koran berita
Indonesia English Arabic
Malang Post

Bidik Mahasiswa Sebagai Sineas Muda Andalan

Minggu, 03 June 2012  | Minggu, 03 Juni | Dibaca : 268

MALANG – Ratusan mahasiswa di Malang akhir pekan antusias mengikuti gelaran LA Lights Indie Movie yang digelar di UMM Dome Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Tahun ini konsep yang dihadirkan adalah tentang produksi film omnibus yang akan disiapkan untuk diangkat di layar lebar. Malang merupakan kota yang masuk dalam daftar penjaringan sineas baru.
Beberapa sineas yang hadir antara lain sutradara John de Rantau, Jujur Prananto dan Titien Wattimena sebagai penulis skenario, serta Donny Alamsyah dan Prisia Nasution yang dikenal sebagai artis beberapa judul film.
”Jangan menganggap LA Lights adalah jalan pintas untuk menjadi film maker. Anggapan itu salah. Karena ajang ini berusaha mendidik lulusannya sehingga bisa berkarya di jalur perfilaman,” ujar John De Rantau.
Sutradara film Opera Jawa ini menyebutkan beberapa artis jebolan LA Lights Indie Movie yang tetap menghasilkan karya yang berkualitas. ”Luna Maya dan Rafi Ahmad mulai serius di balik layar untuk mempersembahkan sebuah film yang hebat,” imbuhnya.
Sementara itu, Donny Alamsyah yang terlihat hadir dengan memakai jaket biru membagi pengalaman pertamanya saat didaulat untuk menjadi salah satu sutradara di omnibus tersebut. ”Ini adalah pertama kalinya saya terlibat dalam produksi film sebagai sutradara. Sebelumnya saya hanya pemain. Ini adalah tantangan bagi saya. Soalnya jadi sutradara harus mengetahui bagaimana pendalaman karakter dan juga bagaimana menyampaikan pesan dari film tersebut kepada penonton,” jelas pemeran Andi dalam film The Raid ini.
Arturo secara tegas ingin menyebarkan suatu virus kepada masyarakat luas. ”Yah, virus sinema harus disebarkan, karena masa depan dunia adalah gambar atau visual,” tandasnya.
LA Light Indie Movie memang merupakan ajang untuk menjaring sineas muda berbakat. Namun peserta workshop yang belum terpilih untuk terlibat dalam proses produksi omnibus, juga merasakan manfaatnya.
”Mereka yang telah mengikuti workshop, memiliki pengetahuan yang lebih. Mereka akan terdidik menjadi penonton yang lebih kritis menanggapi sebuah film. Kepedulian penonton terhadap film akan memacu jiwa sineas untuk menghasilkan karya yang lebih baik,” beber John De Rantau.(mg7/eno)


Sumber : http://www.malang-post.com/edupolitan/48304-bidik-mahasiswa-sebagai-sineas-muda-andalan