<?xml version="1.0" encoding="utf-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	>
<channel>
<title>Feeds Berita  Universitas Muhammadiyah Malang</title>
<link>http://www.umm.ac.id/</link>
<atom:link href="http://www.umm.ac.id/feed/"  rel="self"  type="application/rss+xml" ></atom:link>
<description><![CDATA[This is an  Universitas Muhammadiyah Malang RSS 2.0]]></description>
<image><title>Feeds Berita  Universitas Muhammadiyah Malang</title>
<link>http://www.umm.ac.id/</link>
<url>http://www.umm.ac.id/images/icon.png</url>
</image>
<item>
<title>Dosen Baru Wajib Ikuti Pekerti</title>
<link>http://www.umm.ac.id/umm-news-2621-dosen-baru-wajib-ikuti-pekerti.html</link>
<pubDate>Tue, 07 Feb 2012 00:00:00 +0000</pubDate>
<guid isPermaLink="true" >http://www.umm.ac.id/umm-news-2621-dosen-baru-wajib-ikuti-pekerti.html</guid>
<description><![CDATA[
    
        
            
        
        
             
        
    

 


Badan Kendali Mutu Akademik (BKMA) menggelar acara Peningkatan Keterampilan Teknik Instruksional (Pekerti) bagi dosen Kontrak Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), di ruang sidang Fakultas Ekonomi (FE), Senin (06/02). Acara diikuti 40 dosen muda.
Acara dibuka oleh kepala BKMA Prof. Dr. Wahyu Widodo, MS dan berlangsung selama 2 hari ini. Diakui Wahyu, acara ini merupakan cara dan upaya untuk mempersiapkan dosen yang bermutu yang aktif agar cepat untuk dapat menjadi dosen tetap. Hal ini dilakukan dengan cara mengisi kekosongan dosen-dosen yang belum terpenuhi.
Selain kepala BKMA, Pembantu Rektor I UMM Prof. Dr. Ir. Sujono, M. Kes yang didampingi oleh Dr. M. Agus Krisno Budianto juga menuturkan kalau seorang dosen UMM harus memiliki kualitas yang baik yang mampu memelihara dan memberikan citra yang baik di mata  masyarakat.
PR I juga menambahkan, sejak tahun 2012 ini UMM telah merubah prosedur dosen kontrak dari S1 menjadi S2. &amp;ldquo;Jadi sekarang ini syarat untuk menjadi dosen kontrak di UMM minimalkan lulusan S2,&amp;rdquo; terangnya. Untuk mencapai S2 banyak cara yang dapat dilakukan, salah satunya mengikuti program beasiswa Erasmus Mundus.
Seorang dosen harus mempunyai Tri Darma Perguruan Tinggi yaitu, pendidikan, penelitian/pengembangan dan pengabdian pada masyarakat. Untuk hal penelitian, seorang dosen juga dapat memanfaatkan DP2M untuk biaya dana penelitiannya.
&amp;ldquo;Sebenarya UMM ini sangat baik, karena dapat memfasilitasi semua dosen kontrak untuk menjadi dosen]]></description>
</item>
<item>
<title>Nilai Plus Menjadi Fungsionaris Mahasiswa</title>
<link>http://www.umm.ac.id/umm-news-2620-nilai-plus-menjadi-fungsionaris-mahasiswa.html</link>
<pubDate>Tue, 07 Feb 2012 00:00:00 +0000</pubDate>
<guid isPermaLink="true" >http://www.umm.ac.id/umm-news-2620-nilai-plus-menjadi-fungsionaris-mahasiswa.html</guid>
<description><![CDATA[
Sejumlah organisasi intra kemahasiswaan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) berkumpul dalam acara diseminasi keorganisasian lembaga intra kemahasiswaan dan pelatihan kehumasan dan keprotokoleran mulai dari 27-29 Januari di Basement Dome UMM. Acara yang berlangsung selama 3 hari berturut itu bertajuk &amp;ldquo;Membangun Kecerdasan Holistic Mahasiswa PTM&amp;rdquo;. 
Rektor UMM, Muhadjir Effendy menekankan kalau sebuah lembaga itu tidak berdiri sendiri tetapi ada visi dan misi di balik itu semua. Jangan sampai seorang fungsionaris tidak mengetahui tentang visi misi lembaganya. Sebuah lembaga juga harus mengikuti jaman dengan cara mengadakan kegiatan yang memberikan inovasi baru. Dengan adanya lembaga-lembaga intra kemahsiswaan ini diharapakan para mahasiswa dapat mengeksplorasi diri mereka dengan cara merintis jaringan dengan PTN dan PTS lainnya.
&amp;ldquo;Seorang fungsionaris diharapkan mempunyai nilai plus-plus selain nilai studinya, seorang fungsionaris juga harus memiliki rasa tanggung jawab yang nantinya dapat dijadikan sebagai panutan,&amp;rdquo; ungkap Muhadjir. 
Kepala Biro Kemahasiswaan, Drs. Atok M. Hudha, M. Pd menuturkan kalau acara ini terselenggara karena terinspirasi dari banyaknya kegiatan di UMM yang dilakukan oleh mahasiswa. &amp;ldquo;Dengan adanya acara ini diharapakan mahasiswa dapat memberikan makna dan kecerdasaan yang holistic dalam setiap event yang mereka adakan,&amp;rdquo; harapnya.
Selain ajang untuk bersilaturrahmi acara ini juga banyak membahas berbagai persoalan yang sering dihadapi dalam sebuah organisasi, salah satunya Media]]></description>
</item>
<item>
<title>Muhammadiyah Bahas Critical Review atas RUU Kamnas di UMM</title>
<link>http://www.umm.ac.id/umm-news-2610-muhammadiyah-bahas-critical-review-atas-ruu-kamnas-di-umm.html</link>
<pubDate>Fri, 03 Feb 2012 00:00:00 +0000</pubDate>
<guid isPermaLink="true" >http://www.umm.ac.id/umm-news-2610-muhammadiyah-bahas-critical-review-atas-ruu-kamnas-di-umm.html</guid>
<description><![CDATA[
    
