Polisi Masak Pasta Buat Pasangan Jompo setelah Tetangga Dengar Mereka Menangis

Author : Administrator | Tuesday, August 09, 2016 09:02 WIB

Facebook/The Independent

Polisi memasak pasta untuk menghibur pasangan yang sudah tua renta ini, Michele (94) dan Jole (84), warga Roma, Italia.

 

ROMA, KOMPAS.com –“Kesepian kadang-kadang berubah mengalirkan air mata. Kadang-kadang juga seperti badai musim panas. Datang tiba-tiba dan silih berganti”.

 

Kalimat tersebut, menurut The Independent, Selasa (9/8/2016), ditulis polisi Roma dalam sebuah pernyataan di Facebook setelah mereka menolong sepasangan suami-istri yang sudah tua renta di sebuah daerah di Roma, Italia.

Polisi kemudian datang menggedor pintu pasangan suami-istri Michele (94) dan Jole (84) dan memasak pasta dan parmesan setelah tetangga mendengar mereka menangis.

Empat polisi memasak pasta untuk pasangan yang sudah lanjut usia itu karena masalah kesepian dan berita-berita televisi membuat mereka stres, dan mereka pun menangis.

Kepada polisi, pasangan itu mengatakan, tidak ada yang mengunjungi mereka dalam bulan ini. Mereka sangat sedih dengan keadaan dunia saat ini.

Keempat polisi itu sebenarnya sedang beristirahat setelah lelah memburu para penjahat, dan terutama memburu para mafioso.

Empat polisi ditugaskan kembali. Kali ini ke rumah pasangan jompo itu untuk menghibur dengan cara memasakkan pasta dan parmesan, makanan ekspor terkenal Italia, untuk mereka.

Foto-foto empat polisi yang sedang melayani dua orang tua itu diunggah ke Facebook oleh kolega mereka dan menjadi viral di media sosial.

Gambar itu dibagikan sebanyak lebih dari 23.000 kali. Setidaknya 64.000 kali menyukai, mencintai atau menangis terungkap lewat situs emoji.

Deskripsi yang hampir-puitis atas kejadian itu begitu nyata di tempat kejadian sebelum empat polisi – bernama Andrea, Alessandro, Ernesto dan Mirko - dipanggil keluar.

"Kehidupan ini tidak selamanya mudah.  Apalagi ketika kota ini kosong dan tetangga pergi berlibur," kata polisi di akun Facebook  mereka.

"Kesepian kadang-kadang berubah mengalirkan air mata. Kadang-kadang juga seperti badai musim panas. Ia datang tiba-tiba dan silih berganti," kata polisi.

"Jole dan Michele, mereka saling mencintai. Namun ketika kesepian membakar hati, hal itu bisa saja terjadi bahwa mereka kehilangan harapan.”

"Dapat terjadi, seperti saat ini,  bahwa mereka menjerit sekuat tenaga dalam keadaan putus asa, dan pada akhirnya, seseorang menelpon polisi," lanjut pernyataan polisi.

Pasangan tua itu menceritakan kepada polisi bahwa Jole telah menjadi kewalahan dengan cerita kekerasan dan perang di televisi dan ia pun mulai putus asa dan menangis.

Michele yang melihat pasangannya larut dalam kesedihan itu pun menjadi marah juga.

"Tidak ada kejahatan. Jole dan Michele bukan korban penipuan, seperti yang sering terjadi pada orang tua dan tidak ada pencuri masuk rumah," pesan polisi di Facebook.

Saat polisi meminta akses masuk lewat dapur, hanya ada sekeranjang kecil pasta dengan mentega dan keju. Tak ada yang istimewa.

“Namun dengan bahan yang berharga: di dalamnya adalah kemanusiaan,” tulis polisi.

 

Editor : Pascal S Bin Saju
 
Harvested from: http://internasional.kompas.com/
Shared:

Comment

Add New Comment


characters left

CAPTCHA Image


Shared:
1