Mendikbud tidak Setuju Pembuat Bikini Dipidana

Author : Administrator | Selasa, 09 Agustus 2016 03:20 WIB | Media Indonesia - Media Indonesia

MI/PANCA SYURKANI

MENTERI Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy tidak setuju pembuat makanan ringan Bihun Kekinian (Bikini) dipidana. Alasannya, makanan ringan itu dibuat untuk sebuah tugas kuliah yang kemudian melahirkan kreativitas. "Kami hargai kreativitas dia. Saya tidak setuju kalau dipidanakan," ujar mantan Rektor Universitas Muhammadiyah Malang itu seusai bertemu Wakil Presiden Jusuf Kalla, Senin (8/8).

Ia menyampaikan hal itu untuk menanggapi kontroversi peredaran makanan ringan Bikini yang menampilkan desain kemasan perempuan berbikini dengan slogan 'remas aku'. Dalam pandangan Muhadjir, tidak ada yang salah dari apa yang telah dilakukan Pertiwi Darmawanti Oktavia, 19, selaku pembuat makanan ringan itu yang saat ini telah ditetapkan sebagai tersangka. Hal itu dilakukan mahasiswi tersebut dalam rangka mengerjakan tugas kuliah yang diberikan dosennya.

"Kita harus hargai kreativitas mereka, tinggal meluruskan saja, dan meluruskan itu tugas pendidik. Biarkan mereka liar berkreasi, pendidik yang memberikan batasan, mana yang boleh dan mana yang tidak," kata Muhadjir. "Guru bisa dikenai sanksi pelanggaran etika, tapi muridnya jangan dipasung," tambahnya. Walau begitu, ia menyetujui langkah penarikan produk tersebut dari pasaran karena telah menimbulkan kontroversi. Hingga kemarin, Kepolisian Resor Depok, Jawa Barat, masih meminta keterangan sejumlah pihak setelah Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan menggerebek lokasi pembuatan makanan ringan tersebut di kawasan Sawangan.

Sumber: http://mediaindonesia.com/news/read/60528/mendikbud-tidak-setuju-pembuat-bikini-dipidana/2016-08-09
Shared:

Komentar

Tambahkan Komentar


characters left

CAPTCHA Image