Indonesia Kekurangan Guru Besar

Author : Administrator | Senin, 18 Juli 2011 23:10 WIB | Kedaulatan Rakyat - Kedaulatan Rakyat

UMM dalam Berita Koran Online

Ilustrasi (Foto : Dok)

 

JAKARTA (KRjogja.com) - Ketua Majelis Dikti, PP Muhammadiyah, Eddy Suandi Hamid yang juga selaku Ketua Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI) mengungkapkan Indonesia saat ini kekurangan guru besar. Demikian disampaikannya di sela Pengukuhan Guru Besar di Universitas Muhammadiyah Prof Dr Hamkan (UHAMKA) Jakarta Senin (18/7)

"Guru besar merupakan predikat tertinggi seorang pendidik dalam dunia pendidikan," ujarnya.

Bahkan di lingkungan Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM) terdapat 58 guru besar dari 140 PTM. 15 guru besar dimiliki Universitas Muhammadiyah Surakarta, 12 dimiliki Universitas Muhammadiyah Malang dan 10 di UHAMKA.

Ia berpesan setelah dikukuhkan menjadi guru besar merupakan? awal dalam memberi pencerahan dan pencerdasan bangsa."Tanggung jawab akademik lebih berat dan tugas mulia mencerahkan bangsa juga menanti anda berdua," kata Eddy
Kedua guru besar tersebut? Abdul Rahman A Ghani yang dikukuhkan dalam bidang metedologi penelitian.Dan? Wr Hendra Saputra bidang sejarah.

Acara pengukuhan dipimpin langsung Rektor UHAMKA Suyatno, beserta anggota majelis guru besar dihadiri Ketua Pendidikan Tinggi PP Muhammadiyah, Eddy Suandi Hamid, keluarga Buya Hamka, Rusdy Hamka dan jajaran PP Muhammadiyah dan Muhammadiyah DKI Jakarta

Menurut Rektor UHAMKA Suyatno pengukuhan ini yang kali sejak tahun 2007, sehingga saat ini UHAMKA memiliki 10 guru besar tetap ,delapan diantaranya Qomari Anwar, Sofyan Saad, Suyatno, Sylviana Murni, Abdul Madjid Latief, Aliyah Hamka, Yoce Aliyah dan CH Suprapto.

Dalam sambutan pengkuhan itu, Suyatno mengatakan pengukuhan guru besar bagian dari upaya mengembangkan dan memelihara budaya akademi (academic culture) yang mencakup menggiatkan penelitian, mendorong para dosen menulis karya ilmiah,mengirimkan dosen untuk melanjutkan studi program Doktor di dalam dan luar negeri.

"Pengukuhan ini akan mendorong dosen dosen UHAMKA lainnya untuk terus meningkatkan kualitas dan kualifikasi akademik. Dan mampu memperkuat budaya akademik dalam proses pembelajaran," tegasnya. Selain itu, ia berharap menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi dan daya saing yang tinggi serta memberikan kemaslahatan bagi umat dan masyarakat.
(ati)

Sumber: http://krjogja.com/new/read/92821/www.computa.co.id/computashop/
Shared:

Komentar

Tambahkan Komentar


characters left

CAPTCHA Image