        
            
        
        
             
        
    

 
RUU Keamanan Nasional (Kamnas) kembali menjadi topik menarik dibahas di kampus Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Setelah bulan lalu sosialisasi RUU ini digelar oleh Fakultas Hukum UMM bekerjasama dengan Kementerian Pertahanan, kali ini Litbang PP Muhammadiyah mengadakan Focus Group Discussion (FGD) di hotel UMM Inn, Jumat-Ahad (3-5/2).
Ketua Litbang PP Muhammadiyah, Rifqie Muna PhD, mengatakan FGD ini akan lebih kongkrit merumuskan critical review resmi Muhammadiyah terhadap RUU Kamnas. Sebelum ini, pihaknya sudah menggelar beberapa kali kegiatan di Jakarta. Muhammadiyah, katanya mengutip ketua Umumnya, Din Din Syamsuddin harus mengambil posisi yang tepat dalam hal ini. Sebab, RUU Kamnas dinilainya menyangkut banyak aspek kehidupan bernegara.
&amp;ldquo;Selama ini Muhammadiyah hanya diklaim menjadi bagian dari pembahasan. Kita tidak ingin kekuatan kita ini dijadikan legitimasi oleh pihak lain, jangan sampai terjadi misuse,&amp;rdquo; kata Rifqie. Untuk itu Muhammadiyah sangat berkepentingan untuk membahas RUU ini.
Ketua PP Muhammadiyah Haedar Nashir yang memberi wacana pembuka mengungkapkan Muhammadiyah merupakan organisasi yang besar dan modern yang mampu memberikan  pembaharuan. Untuk itu dituntut untuk dapat memberikan solusi dan membentuk problem yang terjadi di masyarakat.
Haedar memberikan poin-poin yang mendasari dalam eksistensi dinegeri ini, yakni membentuk negeri ini untuk dapat berdaulat dan makmur, terciptanya keamanan yang bebas, serta pemerintahan Indonesia yang]]></description>
</item>
<item>
<title>Webometrik Januari 2012: Rich Files UMM Peringkat 5 Dunia &amp; Nomor 1 Indonesia</title>
<link>http://www.umm.ac.id/umm-news-2609-webometrik-januari-2012-rich-files-umm-peringkat-5-dunia--nomor-1-indonesia.html</link>
<pubDate>Fri, 03 Feb 2012 00:00:00 +0000</pubDate>
<guid isPermaLink="true" >http://www.umm.ac.id/umm-news-2609-webometrik-januari-2012-rich-files-umm-peringkat-5-dunia--nomor-1-indonesia.html</guid>
<description><![CDATA[
    
