Luhut: Kontribusi Freeport ke Indonesia tidak Besar

Author : Administrator | Selasa, 21 Februari 2017 15:12 WIB | Media Indonesia - Media Indonesia

Penulis: Annisa Ayu Artanti, Bagus Suryo Nugroho

ANTARA

MENTERI Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan menyebutkan kontribusi PT Freeport Indonesia kepada perekonomian Indonesia tak sebesar yang dikatakan CEO Freeport McMoran, induk usaha Freeport Indonesia, Richard Adkerson.

Luhut mengatakan, kontribusi sebesar 60 persen yang dikatakan Freeport ini masih sangat kecil dibandingkan dengan kontribusi rokok dan tembaga. Seperti diketahui, Freeport mengatakan kontribusi besar lantaran mengakumulasikannya sejak 1991.

"Dia bilang (berkontribusi) Rp614 triliun selama 25 tahun, kita batu bara berapa banyak, rokok berapa banyak?," kata Luhut di Kantor Kemenko Kemaritiman, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Selasa (21/2)

Ia menyebutkan saat ini komoditas batu bara juga memberikan kontribusi cukup signifikan terhadap perekonomian nasional yakni mencapai 85 persen.

"Dia bilang 60 persen memberikan kontribusi kepada pemerintah lah, batu bara itu 80 persen sampai 85 persen loh kontribusinya," ucap dia.

Di tempat terpisah, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan juga menguatkan pernyataan Luhut. Menurut Jonan, penerimaan negara dari PT Freeport Indonesia sangat sedikit dibanding dengan penerimaan dari sektor lainnya.

"Penerimaan negara dari cukai rokok itu tahu enggak? Cukai rokok di Indonesia berapa sekarang? Rp139,5 triliun satu tahun. Nah, Freeport ini yang bayar R 8 triliun saja rewel banget," katanya saat mengisi Kuliah Tamu dan Workshop Capasity Building Energi Baru Terbarukan (EBT) oleh Pemuda Muhammadiyah di Hall Dome Universitas Muhammadiyah Malang, Selasa (21/2).

Meskipun Freeport mengklaim sudah berkontribusi banyak secara finansial kepada Indonesia tersebut, Luhut menegaskan bahwa Freeport tetap melanggar Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang Minerba.

Oleh karena itu, jika penyelesaian deadlock pemerintah dan Freeport ini harus diselesaikan melalui jalur arbitrase internasional, ia yakin pemerintah pasti menang. Jika menang, lanjut Luhut, konsesinya akan diserahkan kepada negara dalam hal ini badan usaha swasta atau Badan usaha Milik Negara (BUMN).

"Ya pemerintah, bisa saja ajak swasta, kenapa tidak? Itu yang kerja sekarang anak-anak ITB lebih dari 500 yang megang itu, 90 persen lebih orang-orang lulusan ITB dan ITS dan segala macam, yah masak kau tidak bangga dengan republik, kau masak tidak bangga," ujarnya.MTVN/OL-2 

Sumber: http://www.mediaindonesia.com/news/read/93317/luhut-kontribusi-freeport-ke-indonesia-tidak-besar/2017-02-21#
Shared:

Komentar

Tambahkan Komentar


characters left

CAPTCHA Image