Mendikbud Minta Pembangunan Sekolah di Pidie Jaya Disegerakan

Author : Administrator | Senin, 02 Januari 2017 14:59 WIB | Media Indonesia - Media Indonesia

Penulis: Syarief Oebaidillah

Ist

GUNA memastikan percepatan revitalisasi sekolah pascagempa, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy kembali mengunjungi Pidie Jaya, Aceh. Ini merupakan kunjungan Mendikbud yang ketiga sejak gempa di Pidie Jaya 7 Desember 2016 lalu.

Mendikbud melihat langsung proses belajar mengajar yang sudah berlangsung di tenda-tenda darurat sekaligus memeriksa perkembangan pembangunan sekolah darurat.

Ikut bersama rombongan, Sekjen Kemendikbud Didik Suhardi, Dirjen Dikdasmen Kemendikbud Hamid Muhammad, Direktur Pembinaan SD Wowon Wirdiyat dan Direktur Pembinaan Pendidikan dan Layanan Khusus Renani Pantjastuti, Staf Khusus Mendikbud Bidang Monitoring Implementasi Kebijakan Alpha Amirrachman dan Staf Khusus Mendikbud Bidang Hubungan Antar Lembaga Fajar Riza Ul Haq. Ikut mendampingi Deputi Badan Nasional Penanggulangan Bencana Tri Budiarto, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Aceh Darjo dan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pidie Jaya Syaiful.

Mendikbud mengunjungi dan berdialog dengan siswa SDN Jiem Jiem, SMPN 3 Bandar Baru, TK Al Hidayah, SDN Jalan Rata, SMK Kesehatan Putra Nanggroe, dan SMAN 1 Trienggadeng pada Minggu (1/1) dan Senin (2/1).

Mantan Rektor Universitas Muhammadiyah Malang ini disambut gembira oleh guru dan siswa di sekolah tersebut walaupun mereka harus melaksanakan proses belajar mengajar di tenda-tenda darurat karena ruang-ruang kelas sementara masih dalam proses pembangunan oleh Kementerian PUPR.

Sejauh ini, sudah didirikan 170 tenda di 68 titik lokasi sekolah. Selain itu, 158 ruang kelas sementara juga sedang dibangun di 28 titik lokasi sekolah yang rusak berat.

"Saya menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada guru dan siswa yang dengan semangat tinggi kembali ke sekolah walau dengan berbagai keterbatasan," ujar Mendikbud.

"Siswa-siswa tetap gembira walau belajar di bawah tenda, guru-guru juga tetap semangat untuk mengajar," ungkap Kepala Sekolah SDN Jalan Rata Hamdiah saat berdialog dengan Mendikbud di lokasi tersebut.

Muhadjir menyampaikan bahwa pembangunan ruang kelas darurat dan gedung permanen menjadi tanggung jawab KemenPUPR dengan anggaran dari BNPB, sementara Kemendikbud bertanggung jawab untuk menyediakan mebeler dan peralatan pembelajaran.

"Saya mengharapkan KemenPUPR segera menuntaskan pembangunan ruang kelas sementara dan memulai pembangunan gedung sekolah permanen, sehingga Kemendikbud dapat memenuhi kewajibannya menyediakan mebeler dan alat pembelajaran yang dibutuhkan ruang-ruang kelas nanti. Gedung sekolah yang baru nanti harus lebih baik dari yang lama", ungkap Mendikbud di depan para siswa.

Harapan senada diutarakan Kepala Sekolah SMPN 3 Bandarbaru Rusli. Ia juga mengharapkan dapat segera pindah dari tenda ke gedung yang layak.

Sementara Mendikbud juga mengharapkan agar bagi sekolah-sekolah yang rusak ringan agar betul-betul mengajak siswanya kembali ke sekolah.

"Karena itu trauma healing dan bimbingan psikososial penting dan akan terus dilakukan oleh Kemdikbud," ujar Mendikbud sambil menambahkan bahwa
Kemendikbud terus akan melatih guru-guru dengan trauma healing selain juga menyediakan school kits dan alat pembelajaran walaupun proses belajar mengajar masih harus dilakukan di bawah tenda untuk sekolah-sekolah yang rusak berat.

Hasil pemantauan tim Kemdikbud terkait kerusakan sarana dan prasarana pendidikan dan kebudayaan dilaporkan, terdapat 65 sekolah yang mengalami
kerusakan, terdiri dari 35 Sekolah Dasar (SD), 11 Sekolah Menengah Pertama (SMP), 13 Sekolah Menengah Atas (SMA), dan 6 Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Selain itu, terdapat juga 81 fasilitas Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) mengalami kerusakan sarana dan prasarana dengan tingkat rusak sedang dan berat.

Mendikbud memaparkan rencana pemenuhan kebutuhan bantuan pascagempa Aceh dengan total anggaran sekitar Rp68,2 miliar, dengan rincian pada 2016 akan disalurkan sebesar Rp25,8 miliar, dan tahun anggaran 2017 dialokasikan sebesar Rp42,4 miliar. (RO/OL-6)

Sumber: http://www.mediaindonesia.com/news/read/85815/mendikbud-minta-pembangunan-sekolah-di-pidie-jaya-disegerakan/2017-01-02#
Shared:

Komentar

Tambahkan Komentar


characters left

CAPTCHA Image