Takut Nonaktif, UMM Pangkas Jumlah Maba

Author : Administrator | Senin, 10 Agustus 2015 13:31 WIB | Malang Post - Malang Post

MALANG – Rasio dosen mahasiswa tampaknya menjadi momok mengerikan bagi perguruan tinggi saat ini. Konsekuensi nonaktif yang diberikan membuat kampus terpaksa mengurangi penerimaan mahasiswa baru (maba). Begitu juga dengan perguruan tinggi swasta sekelas Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) yang melaksanakan ujian calon maba, kemarin.
Khusus tahun ini, UMM harus menurunkan penerimaan mahasiswanya. Tahun-tahun sebelumnya, angka penerimaan berada dalam kisaran tujuh ribuan. Namun khusus tahun ini harus dikurangi menjadi sekitar enam ribuan.
Hal tersebut dinyatakan oleh Prof. Dr. Bambang Widagdo, MM, Wakil Rektor I bidang akademik UMM selepas pelaksanaan ujian masuk gelombang kedua, kemarin (10/8). Bambang menyatakan, penurunan penerimaan mahasiswa tahun ini memang berkaitan dengan pertimbangan rasio dosen dan mahasiswa.
”Memang sudah menjadi kebijakan kami untuk mengurangi mahasiswa disesuaikan dengan jumlah tenaga dosen yang ada. Hal ini tentunya bertujuan untuk meningkatkan mutu pembelajaran,” terang Bambang.
Bahkan, UMM telah berancang-ancang melakukan merekrut dosen baru. Sebelumnya telah ada 100 dosen baru yang direkrut. Untuk bulan ini rencananya akan ditambah 34 dosen lagi agar rasio semakin renggang dan beban dosen tidak terlalu berat.
Tak hanya menjaga rasio ideal dosen mahasiswa, penurunan kuota mahasiswa baru ini juga diputuskan atas pertimbangan jumlah ruangan kuliah. Menurut Bambang, selama ini penggunaan ruangan kuliah sangat padat. Padahal kuliah dilaksanakan hingga malam hari.
”Kalau ada dosen yang berhalangan masuk itu kebanyakan susah mencari pengganti ruangan. Dengan mengurangi jumlah mahasiswa, nanti akan ada ruang cadangan untuk jaga-jaga saat ada kelas pengganti,” imbuh guru besar di Fakultas Ekonomi dan Bisnis UMM tersebut.
Kuota enam ribuan mahasiswa ini akan diambil dari tiga gelombang. Untuk gelombang pertama, telah ada 2016 calon mahasiswa baru yang melakukan registrasi ulang. Sedangkan gelombang kedua telah diminati sebanyak 9.187 orang dan hanya akan diambil sekitar empat ribuan.
”Tetap akan membuka penerimaan gelombang III, namun untuk program studi yang secara kuota terpenuhi berdasarkan standar passing grade tidak akan dibuka lagi. Yang sudah pasti tidak akan dibuka lagi adalah Fakultas Kedokteran. Untuk fakultas dan jurusan lain, masih menunggu hasil tes gelombang II ini,” paparnya.
Niatan UMM untuk menurunkan kuota itu justru berbanding terbalik dengan jumlah peminat yang sangat besar. Dibandingkan dengan data tahun lalu, jumlah peminat UMM mengalami peningkatan drastis. Jika tahun lalu total pendaftar gelombang I, II dan III mencapai kisaran 14 ribu. Tahun ini, pendaftar gelombang I dan II bahkan sudah menembus angka 22 ribu pendaftar. Jumlah tersebut belum termasuk pendaftar gelombang III yang akan dibuka 14 Agustus mendatang.
Terkait ujian masuk gelombang II ini, pelaksanaan cenderung aman tanpa ada temuan operasi joki. Padahal puluhan intel telah dikerahkan untuk memeriksa 109 peminat kedokteran UMM yang berada di lantai 2 hingga sampai 5 Gedung Kuliah Bersama 1 di kampus 3 UMM.
”Untuk seluruh peminat kedokteran kami geledah tanpa terkecuali. Untuk yang non kedokteran hanya beberapa saja,” tegasnya.
Mengingat jumlah peserta ujian gelombang cukup banyak, sejumlah unit bisnis seperti UMM Dome, Rumah Sakit UMM, Rusunawa, dan ruang-ruang pertemuan di hotel UMM Inn menjadi sasaran ruang ujian di luar area kampus. Bahkan, UMM harus menyewa ruang-ruang kelas di MTs, MA, dan SMK Muhammadiyah Tlogomas.
Kendati tak menemukan joki, Bambang menyatakan, keikutsertaan aparat kepolisian tetap menjadi kebanggaan tersendiri bagi UMM. Menurutnya, hal tersebut adalah upaya kampus untuk menggunakan standar kemanaan tingkat tinggi untuk menanggulangi tindak kecurangan.
“Ini terkait kredibilitas kampus. Jangan sampai joki mengacak-ngacak dunia pendidikan. Mengingat kepercayaan terus meningkat, maka kita punya amanah agar bisa memenuhi ekspektasi publik bahwa UMM adalah kampus yang berintegritas,” pungkasnya.(nas/ary)

Sumber: http://www.malang-post.com/pendidikan/105925-takut-nonaktif-umm-pangkas-jumlah-maba
Shared:

Komentar

Tambahkan Komentar


characters left

CAPTCHA Image