Wisuda Sarjana STMIK Muhammadiyah Jakarta: Agen Pembangun Spiritualitas Teknologi di Era Kebebasan Informasi

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Monday, December 23, 2013 17:07 WIB

Jakarta - Perkembangan teknologi informasi yang cepat dan massif khususnya internet, memunculkan keterbukaan dalam segala aspek kehidupan. Pesatnya perkembangan teknologi informasi bahkan  menjadi media penggerak bagi masyarakat untuk menyuarakan tuntutan sosial terkait dengan kemerdekaan berpendapat dan permasalahan hak asasi manusia di berbagai belahan dunia seperti yang terjadi di Sudan, Mesir, Libya, dan Suryah yang dikenal dengan Arab Spring.

Perkembangan teknologi informasi yang dasyat bahkan telah menyentuh wilayah pribadi yang pada akhirnya melanggar norma-norma dan etika yang berlaku. Teknologi yang netral dapat menjadi jahat lagi menghancurkan, dan informasi yang tidak dipayungi dengan nilai-nilai Islam dapat menyesatkan. Hal itu disampaikan oleh Ketua Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer Muhammadiyah Jakarta (STMIK-MJ), Faiz Rafdhi Ch, M.Kom, saat memberikan sambutan dalam acara wisuda sarjana IX priode 2013, bertempat di Convention Hall Desa Wisata, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, hari ini, Senin, 23 Desember 2013.

Dalam sambutan tersebut, Ketua STMIK Muhammadiyah Jakarta juga memberikan pesan kepada wisudawan dan wisudawati agar menjadi pelaku Teknologi Informasi (TI) yang memberikan manfaat kemanusiaan bukan justru sebaliknya menghancurkan nilai-nilai kemanusiaan. Ilmu yang diperoleh lulusan STMIK Muhammadiyah Jakarta diharapkan tidak hanya untuk kepentingan pribadi, namun juga untuk kepentingan agama dan bangsa. karena “sebaik-baik manusia adalah yang paling memberi manfaat”, sesuai dengan misi ganda STMIK Muhammadiyah Jakarta “Membangun Spiritualitas Teknologi, Mewujudkan Informasi Islam”. Faiz Rafdhi Ch, M.Kom mengutip wasiat K.H Dahlan bahwa “Muhammadiyah pada masa sekarang ini berbeda dengan Muhammadiyah pada masa mendatang, karena itu hendaklah warga muda-mudi Muhammadiyah terus menjalani dan menempuh pendidikan serta menuntut ilmu pengetahuan (dan teknologi) di mana dan ke mana saja. Menjadilah dokter sesudah itu kembalilah kepada Muhammadiyah. Jadilah master, insinyur, dan lain-lain lalu kembalilah kepada Muhammadiyah sesudah itu.

Dalam acara yang mewisuda 83 wisudawan dan wisudawati yang berasal dari dua jurusan yaitu Jurusan Teknik Informatika dan Jurusan Sistem Informasi tersebut, juga dihadiri perwakilan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah DKI Jakarta, perwakilan Majelis Pendidikan Tinggi Pimpinan Pusat Muhammadiyah, serta menghadirkan orasi ilmiah dari mantan Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Prof.DR H.M. Amien Rais, MA. (asih)

Shared:
Shared:
1