KSAD: Waspadai Proxy War

Author : Administrator | Jum'at, 10 April 2015 11:54 WIB | Koran Pendidikan - Koran Pendidikan

UMM dalam Berita Koran Online

KSAD: Waspadai Proxy War

KSAD: Waspadai Proxy War

 

 

MALANG- Indonesia yang berada di wilayah ekuator menjadi incaran banyak negara lain, jika tidak berhati- hati maka potensi bangsa ini akan direbut oleh bangsa lain. Hal itu disampaikan Kepala Staf Angkatan Darat (KASAD) Jenderal (TNI) Gatot Nurmantyo di hadapan lebih dari 8000 mahasiswa dalam stadium general di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Senin (6/4).

Hal tersebut menurutnya karena Indonesia memiliki potensi dalam bidang energi yang sangat krusial bagi dunia. Saat ini diperkirakan cadangan minyak dunia hanya mampu untuk memenuhi kebutuhan hingga 45 tahun mendatang.

“70 persen dari konflik dunia terjadi karena latar belakang energi.  Perang energi akan semakin menjadi-jadi. Berbagai gejala yang mengarah pada perang tersebut bahkan sudah mulai tampak, salah satunya melalui perang proxi (proxy war),” ucap Gatot.

Menurutnya Proxy war adalah perang dengan menggunakan pihak ketiga sebagai pengganti perang secara langsung untuk menghindari risiko kehancuran fatal. Ia memisalkan, lepasnya Timor Timur dari Indonesia merupakan contoh nyata proxy war.

Kata Gatot, Australia kala itu membantu Timor Timur untuk lepas dari Indonesia karena ingin menguasai cadangan minyak yang melimpah di daerah tersebut. “Xanana Gusmao saat dikonfirmasi waktu itu membenarkan bahwa Australia berada di balik lepasnya Timor Timur,” kata Gatot.

Agar hal tersebut tidak terulang kembali menurutnya negara ini harus semakin menguatkan modal yaitu ideologi Pancasila. Ideologi ini adalah ideologi yang khas, yang tidak ditiru negara manapun. Dengan ideologi ini kita punya cara beragama yang diatur dengan ketuhanan Yang Maha Esa. Kita punya cara bersosial yang diatur dalam keadilan yang adil dan beradab. Kita punya semangat kebangsaan dengan persatuan Indonesia. Kita punya cara bernegara dengan kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan, dan semuanya bermuara kepada tujuan nasional kita, untuk keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Sumber: http://headline.koranpendidikan.com/view/6138/ksad-waspadai-proxy-war.html
Shared:

Komentar

Tambahkan Komentar


characters left

CAPTCHA Image