Dikunjungi Menteri PUPR, Kampung Warna-warni jadi model pembangunan daerah di Indonesia

Author : Administrator | Sabtu, 01 Oktober 2016 08:37 WIB | Lensa Indonesia - Lensa Indonesia

Pemkot diminta bangun jembatan penghubung Kelurahan Kesatrian-Jodipan

Editor :Mohammad Ridwan
Kampung Warna-Warni dan Kampung 3D di Kota Malang terbelah aliran sungai. Foto: Aji-lensaindonesia.com

LENSAINDONESIA.COM: Kota Malang kini memiliki ikon destinasi wisata baru, yaitu Kampung Warna-warni. ‎Kampung di Kelurahan Kesatrian ini yang juga akhirnya memberi inspirasi bagi Kelurahan Jodipan, Kecamatan Kedung Kandang melahirkan Kampung 3D (tiga dimensi).

Lokasinya berada di bantaran Sungai Brantas. Tepatnya di samping jembatan jalan utama, yaitu Jalan Embong Brantas.

Pemukiman di kawasan kontur tanah yang tak beraturan itu terlihat indah seperti rumah bersusun. ‎Apalagi setelah dicat warna-warni.

Ada hijau, kuning, biru, jingga, pink, merah dan lainnya. Warna-warni itu terlihat sangat eksotik dan mempesona.

Kampung pemukiman warga di atas Sungai Brantas itu tak ubahnya seperti perkampungan indahdi negara-negara lain. Misalnya di Rio de Jenairo, CinqueTerre warisan UNESCO di Italia dan Jellybean Row di St John Newfound, Kanada.

Maklum, kampung Warna-warni di Jodipan yang inisiatornya mahasiswa UMM itu terpajang seperti labirin. Terlihat barisan rumah bersusun dengan gaya Victoria.

  

Kampung Warna-Warni dan Kampung 3D di Kota Malang terbelah aliran sungai. Foto: Aji-lensaindonesia.com

Makanya, kampung Warna-warni itu tak hanya menarik perhatian wisatawan domestik dan manca negara untuk berselfieria di kawasan tersebut. Namun, juga menarik perhatian beberapa menteri seperti Meteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat‎ (PUPR), Muchamad Basuki Hadimuljono.

Dia secara khusus berkunjung ke kampung Warna-Warni. Menteri PUPR itu terpesona begitu melihat keindahan kampung tersebut, Jumat (23/09/2016).

Awalnya, yang jadi perhatian dia soal kelayakan bangunan dari kawasan pemukiman tersebut. Apalagi lokasinya berada di bantaran sungai terpanjang di Pulau Jawa itu.

Setelah melihat kondisi ‎Kampung Warna-warni itu, Menteri PUPR ini menilai ‎tidak ada masalah. “Masih bisa ditoleransi,” kata dia.

Menurut dia, rumah pemukiman yang berada di paling bawah masih 100 meter dari permukaan sungai. Meski begitu, dia mengimbau agar ‎berkoordinasi dengan Jasa Tirta yang memiliki kewenangan pemanfaatan bantaran sungai itu.

Dia pun menegaskan bila‎ Kampung Warna-warni ini bisa dijadikan model pembangunan daerah bantaran sungai di Indonesia. ‎Hanya saja kata dia masih perlu ada kajian lagi.

Alasannya, untuk menjadi destinasi ‎wisata tak cukup hanya unik. Namun, juga harus aman, nyaman dan tak merusak lingkungan.

“Untuk itu saya harus diskusi dulu. Terutama dengan UMM (Universitas Muhammadiyah Malang) yang mengawali,” katanya.

Selain itu, Pemkot Malang diminta berkomunikasi dengan Jasa Tirta untuk membangun jembatan penghubung Kampung Tridi (3D) Kelurahan Kesatrian dengan Kampung Warna-warni Kelurahan Jodipan).

  

Kampung Warna-Warni dan Kampung 3D di Kota Malang terbelah aliran sungai. Foto: Aji-lensaindonesia.com

Sementara itu, Wali Kota Malang, HM Anton berjanji akan serius menggarap kampung Warna-warni jadi destinasi wisata selfie. Untuk itu, dia mengaku sudah ‎ke Kementerian ESDM demi membenahi lampu penerangan di pemukiman tersebut.

“Pembangunannya secara konsorsium. ESDM sudah menghadirkan pelaksana untuk menata PJU bertenaga surya. Kementerian PU membangun jembatan penyeberangan yang menghubungkan warna warni dengan kampung 3D,” papar Anton.

Itu mengingat, tutur dia, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono akan menjadikan Kampung Warna-warni sebagai proyek percontohan penataan perumahan di bantaran sungai. “Karena itu kita sambut dengan antusias,” katanya.@aji_drq (adv)

 

 

Sumber: http://www.lensaindonesia.com/2016/10/01/dikunjungi-menteri-pupr-kampung-warna-warni-jadi-model-pembangunan-daerah-di-indonesia.html
Shared:

Komentar

Tambahkan Komentar


characters left

CAPTCHA Image


Shared: