Indonesia | English | Arabic
Sunday, 26 October 2014
You are here: UMM >> News >> Art and Culture >> Culture >> Cari Simpati Kaum Muda, Ki Entus Garap Wayang Kartun Anak

Art and Culture



Cari Simpati Kaum Muda, Ki Entus Garap Wayang Kartun Anak

» Friday, 22 February 2013 | 13:45 WIB | Viewed: 21519

facebook umm twitter umm delicious umm digg umm en-umm_news_1801.html  en-umm_news_1801.pdf  berita-ilmiah_1801.doc umm-news-1801-en.ps
Wayang kartu karya Ki Entus

LENSAINDONESIA.COM: Mungkin bagi sebagian orang melihat pertunjukan wayang kulit adalah hal yang paling menjemukan dan membosankan. Mirisnya lagi, bagi kalangan muda saat ini pertunjukan wayang kulit sudah dianggap ketinggalan zaman.

Untuk melestarikan budaya peninggalan Bangsa, dalang wayang kulit kondang, asal kabupaten Tegal, Jawa Tengah, Ki Entus Susmono, sengaja membuat wayang dari para tokoh film kartun, seperti Tom and Jerry, Batman, Superman bahkan Upin dan Ipin.

Kesemuanya itu dilakukannya agar para generasi muda tidak merasa jemu, khususnya anak-anak, agar lebih mencintai seni wayang kulit ini.

Wayang kulit adalah seni Tradisional asli Bangsa Indonesia, terutama banyak berkembang di Pulau Jawa. Wayang itu sendiri berasal dari kata Ma – Hyang, yang berarti menuju kepada Roh Spiritual, Dewa atau Tuhan Yang Maha Esa. Namun, ada juga yang mengartikan artikulasi wayang tersebut dengan istilah bahasa jawa, yang bermakna “Bayangan”.

Hal tersebut tersebut disebabkan karena para penonton pertunjukan wayang melihat dari arah belakang kelir atau hanya bayangannya saja. Wayang kulit dimainkan oleh seorang dalang yang juga menjadi Narator dialog tokoh-tokoh wayang dengan diiringi oleh musik gamelan yang dimainkan oleh sekelompok Nayaga.

Untuk tembang, lagu atau syairnya dialunkan oleh para Pesinden. Dalang tersebut memainkan wayang kulit dibalik kelir, yakni layar lebar yang terbuat dari kain berwarna putih, sementara dari arah belakangnya di sorotkan lampu listrik atau lampu minyak (Blencong) sehingga para penonton yang berada disisi lain dari layar dapat melihat bayangan wayang yang jatuh ke kelir tersebut.

Namun untuk dapat memahami isi dari cerita wayang tersebut, penonton harus memilki pengetahuan akan tokoh-tokoh dalam pewayangan yang gambarnya tampil dilayar. Namun diera globalisasi ini pertunjukan wayang kulit sangatlah sulit untuk dijumpai.

Padahal pada tanggal 7 novenber 2003 tahun lalu, UNESCO telah mengakui bahwa pertunjukan seni wayang kulit ini adalah pertunjukan asli milik Bangsa Indonesia yang sangat mengagumkan dunia.

Untuk melestarikan peninggalan Budaya Bangsa ini, Dalang kondang asal Tegal, Jawa Tengah, Ki Entus Susmono, membuat trobosan baru yakni membuat wayang tokoh film kartun seperti Superman, Batman, Spiderman, Tom and Jerry bahkan Upin dan Ipin yang kesemuanya banyak digandrungi anak-anak.

Saat dijumpai dikediamannya, Ki Entus Susmono mengatakan kepada LICOM, Rabu (13/2/2013) Dirinya merasa sangat prihatin ketika melihat seni wayang ini sudah ditinggalkan alias kurang digemari lagi.

Padahal disaat ujian sekolah nama-nama tokoh Pewayangan masih banyak menjadi bahan pertanyaan bagi para siswa. “Mereka mungkin telah lupa akan nama dari tokoh-tokoh Pewayangan seperti Bima, Gatut Kaca, Sena, Arjuna, Petruk, Gareng, Semar dan lain-lainnya.”

Saat ini mereka lebih mengenal nama dari tokoh-tokoh dunia perfilman yang berasal dari Budaya Barat atau Asing. Untuk menanggulangi hal tersebut, dirinya sengaja membuat wayang dari tokoh-tokoh asing tersebut untuk menarik perhatian, minat dan simpatik anak-anak serta generasi muda agar lebih mengenal kembali wayang dan lebih mencintai Serta menghargai Budaya asli Indonesia. Bahkan dirinya tak segan-segan membuka Konsorsium wayang dirumahnya, yang sengaja di buka gratis untuk dikunjungi anak-anak.@Boy Gunawan



Harvested from : http://www.lensaindonesia.com

Comment:


Add New Comment:


Nama: *
E-mail: *


Website:


Komentar: *

characters left


Enter the phrase *

Most Popular News

Event

Announcement