Mahasiswa Singapura dan Jepang Belajar di Gamping

Author : Administrator | Kamis, 18 September 2014 06:31 WIB | Kedaulatan Rakyat - Kedaulatan Rakyat

UMM dalam Berita Koran Online

KELOMPOK Wanita Tani (KWT) An Naba Gamping, Sleman biasa kedatangan tamu, baik dari dalam negeri maupun luar negeri. Tak terkecuali mahasiswa asal Singapura dan Jepang yang juga belajar ke An Naba selama selama tiga hari untuk mengikuti program ‘Learning Express’ (Lex). Program Lex di KWT An Naba berlangsung sederhana dan berakhir dengan ditandai saling tukar cinderamata dan berfoto bersama, Rabu (17/9/2014).

Salah satu fasilitator Lex, Damas Bariek SH menjelaskan, selain di Gamping program serupa digelar juga di kawasan Timbulharjo, Sewon, Bantul. Total mahasiswa asal Singapura tepatnya dari Singapore Polytechnic International (SPI) yang ke DIY ada 25, sedangkan dari Jepang yakni dari Kanazawa Institute of Techonology (KIT) ada tiga mahasiswa. Sebagai pendamping program ini melibatkan juga mahasiswa asal UPN Veteran Yogyakarta dan UMY maupun sejumlah dosen pembimbing.

“Selain di Yogyakarta, program Lex juga telah dilaksanakan di Malang, satu di antaranya kerjasama dengan Universitas Muhammadiyah Malang,” ungkap Damas.

Sampai sekarang ini, lanjutnya, Lex dilaksanakan dua kali dalam setahun, yakni Maret dan September. Kedepan diharapkan dapat lebih dari dua kali dalam setahun, selain itu dapat kerjasama dengan perguruan tinggi lainnya. Adapun tempat yang akan dijadikan lokasi Lex, jauh hari sudah disurvei. Untuk di An Naba antara lain dapat belajar seputar pembuatan olahan berbahan jamur konsumsi seperti jamur tiram dan kuping.

“Selain itu mahasiswa juga diberi kesempatan memberikan masukkan, misalnya seputar kemasan sampai pemasarannya seperti dengan memanfaatkan internet,” tandas Damas.

Salah satu dosen pembimbing dari SPI, Leung Sau Yee (Esther) mengungkapkan, dia dan mahasiswanya bisa mendapat banyak pengalaman saat di An Naba. Termasuk mengenal seputar kegiatan ibu-ibu dalam menerjuni usaha pengolahan makanan untuk dapat menaikkan taraf hidup maupun membantu suami dalam mencari nafkah. Selain Esther, tampak juga dosen pembimbing dari UPN Veteran Yogyakarta, Edgie Yuda Kaesti ST MT dan Oliver Simanjutak SKom MEng.

Sumber: http://krjogja.com/read/230791/mahasiswa-singapura-dan-jepang-belajar-di-gamping.kr
Shared:

Komentar

Tambahkan Komentar


characters left

CAPTCHA Image