Pro Kontra Tambahan Jam Belajar, Mendikbud Bentuk Tim Kajian

Author : Administrator | Selasa, 09 Agustus 2016 20:25 WIB | Media Indonesia - Media Indonesia

ANTARA FOTO/Syaiful Arif

 

MENTERI Pendidikan dan Kebudayaan Muhajir Effendy menyatakan pihaknya masih mengkaji rencana tambahan belajar sekolah atau yang terkenal disebut full day school yang menuai pro dan kontra di masyarakat.

"Kami telah membentuk tim kajian bersama Balitbang (Badan Penelitian dan Pengembangan) dan Direktorat Jenderal Dikdasmen (Pendidikan Dasar dan Menengah) Kemendikbud. Wacana ini masih uji publik. Jadi saya berterima kasih atas masukan dan kritikan masyarakat. Lebih baik saya di-bully sekarang ketimbang nanti bermasalah. Jika kajian selesai, saya sebagai pembantu presiden akan menyerahkan pada presiden," kata Muhadjir pada konferensi pers di Jakarta, Selasa (9/8).

Saat memberi keterangan, Menteri didampingi Sekjen Kemendikbud Didik Suhardi, Dirjen Dikdasmen Hamid Muhammad, Dirjen Guru Sumarna Surapranata, dan Dirjen Kebudayaan Hilmar Farid.

Mantan Rektor Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) itu menegaskan ingin menjadikan sekolah sebagai rumah kedua. "Mereka (pelajar) tidak lagi di mal atau di tempat-tempat yang tidak produktif. Sehingga kegiatan sekolah menghindarkan anak dari pengaruh buruk," cetusnya.

Menurut Muhadjir, rencana tambahan jam belajar tidak dalam bentuk mata pelajaran tetapi dengan bentuk kegiatan ekstrakurikuler yang disesuaikan dengan kebutuhan siswa.

Hamid menambahkan, pihaknya masih akan mengkaji bersama dengan tim pakar pendidikan dan psikolog untuk mematangkan rencana Mendikbud tersebut.

"Kami akan pelajari juga sekolah yang menerapkan full day school seperti apa," ujarnya.

Dia mengaku belum dapat merinci lebih lanjut tentang penerapan tambahan jam belajar di sekolah itu.

Adapun Sumarna menambahkan dengan rencana tambahan jam belajar siswa tersebut menjadi kesempatan bagi guru dapat memenuhi persyaratan 24 jam per minggu tanpa keharusan tatap muka.

"Ini sedang kita rumuskan juga bagaimana kegiatan ekstra kurikuler yang diajarkan guru menjadi tambahan ekuivalennya," ujarnya.

Sumber: http://mediaindonesia.com/news/read/60730/pro-kontra-tambahan-jam-belajar-mendikbud-bentuk-tim-kajian/2016-08-09
Shared:

Komentar

Tambahkan Komentar


characters left

CAPTCHA Image