Melanjutkan Gerakan Pencerahan Di Jawa Barat

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Monday, December 21, 2015 07:29 WIB

Bandung ---Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Barat yang akan dipilih dalam Musyawarah Wilayah Muhammadiyah ke-20 di Ciamis (23-25/12) diharapkan akan semakin menguatkan gerakan pencerahan menuju Jawa Barat yang berkemajuan. “Tema Musywil ke-20 itu adalah gerakan pencerahan menuju Jabar berkemajuan. Ini lah komitmen dakwah Muhammadiyah melalui berbagai amal usaha yang dimiliki,” tegas Ketua PWM Jabar periode 2010-2015, Drs.H. Ayat Dimyati, M.Ag di kantor PWM Jabar, Bandung, kemarin.

Ayat sendiri tidak bersedia dicalonkan kembali dan memilih menyerahkan kepemimpinan kepada kader yang lain. Sebanyak 94 orang calon sementara akan dipilih oleh Musyawarah Pimpinan Wilayah Jabar (22/12) untuk kemudian menjadi 39 orang dengan suara terbanyak. Ke 39 orang itu lah yang kemudian akan dipilih menjadi 13 orang dalam Musywil yang akan berlangsung mulai 23-25 Desember 2015. “Kami ucapkan selamat melaksanakan musywil dan semoga kita dapat melaksanakannya dengan khidmat. Menghasilkan program yang memajukan masyarakat Jabar dan kepemimpinan yang dapat memajukan organisasi ini lebih baik dibandingkan era kami,” tegasnya.

Sebagai organisasi yang berpengalaman, Ayat meyakini kegiatan Musywil akan berjalan lancar dan bermanfaat. “Semuanya sudah dikoordinasikan dengan baik. Insya Allah lancar dan sesuai dengan target. Ini kan rutinitas organisasi saja yang sistemnya sudah baik, perubahan kepemimpinan merupakan keniscayaan,” katanya.

Sebagai gambaran, amal usaha Muhammadiyah di Jabar bertebaran di 26 Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM). Rumah Sakit, Poliklinik, perguruan tinggi, pesantren, SLTA, SLTP, SD, TK, panti asuhan dan berbagai amal usaha lainnya yang tak bisa disebutkan satu-satu. Sebagai sebuah organisasi tua yang usianya telah seabad lebih, Muhammadiyah berhasil menebarkan amal salehnya melalui amal usaha yang dapat dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat umum, bukan hanya warga Muhammadiyah, tapi juga umat Islam keseluruhan dan bahkan umat beragama lainnya.

Amal usaha Muhammadiyah, lanjut Ayat, merupakan praktik kongkrit warga Muhammadiyah agar bermanfaat bagi yang lainnya. “Para pendiri Muhammadiyah telah mempersiapkan pondasi dasar kebangsaan dengan penguatan dari sisi human capital, melalui sekolah, rumah sakit dan panti asuhan. Sekolah, rumah sakit dan panti asuhan adalah sarana untuk menaikkelaskan warga marjinal  (mustadl’afîn) menjadi berdaya dan mampu memperbaiki tarap hidupnya lebih sejahtera,” tegasnya.

Lebih dari sekedar ceramah, amal soleh yang terorganisir terbukti memiliki jangkauan lebih luas dan melintas batas. Mungkin jika diinventarisir, ada jutaan anak bangsa yang berbeda agama yang tersantuni, menyekolahkan anaknya di lembaga pendidikan Muhammadiyah atau berobat ke rumah sakit milik Muhammadiyah. #mcjabar

Shared:
Shared:
1