        
             
        
        
             
        
    

Dini hari tadi (3/02/2012), Cybermetrics Lab CSIC Spanyol telah merilis peringkat website universitas dunia melalui webometrics  ranking. Sebanyak 20.300 website universitas di seluruh dunia telah  dinilai dan ditentukan peringkatnya, baik level dunia, regional, maupun  peringkat di masing-masing negara.
 
Peringkat satu sampai dengan lima dunia diraih oleh: Harvard University, Massachusetts Institute of Technology (MIT), Stanford University, University of Michigan, dan University of California Berkeley. Sedangkan di Indonesia, peringkat satu sampai lima kali ini diduduki oleh 5 PTN, yaitu: ITB, UGM, UI, ITS dan UNJ.   Untuk  Universitas Muhammadiyah Malang, pada edisi kali ini mengalami  penurunan menjadi peringkat 19 Indonesia (pada edisi Juli 2011, UMM  menempati peringkat 8) dan masih tetap tetap nomor 1 untuk kalangan  Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM).
 
Khusus di Indonesia, ternyata terjadi banyak pergeseran yang  sangat signifikan. Perguruan Tinggi yang biasanya langganan masuk 10  besar, seperti Petra, UM, dan UMM, kali ini bertengger pada peringkat 10  &amp;ndash; 20 besar. Hal ini disebabkan adanya perubahan metode penilaian yang  dilakukan oleh Cybermetrics Lab CSIC.
 
Perubahan utama dalam metodologi yang dijelaskan adalah: Analisa link dijadikan komponen utama indeks komposit penilaian. Visibilitas dihitung dari menggabungkan inlinks eksternal dan domain dimaksud sesuai dengan Majestic SEO.   Mengenai indikator aktivitas, jumlah karya ilmiah Scimago disertakan lagi]]></description>
</item>
<item>
<title>UMM Jadi Model Sertifikasi Aset Muhammadiyah</title>
<link>http://www.umm.ac.id/umm-news-2608-umm-jadi-model-sertifikasi-aset-muhammadiyah.html</link>
<pubDate>Fri, 03 Feb 2012 00:00:00 +0000</pubDate>
<guid isPermaLink="true" >http://www.umm.ac.id/umm-news-2608-umm-jadi-model-sertifikasi-aset-muhammadiyah.html</guid>
<description><![CDATA[
    
        
            
        
        
            Penandatanganan  MoU dengan Deputi II Bidang Penetapan Hak Kepala Badan Pertahanan  Nasional RI, I Gede Ariyuda, SH. 
        
    

Setelah  berlangsung sehari kemarin, (2/2), Rapat Kerja Nasional (Rakernas) dan  Lokakarya Majelis Wakaf dan Kehartabendaan Pimpinan Pusat (PP)  Muhammadiyah resmi dibuka hari ini (3/2) oleh Ketua Umum PP Muhammadiyah  Prof Dr Din Syamsudin. Rakernas pertama ini mengambil tema &amp;ldquo;Peningkatan  Produktifitas Harta Benda Wakaf dan Non Wakaf dalam Gerakan D akwah  Muhammadiyah untuk Kesejahteraan Umat&amp;rdquo;.             
Acara  dipusatkan di ruang teater UMM Dome dan berlangsung hingga Ahad  (5/2).Tak kurang 350 wakil-wakil Majelis Wakaf dan Kehartabendaan  tingkat Wilayah, Daerah, Lembaga Ortom tingkat Pusat, serta Amal Usaha  Muhammadiyah menjadi peserta acara ini. 
Usai  memberi sambutan pembukaan, Ketua Umum PP Muhammadiyah menandatangani  MoU dengan Deputi II Bidang Penetapan Hak Kepala Badan Pertahanan  Nasional RI, I Gede Ariyuda, SH. Kedua pihak sepakat untuk bekerjasama  dalam pengurusan tanah wakaf yang dimiliki oleh Persyarikatan  Muhammadiyah. Secara spontan, Din menyatakan mengnagkat I Gede sebagai  penasehat Majlis Wakaf dan Kebendaharaan Muhammadiyah. Din Menilai, I  Gede adalah orang yang concern dengan aset-aset organisasi dan telah mengakui kerapihan Muhammadiyah dalam mengurus asetnya. 
Menurut  ketua panitia, Imran Iljas, SH, acara ini merupakan bentuk kepedulian  segenap kader terhadap Muhammadiyah. Aset Muhammadiyah sendiri di  kategorikan]]></description>
</item>
<item>
<title>Dua Acara PP Muhammadiyah di UMM</title>
<link>http://www.umm.ac.id/umm-news-2607-dua-acara-pp-muhammadiyah-di-umm.html</link>
<pubDate>Thu, 02 Feb 2012 00:00:00 +0000</pubDate>
<guid isPermaLink="true" >http://www.umm.ac.id/umm-news-2607-dua-acara-pp-muhammadiyah-di-umm.html</guid>
<description><![CDATA[

