Warna-warni Pengubah Nasib

Author : Administrator | Sabtu, 19 November 2016 14:44 WIB | Media Indonesia - Media Indonesia

Penulis: Rio

MI/ARYA MANGGALA

KOTA Malang, Jawa Timur, sering menjadi destinasi liburan wisatawan.

Selain udara yang sejuk, banyak tempat wisata yang menarik dan unik.

Tempat itu memiliki daya tarik bagi wisatawan yang datang.

Salah satu destinasi yang menarik ialah Kampung Warna-warni di Kelurahan Jodipan, Kecamatan Blimbing.

Namun, siapa sangka kampung penuh warna di pinggiran Sungai Brantas itu dulunya kampung biasa dan terkesan kumuh.

Sejak kedatangan sekelompok mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), julukan kumuh tidak lagi disandang Kampung Jodipan.

Salah satu penggagas perubahan itu ialah Nabila Firdauziyah.

Nabila bersama tujuh rekannya sesama mahasiswa semester tujuh Fakultas Komunikasi UMN memilih kawasan itu sebagai bagian dari tugas kampus.

Mereka mendapatkan tugas praktikum public relation dari seorang dosen.

Tugas yang dikerjakan Nabila dan teman-temannya tidaklah main-main.

Mereka terinspirasi oleh kota di Rio de Janeiro, yang diubah dari kampung kumuh menjadi berwarna-warni.

Perubahan membuat kawasan Kampung Jodipan ramai dikunjungi wisatawan dari Kota Malang dan luar Kota Malang.

Ada 91 rumah yang dicat dengan 15 warna berbeda, mulai dinding, atap, hingga tangga-tangga di tengah kampung.

Butuh 2 ton cat kala itu untuk mewarnai rumah-rumah warga.

Mereka tidak sendiri. Untuk mewujudkan visi itu, mereka dibantu warga, TNI, dan Polri.

"Dampak dari semua pengecatan atau warna-warni ini kampung kita jadi bersih, jadi rapi, tertata. Akhirnya timbul rasa kepedulian, mereka sudah tidak membuang sampah dengan sembarangan karena dari segi pihak pengurus kampung, akhirnya menyediakan tempat sampah di rumah-rumah masing-masing," tutur Agus, salah seorang warga Kampung Jodipan.

Sejak Jodipan dinyatakan sebagai kampung wisata, perekonomian warga pun meningkat karena banyaknya kunjungan wisatawan yang ingin mengetahui kampung unik tersebut.

"Dampak ekonomi sangat terasa dengan adanya banyak pengunjung yang ingin mengetahui Kampung Warna-warni, salah satunya perekonomian di bidang penjualan. Jadi sekarang ibu-ibu menjual kebutuhan-kebutuhan dari orang-orang yang masuk," kata Agus.

Kini Kampung Jodipan banyak dikunjungi wisatawan untuk berfoto dan menghabiskan waktu liburan.

Menariknya tak hanya kampung menjadi indah dan bersih, tetapi kesejahteraan masyarakat Jodipan juga meningkat.(Rio/M-4)

Sumber: http://mediaindonesia.com/news/read/78152/warna-warni-pengubah-nasib/2016-11-19#
Shared:

Komentar

Tambahkan Komentar


characters left

CAPTCHA Image