Godok Strategi demi Tiket Empat Besar

Author : Administrator | Saturday, March 18, 2017 | Media Indonesia -

Penulis: NURUL FADILLAH fadillah@mediaindonesia.com

ANTARA FOTO/Wahyu Putro A

DUA lawan berat akan menanti tim bulu tangkis Indonesia di ajang Piala Sudirman 2017. Betapa tidak? Skuat ‘Merah Putih’ tergabung di Grup D bersama Denmark dan India. Mereka tentu saja bukan lawan yang mudah. Karena itu, mereka harus bisa mengatur strategi agar bisa melangkah sejauh mungkin di turnamen yang akan berlangsung di Gold Coast Australia pada 21-28 Mei mendatang tersebut.

Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi Pengurus Pusat Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia Susi Susanti mengungkapkan peluang Indonesia untuk bisa lolos fase grup ialah 50-50. Susi pun menegaskan target PBSI tahun ini ialah mencapai semifinal. “Sekarang ini kekuatan dan persaingan sebetulnya sengit dan merata sehingga kita enggak bisa memilih lawan mana pun karena semuanya kuat. Sebetulnya di Piala Sudirman, pintar-pintarnya kita saja dalam mengatur strategi dan persiapan. Kita akan mengevaluasi dan memilih siapa saja pemain yang akan diturunkan,” ujar Susi kepada Media Indonesia, Jumat (17/3).

Saat ini beberapa pemain Indonesia tengah berlaga di turnamen Grand Prix Gold Swiss Terbuka 2017. Susi menuturkan, sepulang tim dari Swiss, tim pelatih akan segera memilih tim bayangan Piala Sudirman 2017 yang akan terus dipantau hingga turnamen berlangsung. Indonesia, kata dia, masih mengandalkan sektor ganda campuran dan ganda putra. Untuk ganda putri, tunggal putra, dan tunggal putri, mereka masih harus mengandalkan strategi. “Saat melawan Denmark, tunggal putranya itu kuat sehingga agak sulit buat kita curi poin. Karena itu, mungkin kita bisa ambil di tunggal putri dan ganda putri.”

“Lalu, saat melawan India, kita masih memiliki peluang untuk mengamankan poin di ganda campuran. Lalu kita juga punya peluang di ganda putri dan tunggal putra karena kalau di tunggal putri ada Sindhu Pusarla (juara Olimpiade Rio 2016) dan Saina Nehwal (peringkat 1 dunia),” lanjut Susi. Badan tertinggi bulu tangkis dunia (BWF) telah merilis hasil undian Piala Sudirman 2017, kemarin. Dari hasil undian tersebut, selain Indonesia yang tergabung bersama Grup D, persaingan di grup lain tidak kalah sengit.

Di grup A, juara bertahan Tiongkok akan berhadapan dengan Thailand dan Hong Kong. Grup B telah dihuni Korea Selatan, Taiwan, dan Rusia. Sementara itu, di Grup C, Jepang akan berpapasan dengan Malaysia dan Inggris.

Incar juara grup
Sekretaris Jenderal PP PBSI, Achmad Budiharto, mengungkapkan pihaknya mengincar posisi juara Grup D. Hanya dengan menjadi juara grup, Indonesia akan menghadapi lawan yang lebih mudah di putaran final. “Target pertama kita harus lolos sebagai juara grup karena dengan menjadi juara grup akan ada kemudahan bertemu sama runner-up. Namun, perlu dicatat juga lawan-lawan kita ialah lawan yang kuat meskipun berstatus runner-up atau pun juara grup dari grup lain, seperti Malaysia, Taipei, dan lainnya,” ujar Budi.

Sejak berpartisipasi dalam turnamen Piala Sudirman, Indonesia hanya pernah satu kali meraih gelar juara, yakni saat menjadi tuan rumah untuk yang pertama kalinya pada 1989 silam. Sejak saat itu, Indonesia hanya mampu menjadi runner-up sebanyak enam kali, yaitu pada 1991, 1993, 1995, 2001, 2005, dan 2007. (R-3)

Harvested from: http://www.mediaindonesia.com/news/read/96985/godok-strategi-demi-tiket-empat-besar/2017-03-18#
Shared:

Comment

Add New Comment


characters left

CAPTCHA Image


Shared:
1