    
        
            
        
        
            Suasana Sidang Rakernas &amp;amp; Lokakarya Majelis Wakaf dan Kehartabendaan PP MUhammadiyah di UMM Dome Theatre (2/2/2012)
        
    

Dalam waktu bersamaan, dua kegiatan Pimpinan Pusat Muhammadiyah berlangsung di kampus Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Dua kegiatan itu adalah Rakernas Majlis Wakaf dan Kehartabendaan, dan Lembaga Penelitian dan Pengembangan (Litbang). Acara berlangsung hari ini (2/2) hingga Minggu (5/2). Keduanya merupakan acara strategis karena menyangkut urusan internal dan eksternal Muhammadiyah.
Rakernas Majlis Wakaf dan Kehartabendaan diikuti tak kurang 400 peserta dari perwakilan wilayah hingga daerah seluruh Indonesia. Agenda yang dibahas antara lain menginventarisasi tanah wakaf yang dimiliki oleh Muhammadiyah. Selain itu, persoalan-persoalan yang muncul akan coba diselesaikan dalam forum ini. &amp;ldquo;Ini merupakan rakernas Majlis Wakaf pertama yang mengumpulkan seluruh pengurus majlis hingga tingkat daerah,&amp;rdquo; kata ketua panitia, Wasis SP.
Sementara itu, Litbang PP Muhammadiyah menggelar Focus Group Discussion (FGD) Kajian dan Advokasi atas RUU Keamanan Nasional (Kamnas). Bekerjasama dengan UMM, Litbang akan menjadikan hasil FGD ini sebagai kontribusi Muhammadiyah pada persoalan keamanan nasional. Sejumlah 30 pakar dari PP Muhammadiyah dan kampus-kampus PTM dijadwalkan mengikuti acara ini.
FGD akan dibuka dengan narasumber yang memberi wacana awal, antara lain rektor UMM, Muhadjir Effendy, ketua litbang PP Muhammadiyah Riefki Muna dan direktur eksekutif]]></description>
</item>
<item>
<title>Majlis Tarjih PWM Jatim Rumuskan Asketisme Islam</title>
<link>http://www.umm.ac.id/umm-news-2603-majlis-tarjih-pwm-jatim-rumuskan-asketisme-islam.html</link>
<pubDate>Sun, 29 Jan 2012 00:00:00 +0000</pubDate>
<guid isPermaLink="true" >http://www.umm.ac.id/umm-news-2603-majlis-tarjih-pwm-jatim-rumuskan-asketisme-islam.html</guid>
<description><![CDATA[          

    
        
            
        
        
            Prof. Dr. Syafiq A. Mugni, MA diskusi panel bersama Dr. H. M. Saad Ibrahim membahas tentang Asketisme yang redup dikalangan pemimpin.
        
