keluarga Harapan (PKH). Saat itu, Khofifah menanyakan seberapa besar keinginan anggota PKH ingin melanjutkan pendidikan anaknya di perguruan tinggi.
 
"Saat itu, saya tanya ke ibu-ibu PKH di Lampung Timur 'Apa ibu-ibu mau menguliahkan anaknya sampai perguruan tinggi?'. Tidak ada yang menjawab satu pun," kata Khofifah.
 
Oleh karena itu, berdasarkan pengalamannya itu Khofifah meminta agar seluruh mahasiswa UMM untuk serius menjalani pendidikannya. Apalagi terlibat dengan obat-obat terlarang.
 
"UMM ini hadir untuk melindungi segenap bangsa dan tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa. Kalau mau cerdas jangan pernah coba-coba narkoba, sekali mencoba akan ketagihan," tegas dia.
 
Masih dalam kesempatan kuliah umum tersebut, Khofifah menyampaikan tentang pentingnya kemitraan antara perguruan tinggi dengan desa dalam mewujudkan Nawacita. Keberadaan perguruan tinggi tidak hanya untuk mencetak sarjana. Lebih dari itu, perguruan tinggi harus mampu membimbing masyarakat desa untuk lebih berkembang.

  

(Foto:Metrotvnews.com/Anggitondi Martaon)

 

"Kalau satu desa ada kemitraan perguruan tinggi, satu perguruan tinggi boleh saja membina ratusan bahkan ribuan desa. Paling tidak disetiap satu desa paling tidak ada yang mengawal seluruh proses percepatan pembangunan di desa itu," kata Khofifah.
 
Khofifah mengungkapkan, ‎pemerintah yang dipimpin oleh Presiden Joko Widodo telah menyiapkan anggaran yang begitu besar untuk desa. Namun, hal itu akan sia-sia jika implementasi anggaran tersebut tak didukung oleh Sumber Daya Manusia (SDM) yang mumpuni.
 
Oleh karena itu, keberadaan perguruan tinggi menjadi penting untuk bisa mengawal agar dana desa itu bisa peruntukannya. Sehingga, program desa sejahtera mandiri yang dicanangkan oleh Kementerian Sosial (Kemensos) bisa menjadi kenyataan.
 
"Maka dengan begini desa sejahtera mandiri bisa cepat terwujud kalau kemitraan dengan perguruan tinggi berjalan dengan baik," ungkap dia.
 
UMM, sebut Khofifah, merupakan salah satu perguruan tinggi yang telah bermitra dengan pemerintah untuk  mengembangkan potensi aparatur tingkat paling bawah di negeri ini. ‎Diharapkan, program nawacita membangun dari desa dapat terwujud dengan kemitraan antara perguruan tinggi dan desa.
 
"Pada dasarnya kembali ke nawacita, bahwa pembangunan harus dimulai dari pinggiran," kata perempuan berhijab itu.


(ROS)

Sumber: http://news.metrotvnews.com/daerah/VNnxqWvk-berikan-kuliah-umum-di-umm-mensos-sampaikan-kesepakatan-sdgs
Shared:

Komentar

Tambahkan Komentar


characters left

CAPTCHA Image