UMM-Politeknik Singapura Hasilkan Tiga Teknologi

Author : Administrator | Jum'at, 18 September 2015 16:24 WIB | Koran Tempo - Koran Tempo
UMM-Politeknik Singapura Hasilkan Tiga Teknologi
Learning Express (LEx) hasil kolaborasi 25 mahasiswa Singapore Polytechnic, dan 25 mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) lahirkan tiga produk teknologi baru. Sumber : umm.ac.id KOMUNIKA ONLINE

KOMUNIKA, Jakarta - Kegiatan Learning Express (LEx) yang diikuti 25 mahasiswa Singapore Polytechnic dan 25 mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang(UMM) melahirkan tiga produk teknologi baru. Tiga produk itu dipamerkan melalui kegiatan Eksibisi LEx dan Closing Ceremony di Aula Biro Administrasi Umum (BAU) UMM, Kamis, 17 September lalu.

Penemuan mereka merupakan hasil riset dan pengembangan teknologi yang dilakukan di tiga desa di kota Batu, yaitu desa Mojorejo dengan usaha abon lele, desa Rejoso dengan usaha tas plastic, dan desa Jeding dengan usaha pembibitan sayur. Mereka melakukan riset selama dua pekan, yaitu pada 6-16 September. Pada prosesnya, mahasiswa dari dua negara tersebut dituntut melakukan kerja nyata dengan metode design thinking.

"Dalam design thinking, mahasiswa diajak melakukan analisis dan eksplorasi budaya di salah satu desa di Kota Batu," ujar Koordinator LEx UMM, Zaky M Zulkarnain. Menurut Zaky, para peserta diminta mencari salah satu usaha, yang bisa menginspirasi mahasiswa menghasilkan teknologi baru. Teknologi tersebut harus dapat mempermudah dan meningkatkan produksi kualitas usaha bagi masing-masing usaha kecil dan menengah (UKM) di desa yang menjadi lokasi kegiatan.

“Program LEx ini membuka kesempatan bagi mahasiswa Singapore Polytechnic dan UMM untuk saling belajar mengeksplorasi kehidupan bermasyarakat. Ini menjadi bagian tak terpisahkan dari keseharian mereka,” kata Zaky.

Nicholas, salah seorang mahasiswa Singapore Polytechnic, mengungkapkan bahwa dirinya merasakan pengalaman yang berbeda dengan proyek ini. “Saya sangat menikmati dalam mengerjakan proyek Abon Lele ini. Ini pengalaman baru bagi saya. Tentu saja, kami melakukan proyek ini dengan sungguh-sungguh,” ujarnya.

Senada dengan Nicholas, Adit, mahasiswa UMM juga sangat merasakan dampak positif bekerjasama dengan mahasiswa asing. “Kami menganalisa permasalahan dalam waktu yang sangat singkat dan harus menemukan solusi bersama hingga membuat prototype,” kata Adit .

Asisten Rektor Bidang Kerjasama UMM Drs Soeparto MPd berharap design thinking tidak berhenti setelah kegiatan berakhir. "Cara berpikir dalam design thinking ini harus terus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari," ucapnya.

Kegiatan LEx kali ini merupakan periode yang keempat. Pada periode sebelumnya, kerja sama dilakukan dengan mahasiswa asal Jepang, yaitu dari Kanazawa Institute of Technology (KIT).

Sumber: http://www.tempo.co/read/news/2015/09/18/273701821/umm-politeknik-singapura-hasilkan-tiga-teknologi
Shared:

Komentar

Tambahkan Komentar


characters left

CAPTCHA Image