Full Day School Diuji Coba

Author : Administrator | Kamis, 11 Agustus 2016 06:49 WIB | Media Indonesia - Media Indonesia

ANTARA FOTO/Arif Firmansyah

DI TENGAH arus peno­lakan yang cukup be­sar soal wacana sekolah sehari penuh (full day school), pemerintah berge­ming.

Wakil Presiden Jusuf Kalla setuju dengan wacana tersebut, tetapi perlu diuji coba di daerah tertentu.

“Uji coba dulu di daerah terten­tu. Kalau berhasil, boleh secara bertahap karena saya yakin tidak semua sekolah juga daerah siap,” kata Wapres di Jakarta, ke­marin.

Dia mengatakan sekolah sehari penuh bukanlah hal baru karena sekolah-sekolah swasta banyak menerapkannya.

Namun, untuk mengimplemen­tasikannya harus ada syarat tertentu yang dipenuhi, misalnya, harus ada kantin yang baik dan ada ruang bermain yang baik. “Jangankan full day, ada sekolah yang all day seperti pesantren. Pesantrenkan siang dan malam belajar, ini bukan hal unik, tapi biasa saja,” tambah dia.

Karena itu, menurut dia, perlu disesuaikan dengan tempat karena di daerah pertanian, anak akan membantu orangtuanya pada siang hari.

Sebelumnya Menteri Pendidik­an dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy mewacanakan sekolah sehari penuh yang bertujuan meningkatkan kompetensi anak bangsa agar berdaya saing dan memiliki karakter seperti yang dikandung Nawa Cita.

Ibarat anjing menggonggong kafilah berlalu. Muhadjir pantang mundur. “Full day (sehari pe­nuh), jalan. Teknisnya belum, tetapi Insya Allah jalan. Itu berkaitan dengan pendidikan karakter tingkat SD dan SMP,” tandas mantan Rektor Universitas Muhammadiyah Malang ini seusai berkunjung ke SMK Muhammadiyah Imogiri Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kemarin.

Menteri PPA menolak
Sejak digulirkannya wacana sekolah seharian, penolakan te­rus berkumandang meski tak sedikit juga yang mendukung.

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Susana Yembise mengakui gagasan koleganya di Kabinet Kerja itu akan membebani hak bermain anak dan bertentangan dengan konvensi hak anak.

Sumber: http://mediaindonesia.com/news/read/61015/full-day-school-diuji-coba/2016-08-11
Shared:

Komentar

Tambahkan Komentar


characters left

CAPTCHA Image