Lima Pilar Penguatan Mutu Perguruan Tinggi Menurut Kemenristekdikti

Author : Administrator | Rabu, 11 September 2019 10:27 WIB | Berita Jatim - Berita Jatim

 

Malang (beritajatim.com) – Ada lima pilar penguatan mutu Perguruan Tinggi menurut Tim Pengembangan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) kemenristekdikti. Lima pilar ini harus dimiliki oleh suatu lembaga pendidikan tinggi agar terus berkembang dan semakin maju.

Lima pilar penting yang menguatkan mutu sebuah perguruan tinggi itu antara lain, sinergi antara pengelola dan penyelenggaran pendidikan, keorganisasian, tata kelola, kepemimpinan dan penjaminan mutu.

“UMM telah menjadi salah satu perguruan tinggi yang bermutu. UMM menjadi salah satu contoh universitas swasta yang mapan dalam sistem pengelolaan pelayanan pendidikannya,” kata Ir. Desiana Vidayanti M.T, Tim Pengembangan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) Ristekdikti, Rabu (28/8/2019).

UMM saat ini bekerjasama dengan Kemristekdikti untuk menggelar Sinkronisasi Sistem Penjaminan Mutu Internal dan Sistem Penjaminan Mutu Eksternal (IAPT 3.0 dan IAPS 4.0). Kerjasama ini dilakukan di Ruang Sidang Senat (RSS) Kampus III, UMM.

Lima pilar itu katanya harus diterapkan, agar perguruan tinggi tidak terhambat pertumbuhannya. Ia kemudian mencontohkan pada bidang keorganisasian. Dalam struktur organisasi harus ada kepemahaman dan kejelasan masing-masing tugas yang diemban.

“Jika mutu tidak dicek dan dijaga secara berkala, maka hampir dipastikan mutu yang dimiliki juga tidak akan terkontrol,” ujar Desiana, dosen Universitas Mercubuana Jakarta ini.

Desiana mengatakan jika perguruan tinggi tidak menaruh perhatian pada penjaminan mutu, selain merugikan perguruan tinggi sendiri, juga dapat merugikan mahasiswanya. Dalam pelaksanaannya, perguruan tinggi diatur dengan Peraturan Pemerintah Nomor 4 Tahun 2014, tentang penyelenggaraan pendidikan tinggi dan pengelolaan pendidikan tinggi.

Rektor UMM, Dr. Fauzan, M.Pd, mengatakan pendekatan SPMI itu dimulai dari perubahan mindset. Bila mindset yang dimiliki belum baik, yang akan dikerjakan pun akan kurang baik. Perguruan Tinggi bertugas untuk membangun kepercayaan pada masing-masing pihak (stakeholder) melalui penjaminan mutu perguran tinggi.

“Pelayanan yang diberikan juga tentu harus terjamin. Hal tersebut sangat mempengaruhi kepercayaan stakeholder maupun para mahasiswa dan circle sosialnya,” tandas Fauzan. (luc/kun)

Shared:

Komentar

Tambahkan Komentar


characters left

CAPTCHA Image