Kurangi Cabang demi Efisiensi

Author : Administrator | Thursday, March 16, 2017 | Media Indonesia -

Penulis: Nurul Fadillah

Ilustrasi

INDONESIA akan memangkas jumlah cabang olahraga di Asian Games 2018 dari 42 menjadi menjadi 37. Pemangkasan tersebut akan diusulkan kepada Dewan Olimpiade Asia (OCA) sebelum 29 Maret 2017. Pemangkasan jumlah cabang itu diputuskan dalam rapat persiapan Asian Games 2018 di Graha Pemuda Kementerian Pemuda dan Olahraga, Rabu (15/3). Rapat yang dipimpin Wakil Presiden Jusuf Kalla yang juga menjabat Ketua Tim Pengarah Kepanitiaan Asian Games 2018 diikuti jajaran Panitia Penyelenggara Asian Games 2018 (Inasgoc), kementerian, serta lembaga terkait.

"Sekarang mulai efektifkan pegeluaran dana agar jangan sampai jorjoran walaupun ada standar yang ditetapkan OCA yang harus kita penuhi. Jangan sampai mewah-mewah karena yang penting itu kan bagaimana kita berprestasi," ujar Kalla.
Menurut JK, tren penyelenggaraan pesta olahraga dunia saat ini ialah efektivitas anggaran. Dalam hal efektivitas, jelas Kalla, Indonesia bisa melakukannya karena telah memiliki fasilitas seperti gedung olahraga (GOR) dan kolam renang yang sesuai standar OCA yang berada di Jakarta, Banten, Jawa Barat, dan Palembang.

Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi mengatakan Wakil Presiden sebagai Ketua Tim Peng-arah Kepanitiaan Asian Games 2018 sudah memutuskan cabang-cabang olahraga harus sama jumlahnya dengan Asian Games 2014 di Incheon. "Maka, kami akan berkomunikasi dengan OCA terkait dengan jumlah cabang olahraga itu," kata Imam. Saat rapat Komite Koordinasi (Corcom) bersama OCA serta Inasgoc dan pemerintah Indonesia pada 6 Maret lalu disepakati jumlah nomor yang akan dipertandingan di Asian Games 2018 sebanyak 484 dari 42 cabang olahraga.

Namun, jumlah tersebut akan dikurangi demi efisiensi anggaran. Menpora mengatakan Satuan Pelaksana Program Indonesia Emas (Satlak Prima) diberi tugas mempertimbangkan cabang olahraga apa saja yang akan kembali diusulkan ke OCA. Yang pasti, tegas Imam, pengurangan cabang olahraga itu tidak akan mengurangi peluang medali bagi Indonesia.
"Target tetap peringkat delapan sampai 10 besar," lanjut Imam.

Siap dampingi Kemenpora
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengingatkan pengadaan barang dan jasa Asian Games 2018 harus dilakukan dengan penuh kehati-hatian. Pasalnya dalam proyek yang menelan anggaran cukup besar itu tidak menutup kemungkinan terjadi tindak pidana korupsi. "Hal seperti ini perlu kita sikapi secara hati-hati agar event olahraga tidak dinikmati pihak-pihak tertentu. Jadi sejak awal proses perencanaan harus benar," tegas Juru Bicara KPK Febri Diansyah.

Febri mengingatkan KPK sudah menangani kasus korupsi yang berhubungan dengan event olahraga. Guna mengantisipasi tindak pidana korupsi proses tersebut, lanjut dia, KPK siap mendampingi Kemenpora dan Inasgoc dalam pengelolaan anggaran Asian Games. "Jika Kemenpora minta aspek pencegahan, kita terbuka untuk itu. Jalani proyek dengan benar sesuai dengan aturan berlaku supaya tidak ada perbuatan melawan hukum," pungkasnya. (Cah/R-2)

Harvested from: http://www.mediaindonesia.com/news/read/96608/kurangi-cabang-demi-efisiensi/2017-03-16#
Shared:

Comment

Add New Comment


characters left

CAPTCHA Image


Shared:
1