Presiden Afsel: Nelson Mandela Kritis

Author : Administrator | Monday, June 24, 2013 09:36 WIB

Kondisi mantan Presiden Afsel Mandela kian memburuk dalam 24 jam

Mantan Presiden Afrika Selatan Nelson Mandela

Mantan Presiden Afrika Selatan Nelson Mandela

 

VIVAnews - Pemerintah Afrika Selatan akhirnya buka suara soal kondisi mantan Presiden mereka, Nelson Mandela, yang sebenarnya. Dalam 24 jam terakhir, mereka mengakui, kondisi kesehatan pria berusia 94 tahun tersebut kian memburuk.

Presiden Afsel, Jacob Zuma menjelaskan, kondisi kesehatan Mandela saat ini kritis setelah dilarikan ke RS Heart Clinic, Pretoria pada tanggal 8 Juni kemarin. Laman Dailymail, Minggu 23 Juni 2013 melansir pernyataan Zuma yang dikutip dari situs resmi Presiden Afsel.

Minggu malam, Zuma ditemani wakil pemimpin organisasi Kongres Nasional Afrika (ANC), Cyril Ramaphosa pergi ke RS dan terus diinformasikan tim dokter  soal kondisi terbaru Mandela. Tim dokter menyebut kondisi kesehatan Mandela kian menurun dalam 24 jam terakhir.

Namun dia menyebut tim dokter akan melakukan yang terbaik untuk memulihkan kesehatan Mandela yang biasa disapa Madiba itu. "Tim dokter juga akan memastikan bahwa Madiba akan berada dalam keadaan baik dan nyaman. Saat ini dia ada di tangan yang tepat," ujar Zuma dengan menyebut nama klan Mandela.

Menurut juru bicara Presiden, Mac Maharaj, tim dokter menggunakan istilah "kritis" dianggap cukup untuk menggambarkan betapa mengkhawatirkan kondisi kesehatan Mandela.

"Oleh sebab itu kami ingin memastikan kepada publik bahwa tim dokter terus bekerja keras dan memastikan kondisinya mengalami perkembangan berarti," ujar Maharaj kepada kantor berita BBC.

Hal ini bertentangan dengan informasi yang beberapa jam sebelumnya dirilis pemerintah bahwa kondisi Mandela berada dalam kondisi stabil. Menurut laporan BBC, pemerintah sangat berhati-hati merilis informasi kepada publik Afsel. Pemerintah khawatir informasi soal Mandela kritis akan membuat warga panik.

Pernyataan resmi yang dirilis pemerintah tersebut, sesuai dengan laporan yang dilansir Dailymail, Sabtu kemarin bahwa Mandela tidak sadarkan diri selama beberapa hari.

Dia tidak merespons komunikasi dari keluarga. Saat berada di RS, Mandela diberikan dua tindakan medis oleh dokter, yaitu menyembuhkan pendarahan di bagian lambung dan  memasukkan tabung lain ke dalam tubuhnya.

Bahkan pihak keluarga sudah mendiskusikan apakah akan menarik perawatan medis yang diberikan kepada Mandela. Namun pemerintah tetap menyerukan kepada warga Afsel untuk terus berdoa bagi kesembuhan Mandela.

Harapan serupa juga ditulis oleh kedua cucu Mandela, Swati Dlamini dan Dlamini-Manaway dalam akun Twitter mereka. Mereka berkicau: "Mari kita tidak lupa untuk berdoa. Tuhan itu ada. Dia dekat dan Dia nyata. Dia tidak hanya mengetahui keberadaan kita namun juga melindungi kita."

Klarifikasi mesin Ambulans rusak
Dalam kesempatan itu, Zuma juga mengklarifikasi soal mesin mobil ambulans yang rusak saat tengah membawa Mandela ke RS pada tanggal 8 Juni kemarin. Kendati mobil ambulans kedua baru datang lebih dari 40 menit dan dalam cuaca dingin, namun petugas sangat berhati-hati saat memindahkan Mandela.

"Ada tujuh dokter yang mendampingi ambulans Madiba saat dia dibawa ke RS. Semuanya berada dalam kendali saat membawa dia ke RS. Tim dokter bahkan menyiapkan perlengkapan medis militer ICU di dalam ambulans," kata Zuma.

Dia juga menepis laporan media yang menyebut Mandela sempat terkena serangan jantung. Mandela dilarikan ke RS karena infeksi paru-parunya kembali kambuh.

Mandela mulai menderita penyakit paru-paru saat bekerja tambang di penjara. Dia juga sempat didiagnosa menderita penyakit TBC saat berada di penjara Pulau Robben. Status kesehatan Mandela ini diprediksi ikut menjadi isu yang diperbincangkan saat Presiden Amerika Serikat Barack Obama, menyambangi Afsel, pekan ini.

Harvested from: http://dunia.news.viva.co.id/news/read/423121-presiden-afsel--nelson-mandela-kritis
Shared:

Comment

Add New Comment


characters left

CAPTCHA Image


Shared:
1