UMM Kini Gunakan Alat Tes Bahasa Inggris Buatan Sendiri

Author : Administrator | Kamis, 26 Maret 2015 21:00 WIB | Koran Tempo - Koran Tempo
UMM Kini Gunakan Alat Tes Bahasa Inggris Buatan Sendiri

Universitas Muhammadiyah Malang. TEMPO/Abdi Purmono

TEMPO.CO, Malang - Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kini mempunyai alat tes bahasa Inggris buatan sendiri yang dinamai Test of Academic English Proficiency alias TAEP. Seperti halnya TOEFL (Test of English as a Foreign Language) dan IELTS (International English Language Testing System), TAEP dapat digunakan untuk mengukur kemampuan berbahasa Inggris seseorang.

“Keuntungannya, karena disusun sendiri oleh UMM, kita dapat terhindar dari penggunaan TOEFL atau IELTS secara ilegal,” kata Direktur Language Center (LC) Masduki kepada Tempo, Kamis, 26 Maret 2015.

TAEP sudah digunakan UMM sejak 2012. Namun baru tahun ini TAEP dipatenkan Direktorat Jenderal Hak Atas Kekayaan Intelektual Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia.

Meski bikinan sendiri, Masduki menjamin TAEP berbiaya murah dan kualitasnya tetap terjamin. Ia pun menjamin semua mahasiswa yang mampu mengerjakan TAEP dan hasilnya tinggi, bila dites lagi dengan TOEFL dan IELTS maupun alat tes lain, hasilnya pasti juga tinggi.

TAEP telah diuji coba dan diakui kualitasnya setara dengan tes kemampuan bahasa Inggris standar internasional lainnya. Masduki mencontohkan keberhasilan mahasiswa UMM yang mendapatkan beasiswa Erasmus Mundus di Eropa dengan melampirkan dokumen TAEP tanpa TOEFL atau IELTS. “TAEP sudah diakui Komisi Eropa.”

Keunggulan lain, kata Masduki, TAEP representasi pengguna bahasa Inggris secara global. Pengisi suara untuk tes listening TAEP tidak hanya berasal dari Inggris dan Amerika, tapi juga mahasiswa dari pelbagai belahan dunia, seperti Brasil, Italia, Jepang, Nigeria, Polandia, Prancis, Singapura, Spanyol, dan Uzbekistan. Dengan demikian, nada dan pelafalannya berbeda-beda sesuai asal negara penutur.

“Itu sesuai dengan status bahasa Inggris sebagai bahasa global, tidak hanya milik Amerika atau Inggris. Jadi TAEP memang lebih globish (global English),” kata Kepala Program English for Specific Purpose (ESP) UMM Wahyu Widi.

Menurut Widi, LC bekerja sama dengan International Relations Office (IRO) yang mengkoordinasi para mahasiswa asing di UMM sebagai pengisi suara. “Di UMM banyak mahasiswa asing dari banyak negara,” kata Widi.

Widi menyebutkan ada tiga tahap pelaksanaan TAEP, yakni sebelum proses pengajaran dimulai, pada semester lima, serta setelah mahasiswa diwisuda. Masa jeda diperlukan agar mahasiswa bisa mengembangkan kemampuan berbahasa Inggris secara informal. Dokumentasi grafik hasil tes tiap mahasiswa dapat dilihat di kantor LC.

Widi optimistis pelaksanaan TAEP akan lancar karena minat karyawan, tenaga pengajar, dan mahasiswa terhadap bahasa Inggris sudah baik.

Sumber: http://www.tempo.co/read/news/2015/03/26/079653239/UMM-Kini-Gunakan-Alat-Tes-Bahasa-Inggris-Buatan-Sendiri
Shared:

Komentar

Tambahkan Komentar


characters left

CAPTCHA Image