Politisi Italia Samakan Wali Kota Sadiq Khan dengan Teroris

Author : Administrator | Tuesday, May 17, 2016 05:30 WIB
Yui Mok / POOL / AFPWali kota London, Sadiq Khan.

 

ROMA, KOMPAS.com - Seorang politisi ternama Italia, Beppe Grillo, mendapat kecalam setelah membuat pernyataan kontroversial terkait wali kota London Sadiq Khan.

Grillo, yang juga adalah politisi itu, awalnya memuji terpilihnya Khan sebagai wali kota London. Namun dia salah menyebut Khan, yang berdarah Pakistan, sebagai keturunan Bangladesh.

"Sekarang saya ingin melihat dia (Khan) meledakkan diri di depan Westminster," ujar Grillo dalam sebuah penampilan stand-up comedy di kota Padua.

Westminster adalah salah satu daerah di pusat kota London yang banyak terdapat berbagai ikon bersejarah dan daya tarik wisata seperti Istana Westminster, Istana Buckingham, Westminster Abbey dan banyak lagi.

Sementara dalam istilah pemerintahan, Westminster bisa merujuk pada gedung parlemen Inggris Raya yang terletak di dalam komplek Istana Westminster yang merupakan salah satu Warisan Dunia UNESCO.

Namun, kandidat wali kota Roma dari Partai Demokratik yang berhaluan kiri-tengah, Roberto Giachetti mengecam gurauan Grillo, pemimpin partai politik kedua terbesar di Italia, Gerakan Bintang Lima (M5S) itu.

"Gurauan itu tak membuat saya tertawa," ujar Giachetti lewat akun Twitter resminya.

Grillo (67), selama bertahun-tahun dikenal sebagai komedian, aktivis politik dan bloger sebelum mendirikan partai M5S pada 2009.

Namanya mulai dikenal di dunia politik setelah salah satu kader partai itu, Virginia Raggi, memimpin dalam perolehan suara pemilihan wali kota Roma.

Bukan kali ini saja Grillo mengeluarkan pernyataan kontroversial. Sebelumnya dia pernah membandingkan para migran dengan tikus.

Dia juga diketahui memiliki kapal layar mewah dan sebuah Ferrari meski mengklaim diri sebagai seorang pejuang lingkungan.

Dia juga pernah memecat kadernya Federico Pizzarotti yang menjabat wali kota Parma karena dianggap menyalahgunakan wewenang.

Meski Grillo tidak duduk di parlemen Italia, namun partai M5S berhasil memangkas selisih 20 persen suara dari Partai Demokratik pimpinan PM Matteo Renzi menjadi hanya berselisih 5 persen dalam waktu satu tahun.

Sejumlah pakar politik Italia berspekulasi, salah satu bintang partai ini, Neapolitan Luigi Di Maio yang baru berusia 29 tahun bisa mengambil alih kursi pemimpin partai M5S dalam waktu tak lama lagi.

Editor : Ervan Hardoko
Sumber independent.co.uk
 
Harvested from: http://internasional.kompas.com/
Shared:

Comment

Add New Comment


characters left

CAPTCHA Image


Shared:
1