40 Tahun Pengabdian Teater Koma

Author : Administrator | Friday, March 03, 2017 | -
40 Tahun Pengabdian Teater Koma

Liputan1.com-40 Tahun Pengabdian Teater Koma

Teater Koma sendiri merupakan  kelompok seni teater yang berdiri pada 1 Maret 1977 di Jakarta. Teater Koma memiliki reputasi yang sangat bagus di kancah perteateran Indonesia.

Tercatat sudah 111 repertoar (naskah drama) yang mainkan, baik di layar televisi maupun di panggung konvensional. Mereka sering melakukan kiprah kreativnya antara lain di Pusat Kesenian Jakarta, Taman Ismail Marzuki, TVRI, Gedung Kesenian Jakarta, dan kota-kota lain di luar Jakarta.

Teater Koma merupakan perkumpulan kesenian yang bersifat non-profit. Saat ini, kelompok ini didukung 30 orang anggota aktif, dan 50 orang anggota yang dapat bergabung dengan menyesuaikan waktu mereka. Tokoh sentral dalam tubuh Teater Koma adalah N. Riantiarno.

Selain menjadi pimpinan, dia lebih sering bertindak sebagai sutradara dan penulis skenario. Naskah-naskah Nano bahkan tak jarang dimainkan oleh kelompok teater lain dan menjadi materi festival teater di daerah-daerah.

Pendiri

Mereka yang disebut dengan Angkatan Pendiri adalah 12 orang pekerja teater yang kali pertama mendirikan Teater koma, terdiri dari:

N. Riantiarno

Ratna Madjid

Rima Melati

Rudjito

Jajang Pamontjak

Titi Qadarsih

Syaeful Anwar

Cini Goenarwan

Jimi B. Ardi

Otong Lenon

Zaenal Bungsu

Agung Dauhanadalah

Kiprah Teater Koma

Teater Koma merupakan kelompok teater independen dan bekerja lewat berbagai pentas yang mengkritik situasi-kondisi sosial-politik di Tanah Air. Dan sebagai akibat, harus menghadapi pelarangan pentas serta pencekalan dari pihak yang berwewenang.

Berbagai upaya juga dilakukan lewat ‘program apresiasi’ (PASTOJAK, Pasar Tontonan Jakarta, yang digelar selama sebulan penuh di PKJ-TIM, Agustus 1997, diikuti oleh 24 kelompok kesenian dari dalam dan luar negeri).

Kelompok senantiasa berupaya bersikap optimistis. Berharap teater berkembang dengan sehat, bebas dari interes-politik praktis dan menjadi tontonan yang dibutuhkan berbagai kalangan masyarakat.

Teater Koma yakin, teater bisa menjadi salah satu jembatan menuju suatu keseimbangan batin dan jalan bagi terciptanya kebahagiaan yang manusiawi. Jujur, bercermin lewat teater, diyakini pula sebagai salah satu cara untuk menemukan kembali akal sehat- budi-nurani.

Teater Koma adalah kelompok kesenian yang konsisten dan produktif. Juga tercatat memiliki banyak penonton setia. Pentas-pentasnya sering digelar lebih dari 14 hari.

Repertoar

Teater Koma banyak mementaskan karya-karya N. Riantiarno antara lain;

Rumah Kertas

Maaf.Maaf.Maaf

J.J, Kontes 1980

Trilogi Opera Kecoa (Bom Waktu, Opera Kecoa, Opera Julini)

Opera Primadona

Sampek Engtay

Banci Gugat

Konglomerat Burisrawa

Pialang Segi Tiga Emas

Suksesi

RSJ atau Rumah Sakit Jiwa

Semar Gugat

Opera Ular Putih

Opera Sembelit

Samson Delila

Presiden Burung-Burung

Republik Bagong

Juga menggelar karya para dramawan kelas dunia seperti:

The Comedy of Error dan Romeo Juliet (William Shakespeare)

Woyzeck (Georg Buchner)

The Three Penny Opera dan The Good Person of Shechzwan (Bertolt Brecht)

Orang Kaya Baru-Kena Tipu-Doea Dara-Si Bakil-Tartuffe (Moliere)

Women in Parliament (Aristophanes)

The Crucible (Arthur Miller)

The Marriage of Figaro (Beaumarchaise)

Animal Farm (George Orwell)

Ubu Roi (Alfred Jarre)

The Robber (Freidrich Schiller)a

Sumber : Netralnews.com

Harvested from: http://www.liputan1.com/2017/03/03/40-tahun-pengabdian-teater-koma/
Shared:

Comment

Add New Comment


characters left

CAPTCHA Image


Shared:
1