Jelang Asian Games 2018, Satlak Prima Hanya Bina Atlet Berkualitas

Author : Administrator | Sunday, November 13, 2016 | -

Empat narasumber Forum Diskusi Tabloid BOLA, "Potensi Emas Bulu Tangkis di Olimpiade Rio 2016", Ketua Satlak Prima Achmad Sutjipto (keempat dari kiri), Wakil Sekjen PP PBSI Achmad Budiharto (kelima dari kiri), Kepala Sub Bidang Pelatnas PP PBSI Ricky Soebagdja (ketiga dari kanan), serta Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI Rexy Mainaky (kedua dari kanan), berfoto bersama tim redaksi Tabloid BOLA, BolaVaganza, dan Juara.net, seusai acara yang digelar di Kantor Tabloid BOLA, Palmerah Barat, Jakarta Barat, Kamis (23/6/2016).

JUARA.net - Satuan Pelaksana Program Indonesia Emas (Satlak Prima) melakukan tes kesehatan terhadap 48 atlet yang diproyeksikan pada Asian Games 2018 di PP ITKON, Selasa (8/11/2016).

Satlak Prima tidak lagi menerapkan kuota terhadap induk organisasi olahraga yang menyuplai atlet, tetapi hanya akan menerima atlet dengan kualitas merata dan siap berebut medali.

"Jadi, kami membina atlet yang siap bertanding untuk saling berebut medali. Perfomanya sudah jelas sehingga jika ada pelapisnya harus siap bertanding dan punya peluang meraih podium," kata Ketua Satlak Prima Achmad Sutjipto.

"Untuk itu, kami menggunakan siklus Olimpiade dengan alur pembinaan jangka panjang dan menggunakan tolak ukur prestasi di multievent, seperti SEA Games (SEAG) 2017, AG 2018, SEAG 2019, dan Olimpiade 2020," tuturnya.

Program yang sesuai dengan tujuan pelatnas Prima yakni membina atlet-atlet elite atau andalan punya konsekuensi berat bagi induk organisasi.

Mereka tak bisa lagi menyuplai atlet secara kuantitas, tetapi harus menomorsatukan kualitas dengan berdasarkan kuota yang diberikan Satlak Prima.

Di sisi lain, pembinaan atlet berkualitas di beberapa induk organisasi olahraga tidak merata. Ada PB/PP yang memiliki stok atlet berlapis bagus, seperti atletik yang memiliki empat hingga lima atlet dengan kualitas seragam di nomor sprint.

Hal itu terlihat di tim estafet 4x100 meter putra yaitu Yaspi Boby, Iswandi, Fadlin, Yudi Nugroho, dan Rio Maholtra.

Ada pula cabang yang kualitas beberapa atletnya dalam satu nomor tidak merata seperti yang terjadi pada cabang taekwondo dan angkat besi.

Meskipun Satlak Prima mengaku sudah menyosialisasikan hal tersebut kepada PB/PP sebelum pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) lalu, tetap muncul keberatan.

Bisa Berkurang

Sementara itu, tes kesehatan dan fi sik yang digelar PP ITKON diikuti 48 atlet dari total keseluruhan 215 atlet. Mereka terdiri dari 11 atlet dari cabang ski air, tenis (8), skuas (10), golf (4), biliar (6) dan wushu (8), sementara cabang angkat besi absen.

Tes kesehatan meliputi tekanan darah, tinggi badan, denyut nadi, rekam jantung dan otot tulang.

Penanggung jawab tes, Dr Hario Tilarso Sp Ko, mengatakan tes ini bertujuan mengetahui lebih awal kondisi para atlet terkait adanya risiko cedera sebelum mengikuti pemusatan pelatihan di Satlak Prima.

"Ujian ini merupakan pemeriksaan pendahuluan sebelum mereka ikut program pelatnas Prima," ujar Haryo.

"Tujuannya adalah untuk melihat apakah para atlet itu betul-betul fit dari cedera serta kelainan dari jantung, paru-paru dan lain sebagai nya. Jika mereka dinyatakan fit, mereka akan melakukan tes fisik di UNJ," katanya.

Menurut Haryo, tidak tertutup kemungkinan jumlah atlet nantinya akan berkurang karena hanya atlet yang paling siap dari segi kesehatan maupun fisiknya yang berhak menjadi atlet Satlak Prima proyeksi SEA Games 2017 dan Asian Games 2018.

  • Penulis: Tabloid Bola
  • Editor: Delia Mustikasari
  • Sumber: Tabloid BOLA
  •  
Harvested from: http://www.juara.net/read/sport/lainnya/161595-jelang.asian.games.2018.satlak.prima.hanya.bina.atlet.berkualitas
Shared:

Comment

Add New Comment


characters left

CAPTCHA Image


Shared:
1