Pertumbuhan Ekonomi Global Ada di Asia Timur dan Pasifik

Author : Administrator | Monday, April 15, 2013 13:39 WIB
Suasana Pertemuan Tahunan IMF dan Bank Dunia 2012 (REUTERS/Jonathan Ernst)

Asia Timur dan Pasifik kembali menjadi tulang punggung pertumbuhan ekonomi global. Tingkat pertumbuhannya pada 2012 mencapai 7,5 persen, melebihi kawasan-kawasan lain.

Demikian ungkap data Bank Dunia atas perkembangan terkini ekonomi tingkat regional. Saat perekonomian global mulai pulih dari resesi, pertumbuhan ekonomi di Asia Pasifik tahun 2013 diproyeksi naik menjadi 7,8 persen, dan sedikit melemah 7,6 persen pada 2014.

"Kawasan Asia Timur dan Pasifik menyumbang sekitar 40 persen dari pertumbuhan global pada 2012. Ekonomi dunia terus bergantung pada pertumbuhan di kawasan itu, di mana kepercayaan investor melonjak dan pasar-pasar keuangan tetap solid," kata Wakil Presiden Bank Dunia untuk kawasan Asia Timur dan Pasifik, Axel van Trotsenburg, dalam keterangan tertulis dari Singapura kepada VIVAnews hari ini.

Bank Dunia menilai pertumbuhan ekonomi di Asia Pasifik dipengaruhi permintaan domestik yang kuat. Kebijakan-kebijakan fiskal dan moneter untuk mendorong konsumsi dan investasi di kawasan itu juga turut mempengaruhi pertumbuhan ekonomi.

Negara-negara berpendapatan menengah mengalami pertumbuhan yang baik. Di luar China, perekonomian negara-negara itu rata-rata tumbuh 6,2 persen pada 2012, naik cukup signifikan dari 2011 yang sebesar 4,5 persen.

Di China sendiri, yang selama ini dipandang sebagai motor perekonomian di Asia Pasifik, pertumbuhannya tahun kemarin melambat jadi 7,8 persen karena ada upaya-upaya penyeimbangan. Namun, pendapatan di kalangan rumah tangga di China naik lebih dari 9 persen sehingga mendukung konsumsi rumah tangga, yang menyumbang 4,4 persen dari pertumbuhan ekonomi nasional.

Bank Dunia memproyeksikan ekonomi China akan tumbuh 8,3 persen pada 2013 dan 8 persen pada 2014. Bank Dunia optimistis bahwa perekonomian Asia Pasifik akan tumbuh stabil pada tahun-tahun mendatang.

"Kini waktunya bagi negara-negara untuk mencurahkan perhatian dalam membantu warga yang masih miskin, dengan lebih banyak investasi yang lebih berkualitas untuk mempercepat pertumbuhan yang inklusif," kata van Trotsenburg.

Harvested from: http://dunia.news.viva.co.id
Shared:

Comment

Add New Comment


characters left

CAPTCHA Image


Shared:
1