Inasgoc Tunggu Perpres

Author : Administrator | Saturday, February 25, 2017 | Media Indonesia -

Penulis: Budi Ernanto

ANTARA/SIGID KURNIAWAN

PANITIA Besar Asian Games 2018 (Inasgoc) mengklaim telah ada 11 pihak yang bersedia menjadi sponsor dan sudah bekerja sama dengan Dewan Olimpiade Asia (OCA).

Pihak sponsor tersebut selanjutnya akan mendukung pelaksanaan ajang olahraga terbesar empat tahunan se-Asia di Jakarta-Palembang tersebut.

"Ada perusahaan dari Korea, ada juga perusahaan kemasan. Inasgoc juga diberi kewenangan mencari sponsor sendiri, namun harus tetap dilaporkan ke OCA," kata Wakil Presiden Inasgoc Muddai Madang di Jakarta, Jumat (24/2).

Menurut dia, sponsor yang sudah menjalin kerja sama dengan OCA yang nantinya akan mendukung Asian Games 2018 merupakan perusahaan asing. Namun demikian, Indonesia, selaku tuan rumah, juga akan berusaha keras untuk mendapatkan sponsor.

"Nanti keuntungan dari sponsor akan dibagi dua termasuk sponsor yang didapat Inasgoc. Yang jelas 11 perusahaan ini tidak tanda tangan kontrak," kata mantan Ketua KONI Sumatra Selatan itu.

Muddai menambahkan promosi ajang multi-event terbesar di Asia ini bakal digalakkan.

Hanya saja untuk menggencarkan promosi ini masih menunggu peraturan presiden (perpres).

"Segalanya ada acuannya dan dasarnya adalah perpres. Kita menjaga jangan sampai ada keliru," katanya.

Di sisi lain, Gatot S Dewa Broto yang juga menjabat Wakil Presiden Inasgoc mengatakan perpres serta pengesahan satuan kerja (satker) Asian Games memang sangat diperlukan.

Dengan belum adanya perpres tersebut, menurut Gatot, tim marketing belum juga bergerak untuk mengumpulkan dana pemasaran dan sosialisasi.

Menurut Gatot sumber pendanaan kegiatan marketing dan promosi berasal dari marketing fee yang sudah dibayarkan Indonesia kepada Dewan Olimpiade Asia (OCA) sebesar US$10 juta.

Sumber lainnya adalah Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) yang sampai saat ini belum juga cair.

Selain anggaran sebesar Rp500 miliar, Inasgoc, lanjut Gatot, akan mempunyai anggaran lagi sebesar Rp2 triliun.

"Mudah-mudahan saat hitung mundur setahun sebelum gelaran Asian Games pada Agustus, dana sudah ada sehingga sosialasi bisa masif," ujar Gatot yang kini menjabat Sekretaris Menteri Pemuda dan Olahraga tersebut.

Gencarkan promosi

Lebih jauh, Gatot menjelaskan, perpres tersebut diharapkan turun Maret mendatang.

Lambannya penerbitan perpres ini diakui cukup mengganggu gerak dari tim pemasaran termasuk menghias beberapa tempat strategis seperti di kawasan Senayan, Semanggi, hingga pesawat Garuda Indonesia.

Selain itu, tiang penyangga untuk monorel yang ada di kawasan Senayan, Jakarta Pusat dan Jalan Rasuna Said, Jakarta Selatan bakal ditutup simbol cabang olahraga dan logo Asian Games 2018.

"Kami berharap perpres turun pada Maret. Dengan perpres itu, kami bisa menjadi satuan kerja yang punya otonomi keuangan terpisah dari Kemenpora. Jika sudah turun kampanye akan kami lakukan pada April," kata mantan Deputi Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Kemenpora itu.

Kamis (23/2), Kemenpora menggelar rapat koordinasi Asian Games 2018 bersama sejumlah pejabat DKI Jakarta di Balai Kota.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, mempertimbangkan untuk membantu Inasgoc terkait pembiayaan sejumlah gelanggang olahraga.

Tapi, Pemprov DKI meminta kejelasan dasar hukum terkait dukungan pembiayaan yang akan diberikan tersebut.
(Ant/R-2)

Harvested from: http://www.mediaindonesia.com/news/read/93864/inasgoc-tunggu-perpres/2017-02-25#
Shared:

Comment

Add New Comment


characters left

CAPTCHA Image


Shared:
1