    

Kajian Majlis Tarjih dan Tajdid (MTT) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur di kampus Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Sabtu (29/1), berlangsung hangat. Tak kurang 200 peserta yang terdiri dari para ulama tarjih, tokoh muda Muhammadiyah, kader tarjih dan akademisi mengikuti acara sehari bertajuk &amp;ldquo;Asketisme Islam untuk Keteladanan Bangsa&amp;rdquo; ini. 
Ketua MTT, Dr. Syamsuddin, MA, mengatakan nilai-nilai kezuhudan (asketisme) bisa menjadi pedoman bagi kader-kader Muhammadiyah. Pengejewantahan sikap juhud  itu dapat dilakukan dalam berbagai sisi kehidupan, termasuk dalam kepemimpinan nasional. Seorang pemimpin harus menunjukkan sikap juhud agar menjadi teladan bagi rakyatnya. &amp;ldquo;Dalam kajian tarjih inilah kita akan merumuskan juhud untuk membangun keteladanan pemimpin,&amp;rdquo; ungkapnya. 
Rektor UMM, Muhadjir Effendy, mendukung agar Majlis Tarjih lebih sering lagi melakukan kajian. Sebagai gerakan tajdid (pembaruan), tarjih merupakan ruh bagi Muhammadiyah. &amp;ldquo;Membahas tarjih adalah menghidupkan ruh Muhammadiyah, jadi jangan hanya mengurusi yang jasad saja di Muhammadiyah. Tarjih ini lebih bersifat substansial,&amp;rdquo; kata rektor. Oleh karena tarjih tidak bisa menghasilkan sumberdana, maka idealnya Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM) secara bergilir menyelenggarakan secara rutin. 
Menurut Muhadjir,]]></description>
</item>
<item>
<title>UMM Pelopori Keterbukaan Informasi</title>
<link>http://www.umm.ac.id/umm-news-2602-umm-pelopori-keterbukaan-informasi.html</link>
<pubDate>Sat, 28 Jan 2012 00:00:00 +0000</pubDate>
<guid isPermaLink="true" >http://www.umm.ac.id/umm-news-2602-umm-pelopori-keterbukaan-informasi.html</guid>
<description><![CDATA[      

    
        
            
        
        
            Staf Ahli Menteri Komunikasi dan Informatika, Dr. Suprawoto
        
    

Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) bisa jadi merupakan kampus pertama yang serius membangun sistem dan mekanisme penyampaian informasi dan kebijakan. Jika ini berhasil, maka tidak menutup kemungkinan UMM akan menjadi percontohan. Demikian disampaikan Staf Ahli Menteri Komunikasi dan Informatika, Dr. Suprawoto, ketika menjadi pembicara pada workshop di UMM, Sabtu (28/1).

Workshop bertajuk Sistem dan Mekanisme Penyampaian Informasi dan Kebijakan merupakan kelanjutan dari program PHKI UMM yang bertujuan menggali masukan terhadap draft Peraturan Rektor tentang Layanan Informasi di Lingkungan UMM. PR I, Prof. Dr. Ir. Sujono, berharap kegiatan ini menghasilkan integrasi pengolaan informasi yang lebih baik lagi.

Suprawoto menilai UMM telah memiliki pengelolaan informasi yang cukup baik. Setidaknya yang dilihatnya melalui website. Meski demikian perlu kehati-hatian dalam mengelola informasi sebuah universitas karena sifatnya berbeda dengan informasi negara. &amp;ldquo;Misalnya, apakah nilai akademik seseorang itu informasi publik atau bukan, itu harus disepakati,&amp;rdquo; katanya.
                Lebih lanjut, Suprawoto menyatakan pengelolaan informasi ini sangat urgen. Sebab, informasi sebuah pegruan tinggi terkait dengan pembentukan citra, untuk menjangkau stakeholders, memperluas akses inforasi, menjadikan informasi yang memberikan added value, serta sebagai penyalur informasi untuk memperoleh umpan balik.
          ]]></description>
</item>
<item>
<title>Jadikan UMM Pusat Kajian Tarjih dan Fatwa</title>
<link>http://www.umm.ac.id/umm-news-2601-jadikan-umm-pusat-kajian-tarjih-dan-fatwa.html</link>
<pubDate>Fri, 27 Jan 2012 00:00:00 +0000</pubDate>
<guid isPermaLink="true" >http://www.umm.ac.id/umm-news-2601-jadikan-umm-pusat-kajian-tarjih-dan-fatwa.html</guid>
<description><![CDATA[
    
        
            
        
        
            (foto ilustrasi majelis tarjih Muhammadiyah)
        
    

