3 Liga Eropa Didominasi Status Quo, Inggris Membara

Author : Administrator | Tuesday, December 24, 2013 09:10 WIB | VIVA News -
Pertandingan Premier League, Arsenal Vs Manchester City.

 

VIVAbola - Tidak ada kejutan berarti musim ini di tiga liga elite Eropa, La Liga Spanyol, Serie A Italia dan Bundesliga Jerman. Para juara bertahan alias status quo sukses mengukuhkan posisinya di singgasana hingga libur musim dingin. Berbeda dengan Inggris yang justru semakin "membara".

Di La Liga, Barcelona masih kokoh di puncak klasemen dengan 46 poin dari 17 laga. Meski jumlah poin disamai Atletico Madrid, namun Barcelona unggul agresifitas gol. Sementara itu, Real Madrid ada di posisi 3 dengan 41 poin.

Di musim ini, Barca dan Atletico dianggap sebagi tim yang tampil paling konsisten. Keduanya baru sekali menelan kekalahan dan satu hasil imbang. Dengan jumlah kebobolan yang paling sedikit,Barcelona (12 gol) dan Atletico (11 gol).

"Sangat penting bisa menduduki posisi pertama di akhir 2013. Kami juga ingin mencapai permainan yang solid. Karena jika mampu meraih posisi puncak, kami akan tenang saat berlibur," kata pembesut Barca, Gerrardo "Tata" Martino dilansir Football Espana, akhir pekan lalu.

Barcelona mampu menunjukkan konsistensi dan stabilitas meski bomber andalan Lionel Messi diterpa cedera yang butuh proses pemulihan lama. Transformasi permainan oleh Gerardo Martino juga mampu diterapkan dengan baik Neymar Cs.

Sementara itu, El Real yang musim ini dibesut Carlo Ancelotti terlihat masih belum menemukan stabilitas performa. Tercatat Cristiano Ronaldo dan kawan-kawan sudah menelan dua hasil imbang dan dua kekalahan.

Bisa dibilang, persaingan gelar La Liga musim ini masih 'hanya' didominasi tiga kuda pacu. Barcelona, Atletico dan Real Madrid. Sementara Athletic Bilbao yang ada di posisi empat jauh dari status kandidat juara karena baru mengantongi 33 poin.

Hal yang sama juga terjadi di Liga Italia (Serie A). Sang juara bertahan, Juventus kokoh di puncak klasemen dengan 46 poin dari 17 pertandingan. Konsistensi Juventus mampu melewati kejutan yang diciptakan AS Roma dan Napoli.

Roma sempat tampil mengejutkan dengan meraih kemenangan beruntun. Namun memasuki pertengahan musim, Roma mulai kedodoran. Meski belum menelan kekalahan, lima hasil imbang cukup membuat Roma tertinggal lima poin dari Juventus.

Begitupula dengan Napoli yang terus melorot jauh perolehan poinnya dari Juventus. Di bawah asuhan Rafael Benitez dan diperkuat tiga mantan pemain Madrid, Napoli mampu tampil trengginas di awal musim. Namun selanjutnya, terseok.

Sementara nasib buruk diterima duo Milan, Internazionale dan AC Milan. Kedua tim yang sedang dalam proses transisi harus berjuang keras masuk papan atas klasemen. Inter lebih beruntung karena mampu berada di posisi lima jelang libur musim dingin.

Sedangkan Milan masih terdampar di posisi 13 klasemen dengan hanya 19 poin. Ini merupakan raihan terburuk juara Serie A 2011 ini dalam sepuluh tahun terakhir. Sehingga Milan disinyalir akan 'lebih sibuk' pada bursa transfer Januari nanti untuk memperkuat skuadnya.

Pindah ke Liga Jerman (Bundesliga), sang juara bertahan Bayern Munich bisa menikmati libur Natal dan Tahun Baru dengan tenang setelah kokoh di puncak klasemen dengan keunggulan tujuh poin dari pesaing terdekat dan masih tersisa satu laga.

Bayern di puncak klasemen dengan 44 poin dari 16 laga. Bayer Leverkusen yang ada di posisi dua hanya mengantongi 37 poin dari 17 pertandingan. Sedangkan di posisi tiga ditempati Borussia M'gladbach dengan 33 poin dari 17 laga.

Sementara runner-up Bundesliga musim lalu, Borussia Dortmund terdampar di posisi empat dengan 32 poin. Cedera dua benteng tangguh pertahanan mereka, Matt Hummels dan Subotic cukup membuat lini belakang mereka rapuh. 

Dalam lima pertandingan terakhir, Dortmund hanya mampu meraih empat poin. Skuad besutan Juergen Klopp tersebut menelan tiga kekalahan, satu hasil imbang dan hanya sekali sukses meraih kemenangan.

Membara Jelang Boxing Day

Jika para juara bertahan di tiga Liga Eropa dapat duduk nyaman di musim dingin, tidak di Inggris. Juara bertahan Manchester United yang musim ini dibesut manajer anyar, David Moyes harus terseok-seok di posisi delapan klasemen.

Sementara tensi tinggi terjadi di lima besar klasemen Premier League. Tipisnya selisih poin membuat siapa yang tergelincir pada boxing day akan terlindas tim-tim di bawahnya. Sehingga tidak ada kata nyaman bagi penghuni puncak klasemen Premier League.

Untuk sementara, puncak klasemen ditempati Liverpool dengan 36 poin dari 17 pertandingan. The Reds hanya unggul satu poin dari tim besutan Manuel Pellegrini,Manchester City yang ada di posisi dua dan Arsenal di posisi tiga. 

Di urutan keempat dengan 34 poin ditempati Everton yang selalu tampil dengan determinasi tinggi. Terbukti Everton, satu-satunya tim yang baru sekali menelan kekalahan. SementaraChelsea ada di urutan kelima dengan 33 poin.  

Bahkan kelima tim tersebut berpotensi tergeser oleh dua tim yang ada di posisi enam dan tujuh, Newcastle United dan Tottenham Hotspur sebelum Tahun Baru. Kedua tim sejauh ini membukukan 30 poin. Hanya tertinggal tiga poin dari Chelsea. 

"Anda tidak mungkin hidup di Premier League tanpa mendapat tekanan. Ada saat-saat di mana tekanan datang lebih besar dan kecil. Dan anda harus hidup dan kebal dengan berbagai macam tekanan di sini," kata Wenger menyikapi persaingan ketat di Premier League dilansir Tribal Football.

Harvested from: http://bola.viva.co.id/
Shared:

Comment

Add New Comment


characters left

CAPTCHA Image


Shared:
1