Naiknya Harga BBM itu Rugikan Rakyat

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Wednesday, June 12, 2013 00:34 WIB

Jakarta—Din Syamsuddin merasa keberatan adanya rencana Pemerintah menaikkan harga BBM. Hal itu dikatakan Ketua Umum PP Muhammadiyah, usai menerima Duta Besar Inggris untuk Indonesia, Mark Canning, Rabu (12/6) siang di Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah Jl Menteng Raya 62 Jakarta Pusat.

 

“BBM belum naik, biasanya harga-harga sudah lebih dahulu naik. Jika sudah naik, biasanya tidak mudah turunnya. Setelah itu, jika benar-benar BBM naik harganya, seolah-olah ada pengalihan subsidi berbentuk BLSM (Bantuan Langsung Subsidi Masyarakat). Kita bisa bayangkan, jika kemudian harga sudah telanjur naik, kemudian program BLSM itu selesai, tentu rakyat tidak memiliki purchasing power yang cukup,”ujar Din.

 

Menurut Din, Pemerintah harus mencari alternatif lain, dan tidak perlu menaikkan harga BBM. Bukan dengan menaikkan BBM seperti yang sering dilakukan. Bagaimanapun, pada pengalaman masa lalu, program-program macem BLSM ini justru menimbulkan kebohongan-kabohongan lain, terkait jumlah pasti kemiskinan Indonesia.

“Nanti akan kita lihat. Antara penerima BLSM dengan rilis resmi jumlah rakyat miskin akan berbeda. Ketika merilis jumlah rakyat miskin, biasanya Pemerintah hanya menyebut angka minim. Akan tetapi ketika merilis jumlah penerima Bantuan Langsung Tunai macem BLSM itu, maka jumlahnya akan berlipat ganda. Mana yang benar?”tanya Din.(mst)#

Shared:
Shared:
1