Prancis Umumkan Kasus Baru Penyakit Mirip SARS

Author : Administrator | Friday, May 10, 2013 13:39 WIB

Ilustrasi dokter beroperasi di ruang bedah pasien

Ilustrasi dokter beroperasi di ruang bedah pasien

 

VIVAnews -- Perancis melaporkan untuk kali pertama warganya terinfeksi virus novel corona (NCoV) mirip SARS setelah kembali dari liburan panjangnya di kota Dubai, Uni Emirat Arab. Pria berusia 65 tahun itu kini tengah dirawat di rumah sakit dengan keluhan kesulitan bernapas dan demam sejak 23 April lalu.

Demikian ungkap Menteri Kesehatan Perancis, Marisol Touraine dalam sebuah jumpa wartawan. Pria yang diketahui berasal dari daerah Nord Pas de Calais, dilaporkan berada dalam kondisi kritis.

"Ini merupakan kasus yang unik dan berasal dari luar," ujar Touraine, seperti dikutip harian Daily Mail, 9 Mei 2013.

Kantor berita Reuters mengungkapkan dua orang yang sempat kontak dengan pria sakit itu ternyata juga mengalami gangguan kesehatan. Mereka langsung dibawa ke rumah sakit.

Pihak Kementerian Kesehatan Perancis berjanji akan melakukan investigasi menyeluruh untuk mencari tahu bagaimana pria itu dapat tertular virus mematikan itu. Sementara Direktur Kemkes, Jean-Yves, mengatakan pria tersebut sedang membutuhkan transfusi darah.

Sebagai langkah pencegahan, Kemkes telah memeriksa teman dan kerabat dekat pria itu untuk memastikan apakah ada yang ikut tertulari virus tersebut. Namun hasil laporan sejauh ini menunjukkan hasil negatif.

Dengan bertambahnya satu kasus di Perancis, maka total jumlah penderita NCoV melebihi 30 orang. Sementara sisanya tersebar di Arab Saudi sebanyak 23 kasus, Yordania, Inggris dan Qatar, masing-masing dua kasus. Sedangkan satu kasus lagi ditemukan di Uni Emirat Arab.

Para ahli kesehatan mulai cemas dengan pertumbuhan kasus ini, kendati belum ditemukan bukti adanya penularan dari manusia ke manusia yang merupakan jenis penularan sehingga menimbulkan pandemi. Sementara tim dari badan kesehatan dunia (WHO) tengah melakukan investigasi di RS Al-Moosa, Arab Saudi, di mana terdapat beberapa pasien yang tengah dirawat akibat NCoV.

"Salah satu poin penting dalam proses investigasi saat ini adalah alat hemodialisis yang digunakan penderita gagal ginjal dan diabetes," ujar juru bicara WHO, Gregory Harti di Jenewa, Swiss.

Dari hasil investigasi awal menunjukkan adanya hubungan antara wabah penyakit itu dengan fasilitas perawatan kesehatan yang digunakan sebagai alat transmisi. Harti merujuk kepada beberapa pasien yang semakin rentan terhadap infeksi usai menggunakan peralatan tersebut.

"Tetapi kehadiran infeksi yang terjadi pada dua orang dalam keluarga yang sama namun tidak terkait dengan fasilitas transmisi itu, juga meningkatkan kekhawatiran,"imbuh Harti.

Menurutnya dua orang tersebut dapat menjadi potensi penyebaran virus tersebut kepada masyarakat. NCoV merupakan sebuah virus yang berasal dari keluarga yang sama dengan virus SARS yang menyebar ke seluruh dunia dan berasal dari Asia.

Akibat virus SARS, dilaporkan sebanyak 775 tewas pada tahun 2003 silam.

 

 

sumber : vivanews

Shared:

Comment

Add New Comment


characters left

CAPTCHA Image


Shared:
1