Lakon Drama Sejuta Makna

Author : Administrator | Saturday, March 04, 2017 | -

Di Indonesia, teater dan kabared banyak dipentaskan oleh berbagi kalangan. Mulai dari grup yang profesional, amatir, hingga para murid di SD atau bahkan TK. Semuanya memiliki caranya masing-masing dalam mementaskan pertunjukan mereka.


Sebelum ngomongin panjang lebar, Generasi Z sudah paham belum apa itu kabared ? Yap, kabared adalah pertunjukan atau pementasan seni yang biasanya ada hiburan berupa musik, komedi, dan seringkali sandiwara atau tarian-tarian. Kabared sendiri bersumber dari dunia barat. Tapi ternyata, di Indonesia peminat kabared juga lumayan banyak. Sementara mengenai teknik dan dasar-dasarnya, kabared juga gak jauh beda dengan Teater.


Seperti Devi Puspitasari yang merupakan bagian dari Teater Gembok yang dimana mereka sering aktif tampil di Graha Budaya Jakabaring dan sudah memproduksi 9 kali untuk pementasannya, Wow keren, ya? Baru-baru ini juga, mereka telah mementaskan suata teater dengan tema ‘Topeng Gila 12’. “Bulan Februari kemarin kami baru ngadain pementasaanya. Ya, buat latihannya sendiri sih setiap minggu dilakuin. Latihannya fokus di vokal, meditasi, gerak, fisik dan masih banyak lagi,” ujar Devi.


Nggak cuma Devi, tapi ada juga dari Teater Tubun SMAN 15 Palembang. Adalah Nadya Muzmadinda, yang memiliki sistem latihan yang berbeda. Mereka enggak terlalu di paksakan loh, dikarenakan waktu yang dimiliki setiap orang itu berbeda-beda. Jadi masing-masing dari mereka harus bisa mengatur waktunya sendiri. “Untuk mngadakan suatu pertunjukkan, kita memerlukan waktu latihan sekitar 3 bulan. Well, insya’allah Mei nanti kita akan mengadakan pementasan lagi. Temanya? Masih rahasia dong, Hehe,” canda cewek rambut pendek tersebut.


Lalu ada juga nih Generasi Z dari UKM Seni Polsri yang memiliki Divisi Teater. “Doain lancar ya. Kami bakal ngadain pementasan di bulan Juli nanti, Jadi untuk saat ini kegiatan divisi teater lebih fokus latihan buat acara drama musikal nanti,” seru Chika, Humas UKM Seni Polsri.


Ternyata banyk loh di tahun ini mengadakan pementasan besar teater di kota Palembang termasuk Teater Wonggerot yang bakalan mengadakan Pentas Akbar di Auditorium RRI dengan naskah “Dukun Dukunan” pada tnggal 25-26 Maret nanti. “Jadi Teater Wonggerot ini membawakan drama yang gak biasa, karena kita lebih mengutamakan gesture, bukan hanya berlakon. Terus untuk gerakan kita lebih improve seperti cara berjalan yang gak seperti cara jalan teater lain,” ujar Khairunisya, salah satu seniman dan bagian dari Teater Wonggerot.


Dari sebuah pementasan teater pasti mempunyai pendapat atau pesan moral yang akan disampaikan. Nah, Generasi Z pasti pernah dengar dong kutipan “Biarkan Seni yang Berbicara”, dimana maksud dari kutipan tersebut adalah dengan seni kita bisa mengutarakan kondisi generasi saat ini. Kalau udah bahas Seni kerennya kebangetan, ya? Yuk, selalu dukung dan sukseskan pementasan teater kota Palembang, Yeay. (Pwy/wil) - See more at: http://www.sumeks.co.id/index.php/sumeks/zetizen/30264-lakon-drama-sejuta-makna#sthash.sYQp9LWQ.dpuf

Harvested from: http://www.sumeks.co.id/index.php/sumeks/zetizen/30264-lakon-drama-sejuta-makna
Shared:

Comment

Add New Comment


characters left

CAPTCHA Image


Shared:
1