 
Momentum kajian Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur, Ahad (29/1), akan dijadikan sebagai tonggak pengukuhan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) sebagai pusat kajian tarjih dan fatwa. Dalam forum itu, sejumlah ulama tarjih Muhammadiyah yang hadir dalam kajian bertema &amp;ldquo;Restorasi Asketisme Islam untuk Keteladanan Nasional&amp;rdquo; diminta memberi kontribusi untuk mendukung gagasan ini.
Demikian dikatakan Kepala Pusat Studi Islam dan Filsafat (PSIF) UMM, Nurhakim, usai rapat menyiapkan acara yang akan berlangsung di kampus III UMM itu. Pihaknya bersama dosen dan mahasiswa yang memiliki kualifikasi pentarjih akan berkonsentrasi menjadikan UMM sebagai pusat kajian bagi tarjih Muhammadiyah se-Indonesia. 
&amp;ldquo;Tidak mustahil UMM akan menjadi pusat kajian tarjih dan penetapan fatwa Muhammadiyah,&amp;rdquo; kata Nurhakim. UMM dinilainya memiliki atmosfir yang cukup kental untuk memegang amanah ini. Sebagai kampus Muhammadiyah terbesar di Indonesia, UMM memiliki pengalaman menggelar forum Tarjih nasional, seperti Munas Tarjih tahun 1996 dan 2010. Begitu juga sebagai tuan rumah Muktamar Muhammadiyah ke-45 tahun 2005. 
Pengalaman itu juga didukung oleh sumberdaya manusia (human capital) ulama pentarjih yang cukup, sistem pengkaderan ulama tarjih, dan berbagai sarana penunjang seperti jaringan internet untuk publikasi keputusan tarjih dan fatwa, serta laboratorium halal bioteknologi.]]></description>
</item>
<item>
<title>Poltek Negeri Banjarmasin Perbaharui Kerjasama dengan UMM</title>
<link>http://www.umm.ac.id/umm-news-2600-poltek-negeri-banjarmasin-perbaharui-kerjasama-dengan-umm.html</link>
<pubDate>Fri, 27 Jan 2012 00:00:00 +0000</pubDate>
<guid isPermaLink="true" >http://www.umm.ac.id/umm-news-2600-poltek-negeri-banjarmasin-perbaharui-kerjasama-dengan-umm.html</guid>
<description><![CDATA[

           

    
        
            
        
        
             
        
    

 Kerjasama Politeknik Negeri Banjarmasin dan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) berlanjut. Sebelumnya, sejak tahun 2006 keduanya telah menjalin kerjasama di bidang akademik, yakni pendidikan alih jenjang. Kedua pihak sepakat memperpanjang kerjasama dengan menandatangani MoU di UMM, Selasa (24/1). 
Direktur Politeknik Negeri Banjarmasin, Ir. Darmawani, MT, mengaku puas dengan kerjasama selama ini. Lulusan Politeknik yang melanjutkan jenjang S1 di UMM selama ini berhasil lulus tepat waktu dengan nilai yang baik. &amp;ldquo;Kami juga berterima kasih karena telah menganggap lulusan kami seperti anak sendiri dan mendidiknya menjadi yang terbaik,&amp;rdquo; katanya.
Politeknik Negeri Banjarmasin memiliki 13 program studi. Beberapa disiplin ilmu yang ditawarkan, antara lain, Teknik Sipil, Teknik Pertambangan dan Teknik Pembangunan di Atas Rawa yang merupakan satu-satunya di Indonesia. Sebagian besar jenjang studi yang ada sampai D3. Itulah sebabnya, lulusan mereka dikirim ke UMM untuk melanjutkan S1. 
Pembantu Rektor I UMM, Prof. Dr. Ir. Sujono M.Kes, mengatakan kerjasama ini juga memperkuat standing academik antara dua kampus tersebut. &amp;ldquo;Ini merupakan kerjasama yang tepat, karena UMM sendiri sangat serius dalam bidang akademik, karena Fakultas Teknik sendiri sudah banyak meraih prestasi, salah satunya lomba merakit jembatan yang bisa mengalahkan universitas-universitas unggulan di Indonesia,&amp;rdquo; ujarnya
Senada dengan hal itu Dekan Fakultas Teknik, Ir.]]></description>
</item>
</channel>
</rss>
